jump to navigation

Bandung Bondowoso Oktober 13, 2006

Posted by anick in Kisah, Perempuan, Politik, Tokoh.
trackback

BANDUNG Bondowoso menyusun batu dan menegakkan candi, beratus-ratus, sampai lewat tengah malam. Aneh, ia tak merasa lelah, tapi tiba-tiba ia dengar suara-suara pagi datang dari jauh.

Ia tak melihat warna fajar, tapi ia tahu ia telah gagal. Ia tak berhasil menyelesaikan 1.000 bangunan dalam waktu yang ditentukan.

Legenda Loro Jonggrang—yang menjelaskan asal-usul himpunan candi yang mempesona di Prambanan itu—memang sebuah cerita kegagalan.

Syahdan, Bandung Bondowoso yang menang perang berhasrat memperistrikan Jonggrang, putri mendiang Raja Baka yang telah dibunuhnya. Gadis itu ketakutan. Kerajaan ayahnya telah jatuh ke tangan kekuasaan Pengging—dan itu berarti ia bukan lagi orang yang merdeka. Tak mungkin ia menampik kehendak seorang lelaki yang kini dipertuan.

Tapi ia menemukan jalan lepas. Diajukannya syarat: ia akan mau menerima pinangan pendekar itu bila 1.000 candi ditegakkan dalam satu malam.

Bandung Bondowoso setuju.

Kesanggupan itu memang mengherankan, tapi di sini agaknya legenda Loro Jonggrang mengandung sebuah teks lain, yang ingin bercerita bahwa tiap kemenangan selalu mengandung kekalahan. Yang absolut tak ada di dunia. Di Prambanan dan di luarnya, perang tak akan cukup, pembunuhan tak pernah memadai, dan ada yang minus dalam tiap takhta.

Itu sebabnya kita tak tahu apa arti penaklukan: Loro Jonggrang ternyata bukan bagian dari benda jarahan. Ia merdeka. Ia bisa menuntut dengan satu syarat yang sulit, bahkan sebenarnya mustahil.

Bahwa Bandung Bondowoso, sang pemenang pembela Pengging, menerima syarat itu menunjukkan ada ambivalensi dalam hubungan kedua manusia itu. Lelaki itu berkuasa tapi perempuan itu terlepas dari hubungan memiliki-dan-dimiliki. Bahkan Bandung membiarkan dirinya masuk ke angan-angan Jonggrang. Orang bisa mengatakan bahwa yang diniatkan tumbuh dalam hubungan itu adalah cinta, dan cinta—dengan atau tanpa membaca kalimat Thomas Kempis pada abad ke-15—tak merasakan beban, tak berpikir tentang kesulitan. Cinta bahkan ”mencoba apa yang melebihi kekuatan diri”, dan ”tak minta dimaafkan di hadapan kemustahilan”.

Tapi bukan sikap angkuhkah yang mendorong Bandung menerima syarat itu? Katakanlah ini yang terjadi: sang perkasa yang telah berhasil membinasakan Raja Baka itu merasa malu untuk menyatakan tak sanggup membangun 1.000 candi dalam satu malam. Tapi keangkuhan dan rasa malu mengandung pengakuan bahwa ada orang lain—dan orang lain itu hadir dalam posisi untuk menilai dan menghakimi. Di sini keperkasaan juga menemui batasnya. Bandung Bondowoso tak dapat menafikan yang lain yang tegak di luar itu—yang lain yang memandang ke arahnya.

Saya bayangkan ia Loro Jonggrang. Saya bayangkan pada sebuah senja ia berkata kepada peminangnya: ”Sebenarnya saya takjub. Tuan tak memperlakukan saya sebagai jarahan perang. Bagaimana ini mungkin?”

”Ada hal yang mustahil yang membuat kita memilih dan berbuat,” jawab Bandung Bondowoso.

”Untuk apa?”

Bandung Bondowoso tak menjawab. Ia hanya melipat lengannya dan berjalan kembali ke markas pasukan, melewati deretan panji Pengging yang ditutupi gelap. Sejak ia menemui Loro Jonggrang—dan melihat wajahnya yang ketakutan tapi tak merunduk, mendengar ucapannya yang gemetar tapi fasih—ia tahu ada yang sia-sia dalam tiap kemenangan. Apa yang didapat para Pandawa setelah membinasakan Kurawa dan menguasai Astina dan Amarta? Seluruh generasi kedua keluarga Pandu yang seharusnya melanjutkan dinasti itu tewas di medan perang. Apa yang dicapai Rama setelah merebut Sita kembali? Ia tak yakin perempuan itu, yang bertahun-tahun disekap di Istana Alengka, seorang istri yang belum dinodai.

Kebanggaan diri dan kejayaan—mungkin itulah yang menggerakkan perang. Perang memang mengubah sejarah. Tapi, setelah itu, sejarah mengecoh para pendekar, dan lahir penulis tragedi.

”Jika saya mohon Tuan membangun 1.000 candi di sekitar bukit Prambanan itu, akankah Tuan memenuhinya?” tanya Jonggrang.

”Saya akan gentar. Tapi saya akan membangunnya.”

”Dalam satu malam?”

”Ada hal yang mustahil yang menyebabkan kita berbuat.”

Seseorang pernah mengatakan, manusia membuat sejarah karena dilecut yang mustahil: kemenangan, kejayaan, keadilan, dan hal-hal lain yang dicita-citakan sebagai alternatif bagi hidup yang tak pernah penuh.

Sebuah wilayah dengan seribu candi yang didirikan dalam satu malam adalah satu dari deretan angan-angan itu. Bahasa mencoba merumuskannya, dan itu sebabnya kata-kata tak sepenuhnya transparan. Tak pernah jelas apa yang sebenarnya ditandai dengan kata ”seribu”. Percakapan sehari-hari, retorika resmi dan nyanyian populer, (”tinggi gunung 1.000 janji”, kata sebuah lagu tahun 1950-an), menyebut angka itu lebih sebagai sebuah kiasan yang hendak mengesankan jumlah yang ”tak terhingga”.

Bandung Bondowoso agaknya tahu akan hal itu: ia harus siap menjangkau yang tak terhingga. Ketika sore mulai merayap, ia berangkat meninggalkan markas, sendiri. Konon di bukit itu para roh halus membantunya mengangkat batu dari Merbabu, menyusun dan memahatnya dengan relief yang menakjubkan.

Waktu pun berjalan, tapi apa yang membatasi ”malam” dengan ”pagi”? Fajar yang merekah, cicit burung di hutan, detakan lesung perempuan tani, atau asap dapur di balik gunuk? Atau sebuah kesadaran akan batas—yang mengingatkan bahwa yang ”tak terbatas” selalu luput?

Tapi siapa yang mengatakan kisah Bandung Bondowoso hanyalah cerita kesia-siaan tak akan memahami bahwa yang terbatas juga punya daya gugah dan mampu menyentuh hati. Ketika ia tahu ia gagal menyelesaikan 1.000 candi—dan gagal pula cintanya kepada Jonggrang—Bandung Bondowoso pergi ke belukar dan memahat sebuah patung. Ia ingin mengenang perempuan itu.

Patung itu: sebuah ikhtiar menggapai yang indah. Ia bukan keindahan itu sendiri, tapi tetap berharga hingga hari ini.

~Majalah Tempo Edisi. 35/XXXIV/13 – 19 Oktober 2006~

About these ads

Komentar»

1. Pendeta Budiman - Desember 25, 2006

tulisan ini mengajari aku arti menerima kekalahan. kehilangan anak, bagiku awalnya adalah sebuah kekalahan. tetapi, aku belajar di sini tentang merayakan sebuah kekalahan; sebuah kerapuhan. karena, dalam hidup ini selalu ada yang tak terbatas yang selalu luput. aku ingat, ini yang disebut Lacan dengan “le riel”. Indah sekali mas Goen menggambarkan kerapuhan ini. Trims.

2. swanvri - Januari 15, 2007

selalu ada yang luput, selalu ada yg kurang. ada luka tak tersembuhkan……, kembali kepada the real adalah kemustahilan, tapi there is the creative function of the wrod (ecrit)

3. Nur Faishal - Januari 17, 2007

Saya tidak tahu. Apakah yang dimaksud Kang GM adalah penyerahan total terhadap sebuah kekalahan ataukah kekalahan itu sebagai pelecut untuk meraih kemenangan? Disadari, setiap agungnya pencapaian peradaban manusia selalu dilatarbelakangi kekecewaan (kekalahan). Revolusi di setiap catatan sejarah juga dimulai dari kekalahan satu pihak.
Oh…, barangkali ini yang dinamakan roda kehidupan…….

4. heri - April 17, 2007

Ya, hal ini mengingatkan saya pada celetuk anak muda masa kini,
bila cinta tak harus memiliki [bentu fisik]
bila cinta itu buta [kerasionalan]
bila cinta itu penuh pengorbanan [dan segalanya]
bila cinta itu memang memabukkan [otak]

cinta itu bergantung kita …

5. ant - Mei 12, 2007

yo ngono wae lah

6. aiLaNza - Oktober 4, 2007

klo mNuRUt gW pRibadi cRita iNi MeMbeRi iNspirasi baGwa kEkalaHan BukanLah sWtu HaL yaNg meMbuat Kita HarUs TerpUrUk daN jatUh dalaM jUraNg Yang saMa daN daLaM lOroNg yaNg kelaM..
manUsia iTu ga ada Yg seMpuRana..kekuatan yg kiTa miliki itu terbatas yaNg Tak Terbatas adalaH kekUasaan allah, jd sElagi lOe [peRCaya atas kEkUasaanNya maka yakiNlah bahwa dri KaliaN mampu baNgkit Dari kHidUpan yang kaliaN anGgap KaCau daN braNtakan.kaRna gW peRcaya slagi Qt maU berUsaha aLlaH paSti MaU MnuntUn QT keMbali ke jLaN yg beNar..kaRna allah Maha pengaSiH lagI MaHa peNyayaNg.

aidan - November 12, 2010

ini teks komentar paling buruk.

7. aiLaNza - Oktober 4, 2007

MuNgkiN apa Yang KiTa TuLis TeRdeNgar sOk,,kaRna TeRlalU meNgagUngkan NaMa Mu ya ROBB..
tapi yang kaMi peRCaya baHwa eNgkaU adaLah ZaT tUNNgaL yaNg TiaDa TaRa DaN t!ada HeNti sEperti semua yang eNgkau cipTakan baik di dUNia,akHirat maUpuN di aLaM baka..Karna HaNya kekuasaaNmOe YaMg tak TerbeNdUng niLaiNya..aMieN…

aidan - November 12, 2010

gak aturan dan provokatif. tulisannya kacau, isinya menjejalkan keyakinan pada pihak lain. seperti anjing yang selalu lebih galak dari tuannya.

8.   bondowoso Komentar pada Bandung Bondowoso oleh aiLaNza | Gerbong Maut Dot Com - November 21, 2007

[...] bondowoso MuNgkiN apa Yang KiTa TuLis TeRdeNgar sOk,,kaRna TeRlalU meNgagUngkan NaMa Mu ya ROBB.. tapi yang kaMi peRCaya baHwa eNgkaU adaLah ZaT tUNNgaL yaNg TiaDa TaRa DaN t!ada HeNti sEperti semua yang eNgkau cipTakan baik di dUNia,akHirat … Read more about Komentar pada Bandung Bondowoso oleh aiLaNza [...]

9. jho - Januari 27, 2008

It`s OK

10. sudah sampai - Februari 6, 2008

bandung Bondowosso hanya sebuah kisah, mungkin terilhami oleh kisah 1001 malam Arabia. Kisah memang ada maknanya, kalau di kisah saduran BB ini sebenarnya menunjukkan keterbatasan kita sendiri sebagai manusia. Meskipun menang perang atau bisa melakukan apa saja, tapi tetap saja kemampuan manusia ada batasnya. BB hanya tamsil tentang nafsu manusia yang tak ada habisnya sampai-sampai sombong bahwa manusia ya manusia, kemampuannya terbatas. Kisah BB mirip bgt dengan kisah Sangkuriang, sama-sama tokohnya tak sanggup menyelesaikan tugas dalam waktu semalem. Ah, sehari emang 1000 tahun kata kitab AQ, jadi hidup jalani saja dengan sadar dan penuh hikmah, jangan serakah, tamak dan lalai sampai-sampai mengabaikan keseimbangan. Ada pengajaran dalam kisah BB maupun Sangkuriang bagi masyarakat Indonesia khususnya yang tinggal di Jawa supaya memperhatikan keseimbangan alam (Ibu Pertiwi, tokoh wanita di kisah BB maupun Sangkuriang). Jika tidak ya begitulah yang terjadi, longsor dimana-mana, banjir, ada gempa panik, ada gunung meletuis, bukannya sadar dan taubat eh malah jadi syirik….apa kata dunia karakter manusia Indonesia yang nafsunya gede dan suka melampaui batas sebenarnya telah dikenal oleh pujangga pembuat kisah Sangkuriang maupun BB sejak zaman baheula. Dan itu semua tak berbah sampai hari ini…

11. fand's - September 12, 2008

bondowoso tunjukkan prestasimu di bidang ilmu pengetahuan

12. fsiekonomi.multiply.com - November 29, 2008

bandung needs a reformation in morality. i think. :-)

13. nawawi - Maret 13, 2009

videonya mana!

14. nawawi - Maret 13, 2009

videonya mana! asu

sugeng riyanto - Mei 25, 2012

ya begitulah hebatnya Gunawan. Hanya dengan tulisasn saja mampu membuat emosi anda sampe di ubun2.

15. sioux - Maret 30, 2009

trims,telah memberi sebuah perbendaharaan makna legenda dan wawasan tentang tirani budaya alam pikir……..

16. sioux - Maret 30, 2009

meskipun bandung bondowoso dinyatakan kalah tapi semangat dan seni yang megaliri jiwa dan darahnya shg tanpa disadari antara cinta,ungkapan hati yang menyatu dengan ide untuk membuat karya seni telah membawanya ke alam bawah sadar atas kegaguman dan nafsu terhadap sosok roro jonggrang…..bandung bondowoso adalah panji semangat didunia arsitek dan sipil di dunia modern…..bagi saya adalah sebuah kemenangan karena ia adalah salah satu tokoh IDOLA SAYA

17. kwangkxz - Agustus 14, 2009

Bandung Bondowoso adalah sebuah kisah yang penuh makna.

18. josef - Oktober 1, 2009

Keinginan manusia tak terbatas.Kadangkala kita berfikir tanpa berpijak dibumi.Kepuasan batiniah yang tak terpenuhi.Kita merasa asing melihat sosok di depan cermin.Sesuatu yang entah datangnya dari mana,tujuannya kemana. Jika kita bertanya apapun ia tak kan menjawab, hanya membisu. Cermin itu memang harus dihancurkan leyap dan menghilang. Akhirnya segala masalah selesai sudah.

19. josef - Oktober 2, 2009

Saya kira ilmu Bandung Bondowoso Werkudara dan Anoman mirip dengan cerita Zarathustra F.Nietzie tentang metamorforsis .Bercerita tentang unta yang bangga pada dirinya sendiri karena sanggup membawa beban yang banyak dipundaknya. Unta itu akhirnya bertemu dengan singa sang pemalas yang ditakuti dan dihormati diwilayah kekuasaanya. Pada akhirnya unta ingin menjadi singa pemalas yang ditakuti. ia malu setelah sadar ia hanyalah pemikul beban yang tidak dihormati. Agak sama dengan ilmu Bandung Bondowoso Werkudoro. Dengan ilmu itu Werkudara bisa memindahkan gunung yang menghambat perjalannya.Anoman menggunakan ilmu Bandung Bandowoso menindihi jasad Dasamuka dengan sebuah gunung. Werkudoro konsisten dengan prinsipnya memikul beban saudara-saudaranya setelah ditinggal Pandu Dewanata. Werkudara tidak iri pada Punthadewa yang dihormati dalam singgasana kerajaanya. Hanya orang yang kuat beriktiar yang pantas di beri ilmu Bandung Bondowoso agar mudah untuk memikul beban saudara-saudaranya.

20. Nyubi - Oktober 3, 2009

Benar sekali: setiap kemenangan mengandung kekalahan :)

21. onesimpletech - Oktober 30, 2009

nice article…

Bali Page – Island of Bali
Indonesia Page – All About Indonesia

22. raka samudra - Desember 2, 2009

tetap semangat, dan berjuang karena cinta murni bukan harus memiliki, sukses buat BANDUNG BONDOWOSO

23. yoga - Januari 2, 2010

sbg ank bngsaaa dr tlatah prambanan yg prna mrasa diluluhlantahkan oleh Maha Karya dasyatNYA, yait gempa tgl 26 Mei ’06. Tp q ttp brtahan&trus brjalan dng pnh spirit krn trinsprasi btapa hbty dinasti SANJAYA sbg leluhur adiluhung qt.

24. Rahmat Giling - Januari 19, 2010

Dari Yang tanpa batas lahirlah yang terbatas yang kemudian bergerak menuju Yang tanpa batas,………

25. surya esa - Maret 6, 2010

Roro jonggrang dalam menghargai dirinya itulah yang penting dari tulisan diatas,yang itu sudah tidak dipunyai perempuan masa kini.

26. deka - April 11, 2010

waaw………..abah bondowoso….emang prikitiw….
jd mengerti arti sebuah cinta yg tak dpt dipkskan…semua kembali kepada allah swt.

27. Ahmad IS MAKMUR SEJAHTERA - Mei 13, 2010

Memang bandung bondowoso penguasa yg gagah dan mungkin juga tampan serta perkasa ! Akan tetapi kenapa dia tidak mendapatkan cinta dari loro jonggrang ? Nah di sinilah letak arti dari pada kekuasaan yg maha kuasa yg mungkin di lewat kan yang namanya cinta ! Seberapa kuat dan perkasanya serta ketampanan seseorang, untuk masalah cinta seseorang tidak akan berdaya untuk serta merta memiliki, menyuruh jatuh cinta pada seseorang ! Contoh adalah bukti nyata : yakni loro jonggrang….! Akan tetapi jaman sekarang hampir rata rata orang tidak melihat dan mungkin tertutup oleh kemewahan dan gebyar dunia ! Sehingga yg namanya cinta bisa di perjual belikan, contoh : PKS, atau misal : tidak cinta pada seseorang, tetapi begitu melihat seseorang tsb kaya dan banyak harta maka yg namanya cinta bisa mendadak jatuh cinta ! Tetapi banyak contoh juga untuk yg demikian, artis artis kita contohnya : banyak yg kawin cerai gara gara mendadak jatuh cinta karena harta tersebut ! Meskipun demikian tidak kapok kapoknya mereka tertipu dan tertipu, sakit dan sakit hati gara gara jatuh cinta mendadak karena cinta tsb ! Oleh sebab itu jangan mudah jatuh cinta kepada seseorang, dan apabila suka dan senang ama seseorang jangan sampai masuk di hati jika nanti cinta dan dia juga cinta tanpa memandang kaya, miskin, rupa, derajat, itu baru namanya tangan tuhan berbicara !

asalngomong - Juni 21, 2010

Itukah cinta yang ada dalam kepalamu???

28. Alya Gufar - Juni 9, 2010

Terimakasih infonya, sngat membantu dan bermanfaat….
Keep Posting, Salam.

29. alay n. ugo - Juni 12, 2010

bukankah ketidakpenuhan itu, ketidaklengkapan itu, ketidaksempurnaan dan banyak ketidak lainnya yang kadang jadi batas itu sendiri adalah misteri keagungan hidup…. eh eheehe5x..

30. maspiemz - Oktober 27, 2010

untuk sebuah cinta lelaki akan melakukan apa saja, bahkan sesuatu yang berada dalam logika kemustahilan. tapi itu tak pernah cukup untuk sebuah hati perempuan yang kosong akan cinta

31. ihsan - November 23, 2010

Mohon untuk tidak memberikan komentar asal2an di blog ini. hormati usaha dan kreativitas pemilik blog. sudah sepatutnya kita berterimakasih karena kita bisa belajar online dengan membaca dan merenungi tulisan-tulisan mas goenawan m. salam

32. vip - Februari 10, 2011

Excellent post. I was checking constantly this blog and I am impressed! Very helpful information particularly the last part :) I care for such information much. I was looking for this certain information for a long time. Thank you and good luck.

33. Reiki Reten - April 13, 2011

apakah werkudoro mmpunyai ajian bandung bondowoso,kok saya blum prnah dger,thanks

34. rumah jogja - April 17, 2011

Tulisan ini cukup menarik dan bermanfaat, saya akan menyimpan link yang menarik ini untuk mampir kembali. terima kasih
tertanda
rumah jogja

35. kusuma - Juni 15, 2011

kepuasan bantiniah susah di diamkan…………………………………

36. edy - September 22, 2011

Bandung Bondowoso (BB), adalah kisah tentang pengingkaran dan perlawanan terhadap suara hatinya sendiri, karena nafsu akan kekuasaan dan keserakahan. Manusia yang pongah.

Ia, tak lagi bisa menangkap dan menebak “getar hatinya”, bahwa sedari awal, ia sejujurnya telah mencintai Roro Jonggrang. Kalau ia bermaksud menjarahnyanya, bisa dilakukan dengan mudah. Ia dirikan 1.000 candi, sebenarnya bukan untuk Roro Jonggrang. Tapi untuk “cintanya” pada Roro Jonggrang.

Andaikata ia mau mendengar “suara hatinya”, tak usah bersusah-susah dengan 1.000 candi itu.

37. DEWA TIDUR - Oktober 17, 2011

Roro jonggrang nya licik.

38. Elok LikeOrenz - November 16, 2011

luarrrr biasa untuk tulisan yang dtls udah lama tapi masih ter up date komentarnya sampai sekarang.cukup dramatis memang yang terjadi dengan BB,tapi kita bisa lihat besarnya pengorbanan dan upaya yang dilakukan meskipun “barangkali diapun tau ada unsur kemustahilan dibalik kesanggupannya”.cerita sudah berlangsung ratusan tahun mungkin jadi kita ilhami saja apa yang bisa kita dapatkan.memang benar bahwa “cinta” memberikan daya magis yang luar biasa yang seolah mampu melampaui segalanya.hal yang paling menyesakkan adalah penyesalan dikemudian hari.oleh karena itu…syarat terberat yang harus dilalui untuk sebuah keteguhan dan niatan hati pun harus dijalankan untuk sebuah perjudian besar terhadap kemauan.Kekalahan yang tertanggung oleh hal yang pernah kita coba tidak akan sesakit kalau kita hanya diam saja tanpa berbuat.wooow ini udah taun 2011…cerita BB sudah berdampingan dengan kasus2 modern seperti Nazzarudin, mafia pajak, surat palsu MK dll.salam…

39. santoso - Februari 22, 2012

itulah realita kehidupan manusia tidak boleh sombong dan takabur di atas bukit masih ada bukit. tidak boleh meremehkan yang lemah dan menganggap diri kuat dan hebat ternyata kekuatan yang hebat itu akan kalah dengan yang lemah lembut. ga percaya coba aja.

40. santoso - Februari 22, 2012

itulah realita kehidupan oleh karena itu kita tidak boleh sombong, takabur dan membanggakan diri dengan kekuatan dan kedudukan, pangkat dan derajat atapun dengan harta. sebab semua kekuatan itu pasti akan hancur dengan yang lemah lembut. sekuat apapun yang keras akan lembek, dengan lemah lembut.

41. ayu mustika - Maret 6, 2012

ceritanya keren sekali pa…kunjungan pertama,salam kenal..nitip info ya

http://www.batu-mustika.indonetwork.co.id

kilmaung - Maret 6, 2012

Suwun Mas Bandung atas infonya semoga sukses dan berlanjut silaturahminya

42. konsultan internet marketing - April 14, 2014

What i don’t realize is if truth be told how you are no longer actually much more neatly-preferred
than you might be right now. You are so intelligent.

You already know therefore considerably in terms of this topic, made me personally imagine it from so many varied
angles. Its like men and women are not interested until it’s something to do with Woman gaga!
Your personal stuffs great. At all times handle it up!

43. Webtechnologyofindia.Wordpress.Com - April 23, 2014

Greetings! Very useful advice in this particular article!
It’s the little changes that make the most significant changes.
Many thanks for sharing!

44. our website - Mei 9, 2014

I’ve been surfing online more than three hours today, yet I never found any interesting article
like yours. It is pretty worth enough for me. In my view,
if all site owners and bloggers made good content as you did, the internet will be much more
useful than ever before.

45. cliquez ici - Mei 15, 2014

Simply wish to say your article is as surprising.

The clarity for your submit is simply nice and i can suppose you are a professional on this subject.

Well along with your permission allow me to clutch your feed to stay
up to date with approaching post. Thank you a million and
please continue the rewarding work.

– cliquez ici
– cliquez ici
– cliquez ici
– cliquez ici
– cliquez ici
– cliquez ici

46. music marketing press promotion distribution and retail free pdf - Mei 16, 2014

It’s an remarkable piece of writing in favor of all the web viewers; they will
take benefit from it I am sure.

47. pirettikorea.com - Mei 30, 2014

Your style is so unique in comparison to other folks I have read stuff from.
Thank you for posting when you’ve got the opportunity,
Guess I will just bookmark this page.

– cliquez ici
– cliquez ici
– cliquez ici
– cliquez ici
– cliquez ici
– cliquez ici

48. Stormy - Mei 30, 2014

Excellent post. I definitely appreciate this website.
Continue the good work!

49. Amr.fm - Juni 8, 2014

Amr.fm

Bandung Bondowoso | Catatan Pinggir

50. shinekim.net - Juni 12, 2014

Wow that was strange. I just wrote an extremely long comment but after I clicked submit my comment didn’t appear.
Grrrr… well I’m not writing all that over again. Anyways, just wanted to say fantastic blog!

– cliquez ici
– cliquez ici
– cliquez ici
– cliquez ici
– cliquez ici
– cliquez ici

51. seo terbaik - Juli 3, 2014

whoah this blog is excellent i like studying your
posts. Keep up the great work! You know, a lot of individuals are looking round for this info, you could help them greatly.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 352 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: