<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Slamet</title>
	<atom:link href="http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/</link>
	<description>Bahasa &#124; Rasa &#124; Makna</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Dec 2009 02:55:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Sarno &#171; arca dwarapala</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-9108</link>
		<dc:creator>Sarno &#171; arca dwarapala</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 09:18:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-9108</guid>
		<description>[...] the loss, daripada hidup makin susah lebih baik meninggalkan hidup sekalian. Makin trenyuh membaca Catatan Pinggir GM di Tempo edisi pekan [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] the loss, daripada hidup makin susah lebih baik meninggalkan hidup sekalian. Makin trenyuh membaca Catatan Pinggir GM di Tempo edisi pekan [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: zaki</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-6532</link>
		<dc:creator>zaki</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 15:09:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-6532</guid>
		<description>BBM mau dan akan terus naik lagi ni!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>BBM mau dan akan terus naik lagi ni!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Dedy</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-6520</link>
		<dc:creator>Dedy</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 02:41:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-6520</guid>
		<description>Membaca ini saya juga teringat dengan caping death of sukardal. Sanggup mendatangkan empati pada Pak Slamet.  
@Sontoloyo
Baca lagi Mas Sontoloyo! (hehe..sorry tulisannya seperti itu sih). Quote tentu saja tak lengkap dan tentu sah-sah saja...tapi menanggapi separagraf tulisan tanpa membaca isi keseluruhan ya bisa begini jadinya. maklumlah saya kalau memang anda terburu-buru menanggapinya. Tapi hati-hati menggunakan kata &quot;Konyol dan stupid&quot; karena tanpa sadar bisa kita sendiri yang menjadi seperti itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca ini saya juga teringat dengan caping death of sukardal. Sanggup mendatangkan empati pada Pak Slamet.<br />
@Sontoloyo<br />
Baca lagi Mas Sontoloyo! (hehe..sorry tulisannya seperti itu sih). Quote tentu saja tak lengkap dan tentu sah-sah saja&#8230;tapi menanggapi separagraf tulisan tanpa membaca isi keseluruhan ya bisa begini jadinya. maklumlah saya kalau memang anda terburu-buru menanggapinya. Tapi hati-hati menggunakan kata &#8220;Konyol dan stupid&#8221; karena tanpa sadar bisa kita sendiri yang menjadi seperti itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ajie</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-6519</link>
		<dc:creator>ajie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 01:46:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-6519</guid>
		<description>@Sontoloyo
bukankah disini GM juga menulis bahwa ini juga cerita tentang kekuasaan dan kebebalan? para birokrat yang tak hendak tahu dan berbuat, kebijakan yang bernuansa pepesan kosong, keteledoran....apalagi?
Saya setuju Mas Ibra kalau telunjuk anda salah salah. Anda menganggap GM &quot;have something to do with it–indirectly&quot;. Ya ini dia. Caping namanya. Isinya mengingatkan kita. Ada masalah yang tak sederhana dibalik itu semua dan ada orang kecil yang terjungkal karenanya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Sontoloyo<br />
bukankah disini GM juga menulis bahwa ini juga cerita tentang kekuasaan dan kebebalan? para birokrat yang tak hendak tahu dan berbuat, kebijakan yang bernuansa pepesan kosong, keteledoran&#8230;.apalagi?<br />
Saya setuju Mas Ibra kalau telunjuk anda salah salah. Anda menganggap GM &#8220;have something to do with it–indirectly&#8221;. Ya ini dia. Caping namanya. Isinya mengingatkan kita. Ada masalah yang tak sederhana dibalik itu semua dan ada orang kecil yang terjungkal karenanya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ibra</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-6518</link>
		<dc:creator>ibra</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 04:24:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-6518</guid>
		<description>@sontoloyo, penulis artikel ini sudah melaksanakan tanggung jawab sesuai dengan kapasitasnya. Ya, menulis untuk &#039;mengingatkan&#039; para &#039;policy maker&#039;, jg kita semua akan tanggung jawab bersama. Tudingkan telunjuk anda pada siapa yg menjadi tanggung jawabnya!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@sontoloyo, penulis artikel ini sudah melaksanakan tanggung jawab sesuai dengan kapasitasnya. Ya, menulis untuk &#8216;mengingatkan&#8217; para &#8216;policy maker&#8217;, jg kita semua akan tanggung jawab bersama. Tudingkan telunjuk anda pada siapa yg menjadi tanggung jawabnya!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Sontoloyo</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-6516</link>
		<dc:creator>Sontoloyo</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 19:38:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-6516</guid>
		<description>Quote:

&quot;Apa yang bisa dilakukannya? Utangnya memberat. Tapi bukan hanya itu yang menimpanya. Ia, yang lahir di Ciamis dan mati di Pandeglang, ia yang berkeluarga di rumah 7 x 7 meter persegi berdinding gedeg yang terletak di dekat Pasar Badak, ditentukan nasibnya tak di sana, melainkan di kejauhan: oleh para birokrat Departemen Pertanian dan Perdagangan, oleh pasar dunia yang bergejolak, oleh ladang dan lumbung di Amerika Serikat, oleh pusat-pusat makanan di Cina, oleh cuaca dan panen di Brazil, oleh struktur agribisnis di Argentina.&quot;

Blaming game seperti ini yang tidak lepas daripada &quot;intelektual&quot; Indonesia. Ok, blame America, blame pasar bebas. Blame petani Amerika.

Konyol dan stupid!! Kenapa tidak blame the Indonesian government and yourself? Maybe you, the writer of the article, have something to do with it--indirectly.

Indonesia negara pertanian, tetapi kenapa tidak bisa memproduksi kedelai? Ok tanahnya tidak cocok, tetapi ada sistem rekayasa. Atau kalau memang harga meningkat, apa tidak bisa government sementara subsidi sampai sejauh tertentu sampai dimana harga tidak sampai meningkat tajam?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Quote:</p>
<p>&#8220;Apa yang bisa dilakukannya? Utangnya memberat. Tapi bukan hanya itu yang menimpanya. Ia, yang lahir di Ciamis dan mati di Pandeglang, ia yang berkeluarga di rumah 7 x 7 meter persegi berdinding gedeg yang terletak di dekat Pasar Badak, ditentukan nasibnya tak di sana, melainkan di kejauhan: oleh para birokrat Departemen Pertanian dan Perdagangan, oleh pasar dunia yang bergejolak, oleh ladang dan lumbung di Amerika Serikat, oleh pusat-pusat makanan di Cina, oleh cuaca dan panen di Brazil, oleh struktur agribisnis di Argentina.&#8221;</p>
<p>Blaming game seperti ini yang tidak lepas daripada &#8220;intelektual&#8221; Indonesia. Ok, blame America, blame pasar bebas. Blame petani Amerika.</p>
<p>Konyol dan stupid!! Kenapa tidak blame the Indonesian government and yourself? Maybe you, the writer of the article, have something to do with it&#8211;indirectly.</p>
<p>Indonesia negara pertanian, tetapi kenapa tidak bisa memproduksi kedelai? Ok tanahnya tidak cocok, tetapi ada sistem rekayasa. Atau kalau memang harga meningkat, apa tidak bisa government sementara subsidi sampai sejauh tertentu sampai dimana harga tidak sampai meningkat tajam?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Haryadi</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-6504</link>
		<dc:creator>Haryadi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 04:37:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-6504</guid>
		<description>@Zaki
&quot;Dalam Islam, merampok (korupsi) dan membunuh orang itu lebih baik daripada bunuh diri karena bunuh diri itu hukumnya kafir. Sedangkan merampok dan membunuh hanya dosa besar dan tak sampai membuat dia jatuh kafir.&quot;
Masyaallah...muak saya membaca komentar anda, mudah-mudahan saya tak sendiri...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Zaki<br />
&#8220;Dalam Islam, merampok (korupsi) dan membunuh orang itu lebih baik daripada bunuh diri karena bunuh diri itu hukumnya kafir. Sedangkan merampok dan membunuh hanya dosa besar dan tak sampai membuat dia jatuh kafir.&#8221;<br />
Masyaallah&#8230;muak saya membaca komentar anda, mudah-mudahan saya tak sendiri&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: tono</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-6135</link>
		<dc:creator>tono</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Mar 2008 11:19:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-6135</guid>
		<description>mas goen, kalo boleh tahu, judul puisi soebagio yang mas goen pakai untuk menutup tulisan ini apa?


sungguh, tak ada yang kita punya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas goen, kalo boleh tahu, judul puisi soebagio yang mas goen pakai untuk menutup tulisan ini apa?</p>
<p>sungguh, tak ada yang kita punya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: kartizah</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-5967</link>
		<dc:creator>kartizah</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Feb 2008 04:51:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-5967</guid>
		<description>Tempe eh... tempe... gak ada tempe... makan tahu... gak ada tahu... siapa yang tahu apa yang mau dimakan?? 
Makan gak makan asal kumpul.....??????</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tempe eh&#8230; tempe&#8230; gak ada tempe&#8230; makan tahu&#8230; gak ada tahu&#8230; siapa yang tahu apa yang mau dimakan??<br />
Makan gak makan asal kumpul&#8230;..??????</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bodrox</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-5926</link>
		<dc:creator>bodrox</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jan 2008 02:22:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-5926</guid>
		<description>membaca tulisan ini, kita sempat berpikir, wah.. sungguh ironis nasib bangsa ini atau &quot;nasib sebagian anak bangsa ini&quot;. Apakah sebagian itu menunjukkan keseluruhan? atau sebagian itu, dalam sebuah bangsa, akan menjadi keseluruhan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>membaca tulisan ini, kita sempat berpikir, wah.. sungguh ironis nasib bangsa ini atau &#8220;nasib sebagian anak bangsa ini&#8221;. Apakah sebagian itu menunjukkan keseluruhan? atau sebagian itu, dalam sebuah bangsa, akan menjadi keseluruhan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: [Coda] : Tempe Yang Mewah &#171; f e r t o b</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-5925</link>
		<dc:creator>[Coda] : Tempe Yang Mewah &#171; f e r t o b</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2008 19:19:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-5925</guid>
		<description>[...] terkejut dan terharu lagi ketika membaca tulisannya Bung GM di blog Catatan Pinggir yang berjudul Slamet. Dan juga tulisan Mbak Maya yang berjudul [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] terkejut dan terharu lagi ketika membaca tulisannya Bung GM di blog Catatan Pinggir yang berjudul Slamet. Dan juga tulisan Mbak Maya yang berjudul [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: zaki</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-5924</link>
		<dc:creator>zaki</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2008 15:05:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-5924</guid>
		<description>&quot;Lebih beruntungkah Brazil ketimbang Indonesia, yang kembali ke demokrasi dengan masyarakat yang telah dipangkas habis sumber-sumber kepemimpinannya? Saya tak tahu adakah ini soal malang dan mujur. Yang pasti, demokrasi datang dan negeri ini hanya punya sederet pengambil keputusan yang kacau, atau tak cerdas, atau bingung. Tampaknya cerita kedelai ini juga cerita keledai-keledai.&quot;


Dalam Islam, merampok (korupsi) dan membunuh orang itu lebih baik daripada bunuh diri karena bunuh diri itu hukumnya kafir. Sedangkan merampok dan membunuh hanya dosa besar dan tak sampai membuat dia jatuh kafir. 
Tapi entah kenapa saya jauh lebih bersimpati kepada Slamet daripada pembunuh atau koruptor. Menurut Islam, sikap saya ini pasti salah. Tapi saya tetap beriman kepada Allah SWT, meskipun aturanNya bertentangan dengan nurani saya. 

Seandainya hidup ini seperti sebuah dinas, saya ingin mengambil cuti beberapa hari. Setelah itu kembali lagi menjalani hidup.

Sebenarnya hidup itu sendiri adalah sebuah keajaiban dan kekuatan. Hanya saja kita tak menyadarinya karena telah menjalani hidup semenjak lahir, sehingga menganngapnya biasa. Ini adalah masalah psikologis, bukan ekonomis semata2. Hidup juga berpotensi berakhir dengan bunuh diri jika kita terus menerus kaya dan senang di puncak menara gading. Toh banyak juga orang kaya yang bunuh diri karena masalah cinta atau rasa malu. 

Kebahagiaan akan terasa karena adanya penderitaan sebagaimana terasanya terang karena adanya gelap. Jeruk akan terasa sangat manis di lidah setelah kita makan asam jawa. Yang paling penting dari hidup bukanlah mencapai kebahagiaan selama2nya karena kebahagiaan di dunia ini pasti relatif, akan tetapi bagimana kita mampu merasakan dan menghayati susah dan senang secara wajar.

Astaghfirullahal&#039;adhim.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Lebih beruntungkah Brazil ketimbang Indonesia, yang kembali ke demokrasi dengan masyarakat yang telah dipangkas habis sumber-sumber kepemimpinannya? Saya tak tahu adakah ini soal malang dan mujur. Yang pasti, demokrasi datang dan negeri ini hanya punya sederet pengambil keputusan yang kacau, atau tak cerdas, atau bingung. Tampaknya cerita kedelai ini juga cerita keledai-keledai.&#8221;</p>
<p>Dalam Islam, merampok (korupsi) dan membunuh orang itu lebih baik daripada bunuh diri karena bunuh diri itu hukumnya kafir. Sedangkan merampok dan membunuh hanya dosa besar dan tak sampai membuat dia jatuh kafir.<br />
Tapi entah kenapa saya jauh lebih bersimpati kepada Slamet daripada pembunuh atau koruptor. Menurut Islam, sikap saya ini pasti salah. Tapi saya tetap beriman kepada Allah SWT, meskipun aturanNya bertentangan dengan nurani saya. </p>
<p>Seandainya hidup ini seperti sebuah dinas, saya ingin mengambil cuti beberapa hari. Setelah itu kembali lagi menjalani hidup.</p>
<p>Sebenarnya hidup itu sendiri adalah sebuah keajaiban dan kekuatan. Hanya saja kita tak menyadarinya karena telah menjalani hidup semenjak lahir, sehingga menganngapnya biasa. Ini adalah masalah psikologis, bukan ekonomis semata2. Hidup juga berpotensi berakhir dengan bunuh diri jika kita terus menerus kaya dan senang di puncak menara gading. Toh banyak juga orang kaya yang bunuh diri karena masalah cinta atau rasa malu. </p>
<p>Kebahagiaan akan terasa karena adanya penderitaan sebagaimana terasanya terang karena adanya gelap. Jeruk akan terasa sangat manis di lidah setelah kita makan asam jawa. Yang paling penting dari hidup bukanlah mencapai kebahagiaan selama2nya karena kebahagiaan di dunia ini pasti relatif, akan tetapi bagimana kita mampu merasakan dan menghayati susah dan senang secara wajar.</p>
<p>Astaghfirullahal&#8217;adhim.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Toni</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-5907</link>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Jan 2008 03:25:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-5907</guid>
		<description>aku prihatin atas himpitan yang menimpa Pak Slamet
meski aku sangat nelangsa cerita akhir Pak Slamet
sebuah akhir kesabaran yang kurang manis, wahai Pak Slamet

aku saksikan di sekitarku banyak &quot;Pak Slamet&quot;
yang susah dan menjerit laksana Pak Slamet
aku bangga karena mereka berani hidup meski belum slamet

berani hidup lebih sulit dari berani mati!
meski hidup penuh dera tanpa henti
tapi kita semua adalah saksi &quot;mati&quot;:

kita diam ada susah mengepung 
bisu dalam lingkaran zona nyaman

Pak Slamet berhenti diri bukan hanya salah SBY dan kroni
tanggungjawab itu juga mengenai diri ini</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aku prihatin atas himpitan yang menimpa Pak Slamet<br />
meski aku sangat nelangsa cerita akhir Pak Slamet<br />
sebuah akhir kesabaran yang kurang manis, wahai Pak Slamet</p>
<p>aku saksikan di sekitarku banyak &#8220;Pak Slamet&#8221;<br />
yang susah dan menjerit laksana Pak Slamet<br />
aku bangga karena mereka berani hidup meski belum slamet</p>
<p>berani hidup lebih sulit dari berani mati!<br />
meski hidup penuh dera tanpa henti<br />
tapi kita semua adalah saksi &#8220;mati&#8221;:</p>
<p>kita diam ada susah mengepung<br />
bisu dalam lingkaran zona nyaman</p>
<p>Pak Slamet berhenti diri bukan hanya salah SBY dan kroni<br />
tanggungjawab itu juga mengenai diri ini</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Dion. S.Soegijoko.</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-5905</link>
		<dc:creator>Dion. S.Soegijoko.</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2008 09:19:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-5905</guid>
		<description>Pak Slamet.........TUHAN Yg ESA jauh lebih BESAR dari semua kesalahanmu dan kesalahanku...juga kesalahan kita semua. Walaupun engkau pulang dengan caramu sendiri saya amat yakin DIA memahami kelemahanmu.....kelemahanku.....dan kelemahan kita semua........dan DIA akan memaafkan.....karena DIA Pencipta dan tempat semua ciptaan kembali.....betapapun rapuh....lunglai dan jahat-kotornya.....
Ironisnya,....di sini di negeri ini....orang masih getol berdebat tentang &quot;sepotong&quot; &quot;dua potong&quot; ayat yang kadang seenak perut dicomot-lepas dari konteksnya.....Atau sekedar memamah-biak mengikuti pendapat para &quot;ahli&quot; terdahulu tanpa dikaji-ulang....Pembicaraan bisa njelimet......ngotot....dan kian lama sering kian ngawur.....! Sementara korban akibat kemiskinan.....salah urus....tak diabaikan, dicuekin....jatuh bergelimpangan dari hari ke hari......Apa artinya berAGAMA...kalau hanya asyik sendiri ....bersama kelompoknya.....bersama &quot;majelis&quot;nya....? Sibuk ritual, ziarah.....cari &quot;credit point ke surga  ? tapi melupakan kemanusiaan ......! Saatnya pemahaman TUHAN lebih membumi....lebih peduli kepada sesama.....tanpa memilah-dan memilih apa identitasnya.....berjenggot apa tidak....., bajunya warna apa ? dsb-dsbnya..........</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Slamet&#8230;&#8230;&#8230;TUHAN Yg ESA jauh lebih BESAR dari semua kesalahanmu dan kesalahanku&#8230;juga kesalahan kita semua. Walaupun engkau pulang dengan caramu sendiri saya amat yakin DIA memahami kelemahanmu&#8230;..kelemahanku&#8230;..dan kelemahan kita semua&#8230;&#8230;..dan DIA akan memaafkan&#8230;..karena DIA Pencipta dan tempat semua ciptaan kembali&#8230;..betapapun rapuh&#8230;.lunglai dan jahat-kotornya&#8230;..<br />
Ironisnya,&#8230;.di sini di negeri ini&#8230;.orang masih getol berdebat tentang &#8220;sepotong&#8221; &#8220;dua potong&#8221; ayat yang kadang seenak perut dicomot-lepas dari konteksnya&#8230;..Atau sekedar memamah-biak mengikuti pendapat para &#8220;ahli&#8221; terdahulu tanpa dikaji-ulang&#8230;.Pembicaraan bisa njelimet&#8230;&#8230;ngotot&#8230;.dan kian lama sering kian ngawur&#8230;..! Sementara korban akibat kemiskinan&#8230;..salah urus&#8230;.tak diabaikan, dicuekin&#8230;.jatuh bergelimpangan dari hari ke hari&#8230;&#8230;Apa artinya berAGAMA&#8230;kalau hanya asyik sendiri &#8230;.bersama kelompoknya&#8230;..bersama &#8220;majelis&#8221;nya&#8230;.? Sibuk ritual, ziarah&#8230;..cari &#8220;credit point ke surga  ? tapi melupakan kemanusiaan &#8230;&#8230;! Saatnya pemahaman TUHAN lebih membumi&#8230;.lebih peduli kepada sesama&#8230;..tanpa memilah-dan memilih apa identitasnya&#8230;..berjenggot apa tidak&#8230;.., bajunya warna apa ? dsb-dsbnya&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: padjar</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-5904</link>
		<dc:creator>padjar</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2008 09:07:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-5904</guid>
		<description>Soal Slamet bunuh diri itu urusan dia dg Tuhan. Bunuh diri itu yg dia pilih secara sadar dan terencana (bukan merampok atau jadi maling).  

Tapi bukan masalah tindakan yg dia pilih,  bukan soal bunuh diri itu yg jadi ihwal utama melainkan kenyataan adanya andil orang (-orang) lain yg membuat Slamet merasa putus harap, merasa sgl masalahnya tidak ada jalan kelular, merasa tidak ada yg mau menolong, setidaknya utk memberinya uang utk menuntup utangnya yg tinggal separuh dari Rp. 5 juta, atau memberinya kemudahan utk memperoleh kredit dari bank tanpa perlu jaminan, atau menolongnya membiayai sekolah anaknya. 
Baginya semua orang tampak seperti nggak mau tahu kesulitannya, dan karena itu dia putus harap, putus asa. 

Dan spt yg sdh lama kita saksikan, di negeri ini setiap tragedi yg menimpa orang miskin seringkali disumbangkan oleh kebebalan orang yg berkuasa dan kepelitan orang kaya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Soal Slamet bunuh diri itu urusan dia dg Tuhan. Bunuh diri itu yg dia pilih secara sadar dan terencana (bukan merampok atau jadi maling).  </p>
<p>Tapi bukan masalah tindakan yg dia pilih,  bukan soal bunuh diri itu yg jadi ihwal utama melainkan kenyataan adanya andil orang (-orang) lain yg membuat Slamet merasa putus harap, merasa sgl masalahnya tidak ada jalan kelular, merasa tidak ada yg mau menolong, setidaknya utk memberinya uang utk menuntup utangnya yg tinggal separuh dari Rp. 5 juta, atau memberinya kemudahan utk memperoleh kredit dari bank tanpa perlu jaminan, atau menolongnya membiayai sekolah anaknya.<br />
Baginya semua orang tampak seperti nggak mau tahu kesulitannya, dan karena itu dia putus harap, putus asa. </p>
<p>Dan spt yg sdh lama kita saksikan, di negeri ini setiap tragedi yg menimpa orang miskin seringkali disumbangkan oleh kebebalan orang yg berkuasa dan kepelitan orang kaya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: raz ghaz</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-5902</link>
		<dc:creator>raz ghaz</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2008 06:03:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-5902</guid>
		<description>Tulisan GM &amp; yg lainnya begitu bernada pembelaan. namun..memang diakui, 
terasa getaran rasa peduli &amp; semangat  anak manusia dari komentar2 saudara2 semua. kita semua tak seharusnya putus asa untuk mencapai derajat mulia selaku nmanusia. bunuh diri..apapun alasannya tetap tidak boleh dibenarkan.sekalipun hidup terjerat berjuta problema. dan ianya bukan contoh yg baik bagi semua. SLaMET...tidak adakah jalan lain dari bangsa ini untuk membantu orang sepertimu?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan GM &amp; yg lainnya begitu bernada pembelaan. namun..memang diakui,<br />
terasa getaran rasa peduli &amp; semangat  anak manusia dari komentar2 saudara2 semua. kita semua tak seharusnya putus asa untuk mencapai derajat mulia selaku nmanusia. bunuh diri..apapun alasannya tetap tidak boleh dibenarkan.sekalipun hidup terjerat berjuta problema. dan ianya bukan contoh yg baik bagi semua. SLaMET&#8230;tidak adakah jalan lain dari bangsa ini untuk membantu orang sepertimu?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Menggugat Mualaf</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-5900</link>
		<dc:creator>Menggugat Mualaf</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2008 04:43:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-5900</guid>
		<description>kadang saya pikir, SBY sedang sibuk bikin lagu tuk pak harto..
sampai lupa kalau disuruh ngurus negara.. ;-(

yang bisa saya lakukan sebagai ibu rumah tangga, adalah tetap membeli tahu dan tempe meski harganya meninggi..
bukan apa-apa, biarkan roda kehidupan ini tetap berputar, meski perlahan.. menanjak dan berat..
mereka saudara kita juga..

sebagai sebuah negara,
kita memang sedang &quot;diajari&quot; tuhan..
tak perlu disesali caraNya mengajari kita lewat begitu banyak kepedihan..
karena memang begitulah cara yang bisa buat kita mengerti..
selain cara itu, kita begitu bebal..

saya yakin, kepedihan dan penderitaan ini akan nyalakan apinya..
api dari rasa jiwa yang selama ini tertidur oleh mimpi-mimpi..
yang akan menyala dan terang benderang 
menerangi jalan kita sebagai sebuah bangsa tuk memerdekakan diri dari jerat setan yang selama ini membelenggu..

dan yang pasti, 
bukan nyala api hanya dari jiwa seorang yang sedang bikin lagu ditengah penderitaan ini..
tapi dari jiwa kita semua.. 
kehangatan dan terang dari rasa cinta yang menyala-nyala..

anis</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kadang saya pikir, SBY sedang sibuk bikin lagu tuk pak harto..<br />
sampai lupa kalau disuruh ngurus negara.. ;-(</p>
<p>yang bisa saya lakukan sebagai ibu rumah tangga, adalah tetap membeli tahu dan tempe meski harganya meninggi..<br />
bukan apa-apa, biarkan roda kehidupan ini tetap berputar, meski perlahan.. menanjak dan berat..<br />
mereka saudara kita juga..</p>
<p>sebagai sebuah negara,<br />
kita memang sedang &#8220;diajari&#8221; tuhan..<br />
tak perlu disesali caraNya mengajari kita lewat begitu banyak kepedihan..<br />
karena memang begitulah cara yang bisa buat kita mengerti..<br />
selain cara itu, kita begitu bebal..</p>
<p>saya yakin, kepedihan dan penderitaan ini akan nyalakan apinya..<br />
api dari rasa jiwa yang selama ini tertidur oleh mimpi-mimpi..<br />
yang akan menyala dan terang benderang<br />
menerangi jalan kita sebagai sebuah bangsa tuk memerdekakan diri dari jerat setan yang selama ini membelenggu..</p>
<p>dan yang pasti,<br />
bukan nyala api hanya dari jiwa seorang yang sedang bikin lagu ditengah penderitaan ini..<br />
tapi dari jiwa kita semua..<br />
kehangatan dan terang dari rasa cinta yang menyala-nyala..</p>
<p>anis</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Nunur H</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-5894</link>
		<dc:creator>Nunur H</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2008 22:12:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-5894</guid>
		<description>Sebagai bangsa, nyatanya kita telah lama bangkrut. Telah lama gulung tikar. Tetapi kita sungguh celaka hidup dalam negara yang kehilangan harapan...semoga Slamet, dimanapun ia kini, tidak hanya menjadi noktah kecil. tidak juga debu yang begitu saja hilang dari radar berjuta-juta manusia. Slamet, Sukardal, akan terus menggemakan ingatan kita sampai kapan-pun...AMIEN</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai bangsa, nyatanya kita telah lama bangkrut. Telah lama gulung tikar. Tetapi kita sungguh celaka hidup dalam negara yang kehilangan harapan&#8230;semoga Slamet, dimanapun ia kini, tidak hanya menjadi noktah kecil. tidak juga debu yang begitu saja hilang dari radar berjuta-juta manusia. Slamet, Sukardal, akan terus menggemakan ingatan kita sampai kapan-pun&#8230;AMIEN</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: DANIEL!</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-5890</link>
		<dc:creator>DANIEL!</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2008 10:18:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-5890</guid>
		<description>salut dan empati untuk pak slamet.. yang telah mengulur takdir sampai ujung asanya.. harus menjadi pelajaran bagi kita semua sebagai bangsa..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salut dan empati untuk pak slamet.. yang telah mengulur takdir sampai ujung asanya.. harus menjadi pelajaran bagi kita semua sebagai bangsa..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: chi</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-5889</link>
		<dc:creator>chi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2008 09:43:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/2008/01/21/222/#comment-5889</guid>
		<description>orang sekarang ga takut mati...
tapiiieeeyyy....
TAKUT HIDUP...!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>orang sekarang ga takut mati&#8230;<br />
tapiiieeeyyy&#8230;.<br />
TAKUT HIDUP&#8230;!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
