<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Fitna</title>
	<atom:link href="http://caping.wordpress.com/2008/04/07/fitna/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://caping.wordpress.com/2008/04/07/fitna/</link>
	<description>Bahasa &#124; Rasa &#124; Makna</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Jan 2010 08:34:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: fsiekonomi.multiply.com</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/04/07/fitna/#comment-7232</link>
		<dc:creator>fsiekonomi.multiply.com</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 08:28:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=242#comment-7232</guid>
		<description>well, the second last previous comments is absolutely, sorry, stupid.

:-)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>well, the second last previous comments is absolutely, sorry, stupid.</p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: edy</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/04/07/fitna/#comment-6917</link>
		<dc:creator>edy</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 04:42:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=242#comment-6917</guid>
		<description>@kebenaran
bego lu...analisis di awali dengan kebencian ya gini jadinya. Saya muslim yang menghargai budha...andaikan Budha dan Muhammad hidup sampai sekarang mereka pasti muak melihat pola pokir orang-orang kayak sampeyan ini...pola pikir tai kucing</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@kebenaran<br />
bego lu&#8230;analisis di awali dengan kebencian ya gini jadinya. Saya muslim yang menghargai budha&#8230;andaikan Budha dan Muhammad hidup sampai sekarang mereka pasti muak melihat pola pokir orang-orang kayak sampeyan ini&#8230;pola pikir tai kucing</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Kebenaran</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/04/07/fitna/#comment-6911</link>
		<dc:creator>Kebenaran</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 11:31:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=242#comment-6911</guid>
		<description>Budha dan Muhammad 
Budha dan Muhammad adalah dua tokoh besar. Tetapi masing-masing memiliki riwayat hidup tersendiri.

Budha dikenal sebagai pertapa yang kemudian mengajarkan orang-orang supaya berbuat baik dan hidup sempurna. Sebelum menjadi pertapa dan dikenal sebagai Budha, dia adalah seorang pangeran bernama Sidharta Gautama.

Ketika mengandung Sidharta Gautama, ibunya bermimpi bahwa anak dalam kandungannya kelak menjadi orang besar, tokoh, di dunia.

Mimpi itu menjadi kenyataan… Sidharta Gautama suatu ketika keluar istana, dan melihat penderitaan orang-orang: tua, sakit, dan menderita. Sidharta Gautama terusik dengan melihat penderitaan. Lalu Sidharta Gautama mencari cara supaya penderitaan orang-orang berkurang.

Sidharta Gautama pergi dari istana, memilih hidup menjadi pertapa, bukannya menjadi pangeran. Dalam menjalani hidup bertapa, akhirnya Sidharta Gautama menemukan bahwa berbuat baik dan hidup sempurna merupakan cara mengurangi penderitaan. Penemuan ini merupakan Pencerahan, sehingga Sidharta Gautama disebut sebagai orang yang menemukan Pencerahan, atau Budha.

Dalam menjalani hidup bertapa sehingga memperoleh penemuan ini, Sidharta Gautama tidak menyebutkan adanya allah, tuhan, untuk mendorong orang berbuat baik dan hidup sempurna.

Lain lagi dengan Muhammad.

Muhammad adalah seorang yang dikenal sebagai nabi, utusan allah. Muhammad memang menyebut diri demikian.

Sebagai nabi, utusan allah, sudah pasti Muhammad melakukan perbuatan yang sesuai kehendak allah, suatu perbuatan suci.

Inilah contoh ajaran suci Muhammad:

Dikisahkan Jabir bin &#039;Abdullah: Ketika aku menikah, Rasullah bersabda kepadaku, perempuan macam apa yang kamu nikahi? Aku menjawab, aku menikahi seorang janda muda? Beliau bersabda, Mengapa kamu tidak bernafsu pada para perawan dan memanjakannya? Jabir juga berkisah: Rasullah bersabda, mengapa kamu tidak menikahi seorang perawan muda sehingga kamu dapat memuaskan nafsumu dengannya dan dia denganmu?

Hadits Bukhari Vol.7, Kitab 62, Pasal 17.


A&#039;isyah (Allah dibuatnya bahagia) diceritakan bahwa Rasullah (semoga damai sejahtera atas beliau) dinikahi ketika usianya tujuh tahun, dan diambilnya untuk rumahnya sebagai pengantin ketika dia sembilan tahun, dan bonekanya masih bersamanya; dan ketika beliau (Nabi Yang Kudus) mampus usianya delapan belas tahun.

Kitab Sahih Muslim 8, Pasal 3311.


Dikisahkan A&#039;isyah: bahwa Nabi menikahinya ketika dia berusia enam tahun dan menikmati pernikahannya ketika berusia sembilan tahun. Hisham berkata: Aku telah menceritakan bahwa A&#039;isyah menghabiskan waktunya dengan Nabi selama sembilan tahun (yaitu hingga kematiannya).

Bukhari Vol.7, Kitab 62, Pasal 65.


Muhammad telah bernasu birahi kepada anak berusia enam tahun. Apa yang tersimpan di dalam otak Muhammad? Apa pikiran mesum nabi merupakan perbuatan suci? Seorang anak kecil Muhammad nodai dalam nama allah. Dalam ilmu psikologi moderen, yang dilakukan Muhammad disebut pedofilia, dan seorang yang melakukan pedofilia dapat dikenakan sanksi hukuman mati, karena telah merampas masa depan anak-anak, dan membuat anak-anak menderita trauma kejiwaan.

Selain itu, Muhammad juga berkali melakukan pembunuhan, pembantaian, yang semua dilakukan dalam nama allah. Bahkan di Khaibar, memerintahkan memenggal 700 orang lelaki Yahudi.

Ada perbedaan jelas antara Budha dan Muhammad.

Muhammad adalah seorang nabi, utusan allah, tetapi pikirannya mesum, dan perbuatannya keji. Hal ini menunjukkan bahwa Muhammad adalah seorangbusuk yang bersembunyi di balik nama allah supaya pikiran dan perbuatannya dianggap benar.

Berbeda dengan Budha, mendorong orang berbuat baik dan hidup sempurna, tetapi tidak menyebut diri nabi, utusan allah.

Karena itu jangan heran, banyak pengikut Muhammad melakukan kekejian, kejahatan, dengan bersembunyi di balik nama allah. Mereka hanya bertindak sesuai dengan yang pernah nabi mereka lakukan semasa hidupnya.

Kekejian, kejahatan, dengan bersembunyi di balik nama allah yang Muhammad lakukan menunjukkan bahwa allah, tuhan Muhammad adalah palsu!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Budha dan Muhammad<br />
Budha dan Muhammad adalah dua tokoh besar. Tetapi masing-masing memiliki riwayat hidup tersendiri.</p>
<p>Budha dikenal sebagai pertapa yang kemudian mengajarkan orang-orang supaya berbuat baik dan hidup sempurna. Sebelum menjadi pertapa dan dikenal sebagai Budha, dia adalah seorang pangeran bernama Sidharta Gautama.</p>
<p>Ketika mengandung Sidharta Gautama, ibunya bermimpi bahwa anak dalam kandungannya kelak menjadi orang besar, tokoh, di dunia.</p>
<p>Mimpi itu menjadi kenyataan… Sidharta Gautama suatu ketika keluar istana, dan melihat penderitaan orang-orang: tua, sakit, dan menderita. Sidharta Gautama terusik dengan melihat penderitaan. Lalu Sidharta Gautama mencari cara supaya penderitaan orang-orang berkurang.</p>
<p>Sidharta Gautama pergi dari istana, memilih hidup menjadi pertapa, bukannya menjadi pangeran. Dalam menjalani hidup bertapa, akhirnya Sidharta Gautama menemukan bahwa berbuat baik dan hidup sempurna merupakan cara mengurangi penderitaan. Penemuan ini merupakan Pencerahan, sehingga Sidharta Gautama disebut sebagai orang yang menemukan Pencerahan, atau Budha.</p>
<p>Dalam menjalani hidup bertapa sehingga memperoleh penemuan ini, Sidharta Gautama tidak menyebutkan adanya allah, tuhan, untuk mendorong orang berbuat baik dan hidup sempurna.</p>
<p>Lain lagi dengan Muhammad.</p>
<p>Muhammad adalah seorang yang dikenal sebagai nabi, utusan allah. Muhammad memang menyebut diri demikian.</p>
<p>Sebagai nabi, utusan allah, sudah pasti Muhammad melakukan perbuatan yang sesuai kehendak allah, suatu perbuatan suci.</p>
<p>Inilah contoh ajaran suci Muhammad:</p>
<p>Dikisahkan Jabir bin &#8216;Abdullah: Ketika aku menikah, Rasullah bersabda kepadaku, perempuan macam apa yang kamu nikahi? Aku menjawab, aku menikahi seorang janda muda? Beliau bersabda, Mengapa kamu tidak bernafsu pada para perawan dan memanjakannya? Jabir juga berkisah: Rasullah bersabda, mengapa kamu tidak menikahi seorang perawan muda sehingga kamu dapat memuaskan nafsumu dengannya dan dia denganmu?</p>
<p>Hadits Bukhari Vol.7, Kitab 62, Pasal 17.</p>
<p>A&#8217;isyah (Allah dibuatnya bahagia) diceritakan bahwa Rasullah (semoga damai sejahtera atas beliau) dinikahi ketika usianya tujuh tahun, dan diambilnya untuk rumahnya sebagai pengantin ketika dia sembilan tahun, dan bonekanya masih bersamanya; dan ketika beliau (Nabi Yang Kudus) mampus usianya delapan belas tahun.</p>
<p>Kitab Sahih Muslim 8, Pasal 3311.</p>
<p>Dikisahkan A&#8217;isyah: bahwa Nabi menikahinya ketika dia berusia enam tahun dan menikmati pernikahannya ketika berusia sembilan tahun. Hisham berkata: Aku telah menceritakan bahwa A&#8217;isyah menghabiskan waktunya dengan Nabi selama sembilan tahun (yaitu hingga kematiannya).</p>
<p>Bukhari Vol.7, Kitab 62, Pasal 65.</p>
<p>Muhammad telah bernasu birahi kepada anak berusia enam tahun. Apa yang tersimpan di dalam otak Muhammad? Apa pikiran mesum nabi merupakan perbuatan suci? Seorang anak kecil Muhammad nodai dalam nama allah. Dalam ilmu psikologi moderen, yang dilakukan Muhammad disebut pedofilia, dan seorang yang melakukan pedofilia dapat dikenakan sanksi hukuman mati, karena telah merampas masa depan anak-anak, dan membuat anak-anak menderita trauma kejiwaan.</p>
<p>Selain itu, Muhammad juga berkali melakukan pembunuhan, pembantaian, yang semua dilakukan dalam nama allah. Bahkan di Khaibar, memerintahkan memenggal 700 orang lelaki Yahudi.</p>
<p>Ada perbedaan jelas antara Budha dan Muhammad.</p>
<p>Muhammad adalah seorang nabi, utusan allah, tetapi pikirannya mesum, dan perbuatannya keji. Hal ini menunjukkan bahwa Muhammad adalah seorangbusuk yang bersembunyi di balik nama allah supaya pikiran dan perbuatannya dianggap benar.</p>
<p>Berbeda dengan Budha, mendorong orang berbuat baik dan hidup sempurna, tetapi tidak menyebut diri nabi, utusan allah.</p>
<p>Karena itu jangan heran, banyak pengikut Muhammad melakukan kekejian, kejahatan, dengan bersembunyi di balik nama allah. Mereka hanya bertindak sesuai dengan yang pernah nabi mereka lakukan semasa hidupnya.</p>
<p>Kekejian, kejahatan, dengan bersembunyi di balik nama allah yang Muhammad lakukan menunjukkan bahwa allah, tuhan Muhammad adalah palsu!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Kandjeng Gusti Jossje</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/04/07/fitna/#comment-6748</link>
		<dc:creator>Kandjeng Gusti Jossje</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 14:02:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=242#comment-6748</guid>
		<description>Mas Goen Kurang Tjermat.

Saja kagum deh atas pengetahuan Mas Goen jang begitu komplit tentang politik mutachir Belanda. Tjuma sajangnja ada satu hal jang gak tepat dan itu terlihat pada kutipan berikut  

&quot;Tak ayal, dukungan melimpah ke partai yang dipimpin Wilders. Sebuah jajak pendapat mengindikasikan bahwa partai itu, PVV, bisa memperoleh 29 dari 150 kursi di parlemen seandainya pemilihan umum berlangsung setelah pembunuhan yang mengerikan itu.&quot;

Itulah jang tidak masuk akal pada tulisan ini. Partainja Geert Wilders itu baru dididirkan pada tanggal 22 Februari 2006 (lihat http://en.wikipedia.org/wiki/Party_for_Freedom). Sedangkan Theo van Gogh dibunuh oleh Mohammed Bouyeri pada bulan November 2004. Waktu itu Wilders masih anggota fraksi konservatif VVD dalam parlemen Belanda. Dia belum keluar dari VVD untuk bikin partai.

Djadi, Mas Goen, di balik ketelitian anda jang luar biasa itu, masih harus lebih tjermat lagi kalau menulis tentang politik Belanda. 

Salam dari Amsterdam.

Jossje.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Goen Kurang Tjermat.</p>
<p>Saja kagum deh atas pengetahuan Mas Goen jang begitu komplit tentang politik mutachir Belanda. Tjuma sajangnja ada satu hal jang gak tepat dan itu terlihat pada kutipan berikut  </p>
<p>&#8220;Tak ayal, dukungan melimpah ke partai yang dipimpin Wilders. Sebuah jajak pendapat mengindikasikan bahwa partai itu, PVV, bisa memperoleh 29 dari 150 kursi di parlemen seandainya pemilihan umum berlangsung setelah pembunuhan yang mengerikan itu.&#8221;</p>
<p>Itulah jang tidak masuk akal pada tulisan ini. Partainja Geert Wilders itu baru dididirkan pada tanggal 22 Februari 2006 (lihat <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Party_for_Freedom)" rel="nofollow">http://en.wikipedia.org/wiki/Party_for_Freedom)</a>. Sedangkan Theo van Gogh dibunuh oleh Mohammed Bouyeri pada bulan November 2004. Waktu itu Wilders masih anggota fraksi konservatif VVD dalam parlemen Belanda. Dia belum keluar dari VVD untuk bikin partai.</p>
<p>Djadi, Mas Goen, di balik ketelitian anda jang luar biasa itu, masih harus lebih tjermat lagi kalau menulis tentang politik Belanda. </p>
<p>Salam dari Amsterdam.</p>
<p>Jossje.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rumahteduh</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/04/07/fitna/#comment-6502</link>
		<dc:creator>rumahteduh</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 23:29:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=242#comment-6502</guid>
		<description>saya setuju dengan qyai.rock. tapi kalau fitna bull shit, apa yang tak bullshit?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya setuju dengan qyai.rock. tapi kalau fitna bull shit, apa yang tak bullshit?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: qyai.rock</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/04/07/fitna/#comment-6493</link>
		<dc:creator>qyai.rock</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 20:27:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=242#comment-6493</guid>
		<description>Bullshit fitna,. Ayat-ayat cinta juga sama aja.! Sama-sama bukan informasi yg utuh dari zaman ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bullshit fitna,. Ayat-ayat cinta juga sama aja.! Sama-sama bukan informasi yg utuh dari zaman ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ini si Sri</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/04/07/fitna/#comment-6491</link>
		<dc:creator>ini si Sri</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 03:38:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=242#comment-6491</guid>
		<description>Jangan-jangan yg terpesona dengan film Ayat-Ayat Cinta juga mudah &#039;terpesona&#039; dengan film Fitna..hi..hi...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jangan-jangan yg terpesona dengan film Ayat-Ayat Cinta juga mudah &#8216;terpesona&#8217; dengan film Fitna..hi..hi&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ajie</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/04/07/fitna/#comment-6487</link>
		<dc:creator>ajie</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 08:54:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=242#comment-6487</guid>
		<description>He..he...terkadang kita keliru menganggap orang lain sama merasa/berpikir seperti yang kita rasakan/pikirkan.....sama terganggu imannya.....sama tersentuhnya.....sama terangsangnya....terhadap sebuah film atau buku. Padahal tak selalu. Ada teman saya yang ketawa  lalu pergi melihat &#039;konyol&#039;nya film Fitna. Dan ada yang seperti saya bilang Ayat-Ayat Cinta ternyata biasa-biasa aja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>He..he&#8230;terkadang kita keliru menganggap orang lain sama merasa/berpikir seperti yang kita rasakan/pikirkan&#8230;..sama terganggu imannya&#8230;..sama tersentuhnya&#8230;..sama terangsangnya&#8230;.terhadap sebuah film atau buku. Padahal tak selalu. Ada teman saya yang ketawa  lalu pergi melihat &#8216;konyol&#8217;nya film Fitna. Dan ada yang seperti saya bilang Ayat-Ayat Cinta ternyata biasa-biasa aja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: kamat</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/04/07/fitna/#comment-6484</link>
		<dc:creator>kamat</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 07:27:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=242#comment-6484</guid>
		<description>:Mas Toni, 
Pertanyaannya, kenapa anda memilih pertanyaan &quot;bagaimana kita akan melarang peredaran “film” itu?&quot;
Kenapa anda menggunakan kata &#039;kita&#039; dalam pertanyaan itu?
Kenapa anda begitu yakin banyak orang spt anda yg merasa perlu utk melarang film itu?
Bukankah justru tulisan panjang anda itu mencerminkan kekhawatiran anda sendiri dan mengganggap banyak umat muslim di tanah air ini akan terkena efek propaganda &#039;fitna&#039;?
Apakah anda tdk menyaksikan sebenarnya umat muslim di sini lbh dewasa bersikap drpd yg anda asumsikan?
Tahukah anda tindakan pemerintah yang meblokir youtube untuk menutup peredaran &#039;fitna&#039; justru merugikan lembaga penididkan yg selama ini mengambil byk manfaat dari situs internet yg diblokir pemerintah?
Kenapa hrs melarang-larang, memblokir sana-sini, seakan byk org di sini akan resah, naik pitam, atau termakan proganda murahan?
Apakah anda dan pemerintah memandang byk muslim di di negeri ini seolah-olah baru tiga bulan kemarin menganut Islam?

Jika ya, maaf saya dan banyak teman di sini tidak butuh polisi akidah...

NB: film ayat-ayat cinta tdk cukup baik utk merepresentasikan ajaran Islam yg &#039;utuh&#039;. Ajaran Islam terlalu sublim utk disampaikan lewat film drama romantis.Dan hingga kini tdk ada satu pun film yang bagus utk mjd humas dari ajaran agama.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>:Mas Toni,<br />
Pertanyaannya, kenapa anda memilih pertanyaan &#8220;bagaimana kita akan melarang peredaran “film” itu?&#8221;<br />
Kenapa anda menggunakan kata &#8216;kita&#8217; dalam pertanyaan itu?<br />
Kenapa anda begitu yakin banyak orang spt anda yg merasa perlu utk melarang film itu?<br />
Bukankah justru tulisan panjang anda itu mencerminkan kekhawatiran anda sendiri dan mengganggap banyak umat muslim di tanah air ini akan terkena efek propaganda &#8216;fitna&#8217;?<br />
Apakah anda tdk menyaksikan sebenarnya umat muslim di sini lbh dewasa bersikap drpd yg anda asumsikan?<br />
Tahukah anda tindakan pemerintah yang meblokir youtube untuk menutup peredaran &#8216;fitna&#8217; justru merugikan lembaga penididkan yg selama ini mengambil byk manfaat dari situs internet yg diblokir pemerintah?<br />
Kenapa hrs melarang-larang, memblokir sana-sini, seakan byk org di sini akan resah, naik pitam, atau termakan proganda murahan?<br />
Apakah anda dan pemerintah memandang byk muslim di di negeri ini seolah-olah baru tiga bulan kemarin menganut Islam?</p>
<p>Jika ya, maaf saya dan banyak teman di sini tidak butuh polisi akidah&#8230;</p>
<p>NB: film ayat-ayat cinta tdk cukup baik utk merepresentasikan ajaran Islam yg &#8216;utuh&#8217;. Ajaran Islam terlalu sublim utk disampaikan lewat film drama romantis.Dan hingga kini tdk ada satu pun film yang bagus utk mjd humas dari ajaran agama.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Dedy</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/04/07/fitna/#comment-6480</link>
		<dc:creator>Dedy</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 09:06:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=242#comment-6480</guid>
		<description>@Toni
&lt;b&gt;&quot;Jadi, hemat saya, kita tak perlu mengeluarkan energi terlalu besar hanya untuk memberi reaksi terhadap ulah iseng beberapa orang yang mengalami syndroma complex terhadap Islam semacam Salman Rusdhie, Geert Wilders, Lars Vilks, atau siapa pun!&quot;&lt;/b&gt;

Sekarang udah reda kok bung Toni...gak &#039;ribut-ribut&#039; amat kok disini..hehe. Terima kasih bang Toni udah mengeluarkan energi besar untuk menulis sepanjang ini...semoga jadi pencerahan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Toni<br />
<b>&#8220;Jadi, hemat saya, kita tak perlu mengeluarkan energi terlalu besar hanya untuk memberi reaksi terhadap ulah iseng beberapa orang yang mengalami syndroma complex terhadap Islam semacam Salman Rusdhie, Geert Wilders, Lars Vilks, atau siapa pun!&#8221;</b></p>
<p>Sekarang udah reda kok bung Toni&#8230;gak &#8216;ribut-ribut&#8217; amat kok disini..hehe. Terima kasih bang Toni udah mengeluarkan energi besar untuk menulis sepanjang ini&#8230;semoga jadi pencerahan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Toni</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/04/07/fitna/#comment-6479</link>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 08:46:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=242#comment-6479</guid>
		<description>Apa Salah Film Fitna 

Sebelumnya saya mohon maaf karena dengan menulis tema ini saya ikut membantu menjadikan “film” Fitna dan pembuatnya, Geert Wilders, semakin terkenal. Setidaknya saya menjadi orang yang kesekian kalinya yang menulis judul dan nama pembuatnya itu, sekaligus membuat Anda yang membaca tulisan ini menjadi pengejanya yang kesekian kalinya juga. 

 

Tapi begitulah kecerdikan yang diperagakan oleh Geert Wilders dalam mempopulerkan dirinya ke seluruh dunia. Mula-mula lewat jaringan internet, lantas dikutip media elektronik dan cetak, dikecam oleh beberapa pemimpin dunia, dan didemontrasi warga [Muslim] dunia. 

 

Maka dua nama itu kini menjadi pembicaraan dunia. Situs-situs yang memuat film itu dicari-cari, meski situs video sharing liveleak, situs “resmi” yang memuat pertama kali, sudah mencabutnya. Tapi begitulah dunia internet. Sekali saja, sebuah materi [tulisan atau foto dan gambar] ter-up load, maka tidak mudah menghapus jejaknya. Apalagi, sebelum materi “film” itu diedarkan ke jaringan internat, jauh-jauh hari sudah ada pengumuman bakal diedarkannnya “film” itu. Maka, internet provider dan situs-situs lain segera “mencaploknya”, yang kemudian segera pula di down load oleh para pengguna internet, lantas dicopy di hardisk, dicopy lagi di flashdisk atau CD, atau ditransfer lewat jaringan nirkabel.

 

Sampai di sini muncul pertanyaan, bagaimana kita akan melarang peredaran “film” itu, jika jaringan internet dan media imbasnya ibaratnya adalah sebuah siluman. Saya sendiri tidak yakin bahwa UU Informasi dan Transaksi Elektronik yang baru saja disahkan oleh DPR RI mampu menghambatnya. Atau, dengan kata lain, efektifkan larangan yang dikeluarkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas peredaran “film” produksi politisi ekstrem Belanda Geert Wilders itu di Indonesia?

 

Bagaimana Bersikap?

Saya terkejut saat pertama kali melihat “film” itu. Tapi terus terang keterkejutan itu bukan atas isinya yang dianggap menghujat Islam dan Al Qur’an melainkan pada penggunaan kategori film pada “karya” Geert Wilders itu. 

 

Sebelum di-up load, atau saat pengumuman pra penayangannya di internet, saya membayangkan akan diedarkannya sebuah film sebagai karya seni yang dibuat serius layaknya sebuah film, dan berisi sesuatu yang kontroversial. 

 

Namun bayangan saya itu sia-sia karena ternyata apa yang disebut “film” itu bukanlah film, melainkan hanya sekedar cuplikan atau rangkaian dokumentasi yang dicomot sana-comot sini [karena itu pada tulisan ini saya lebih suka menulis Fitna sebagai “film” dengan tanda petik]. Misalnya ada dokumentasi tentang serangan 11 September, pembunuhan sandera [di Irak] oleh pasukan perlawanan, aksi-aksi demontrasi yang dilakukan umat Islam di beberapa negara, pernyataan keras tokoh atau pemimpin Islam, atau kliping liputan tentang berbagai aksi yang oleh dunia [Barat] distigmakan sebagai kelompok teroris [Muslim]. Maka, meminjam Budiarto Shambazy, tak sukar mengerjakan Fitna, mungkin sama mudahnya  dengan membuat film dokumenter tentang liburan Anda bersama keluarga. 

 

Dengan memperhatikan fakta seperti ini, maka pertanyaan nakal saya adalah apa sebenarnya yang pantas diributkan dari Fitna? Saya kok justru membayangkan Geert Wilders lagi berbuat iseng seperti sebagian pengguna alat rekam dan internet yang kadang seenaknya saja melakukan pencemaran nama baik seseorang tanpa harus bertangggung jawab, misalnya dengan merekayasa gambarnya seolah-olah dia benar-benar beradegan telanjang! Toh lewat internet dan perangkat pendukungnya, orang bisa berbuat apa saja, termasuk bertindak anomali atau mau lain sendiri. 

 

Nah, ketika kita jadi ribut setengah mati dibuatnya, sesungguhnya kita telah masuk dalam perangkap propaganda pribadi Geert Wilders. Tapi, bukankah Geert Wilders telah melecehkan Islam atau Al Qur’an?

 

Pertama, saya sangat yakin bahwa Islam atau Al Qur’an tidak akan pernah luntur sedikit pun kemuliaannya gara-gara keisengan orang semacam Geert Wilders. Masih ingat salah satu tulisan Emha Ainun Nadjib dalam bukunya Slilit Sang Kiai? Suatu saat Emha meminta pendapat Kiai Sudrun, yang disebutnya kiai sinting dari Mojoagung, tentang Salman Rusdhie yang diributkan karena bukunya Ayat-ayat Setan. Bagaimana jawaban sang kiai? “Salman Rusdhie itu zakarnya bengkok dan sejak muda selalu mengalami ejakulasi dini ... karena ia inferior di bidang seks, makanya dia jadi bandar buntutan. Istrinya ia jual sebagai pelacur, digermoinya sendiri. Setiap lelaki disilahkan menyetubuhinya, asal wanita itu tetap menjadi milik Salman ...” Benarkah itu? Begitulah jika kita baca dari cerita Emha itu, yang mungkin mengisyaratkan bahwa Ayat-ayat Setan adalah bagian dari pelampiasan kelemahan [juga kebodohan] Salman Rusdhie.

 

Tapi inilah jawab serius Kiai Sudrun, “Soal Ayat-ayat Setan ini, makin menunjukkan bahwa dunia makin tidak beritikad baik terhadap Islam ... Tak apa. Itu bukan urusan Islam. Islam itu Islam. Islam tetap Islam, tak pernah bergeser sedikit pun dari kebenaraannya. Silahkan orang seluruh muka bumi membenci, mencurigai, atau bahkan meninggalkan Islam ... Islam tidak akan berubah seinci pun karena disalahpahami ... Islam tidak mungkin berubah, laa raiba fiih, tidak ada keraguan di dalamnya ...”

 

Dulu, tahun 90-an, ketika membaca tulisan Emha itu saya tidak terlalu paham apa makna di balik jawaban-jawaban Kiai Sudrun di atas. Tapi kini baru mulai menemukan maknanya. Ternyata hampir dua dekade sejak Salman Rusdhie memperolok Islam lewat Ayat-ayat Setan, Islam tidak pernah berubah, bahkan nilai-nilai Islam semakin dicari orang dan pemeluknya kini semakin tumbuh-berkembang [seperti yang terlihat juga pada tabel yang dibuat Geert Wilders dalam Fitna]. Demikian juga ketika berlangsung propaganda Barat bahwa Islam identik dengan teroris dengan entry point tragedi 11 September, atau pembuatan kartun Nabi Muhammad saw oleh Lars Vilks dan dimuat Jyland Posten Denmark, yang juga sempat menghebohkan itu. Jangankan kurun itu, bahkan propaganda negatif tentang Islam itu sudah ada sejak zaman Abu Lahab. 

 

Jadi, hemat saya, kita tak perlu mengeluarkan energi terlalu besar hanya untuk memberi reaksi terhadap ulah iseng beberapa orang yang mengalami syndroma complex terhadap Islam semacam Salman Rusdhie, Geert Wilders, Lars Vilks, atau siapa pun!

 

Energi itu sebaiknya kita manfaatkan untuk lebih mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata, yang secara tidak langsung akan menjadi jawaban atas berbagai tuduhan miring terhadap Islam. Misalnya ketika Islam dituduh sebagai penyebar fitnah atau kekacauan dunia, mari kita buktikan lewat amal nyata bahwa itu tidak benar.

                                           

Kedua, memang, harus diakui bahwa tidak 100% apa yang dibuat Geert Wilders dalam Fitna salah. Tentang ayat-ayat perang misalnya, memang itu ada dalam Al Qur’an. Dan sejarah Nabi Muhammad saw pun mencatat adanya episode perang. Hanya saja yang sering disalahpahami adalah konteks dan proporsi ajaran dan sejarah perang itu. 

 

Seperti dicontohkan Nabi Muhammad saw, perang hanya dilakukan dalam rangka mempertahankan diri atau melindungi kedaulatan hidup mereka yang terancam. Ini menjadi sah, sama sahnya seperti sebuah negara yang melakukan perang dengan dalih mempertahankan kedaulatannya dari serangan negara lain.

 

Sementara dalam Fitna, terekam bahwa Islam adalah penyebar kekacauan yang identik dengan pedang, kekerasan, teror, atau bom bunuh diri, karena tidak ditampilkan, misalnya, latar belakang mengapa kekerasan yang terjadi itu menjadi gejala di berbagai belahan dunia. Tidak ada tank-tank Israel yang mengempur rakyat sipil Palestina berpuluh-tahun atau tidak ada kekejaman pasukan AS dan Multinasional yang meluluhlantakkan Afghanistan atau Irak. Sementara “kekerasan” yang dilakukan oleh sebagian Muslim itu hanyalah reaksi belaka dari kesewenang-wenangan atau ketidakadilan Israel atau AS dan Barat pada dunia Islam.

 

Tapi Geert Wilders tidak bisa “disalahkan” karena tujuan dia membuat “film” bukan untuk mempropagandakan keadilan atau Islam itu sendiri, melainkan sebaliknya justru hendak mencitra-negatifkan Islam. Kita tidak bisa menuntut pada Geert Wilders misalnya, agar membuat film yang menggambarkan ajaran Islam yang utuh, tidak saja sisi jihadnya, melainkan juga tentang aspek lainnya. Bagaimana dia akan melakukan itu jika ia mengidap penyakit Islamophobia?

 

Tugas menjelaskan Islam yang utuh pada masyarakat itu adalah tanggungjawab internal umat Islam, seperti apa yang coba dilakukan secara simpatik oleh Habiburrahman El Shirazy dengan novelnya Ayat-ayat Cinta dan kemudian disosialisaikan lewat film oleh sutradara Hanung Bramantyo.

 


Mohammad Nurfatoni</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apa Salah Film Fitna </p>
<p>Sebelumnya saya mohon maaf karena dengan menulis tema ini saya ikut membantu menjadikan “film” Fitna dan pembuatnya, Geert Wilders, semakin terkenal. Setidaknya saya menjadi orang yang kesekian kalinya yang menulis judul dan nama pembuatnya itu, sekaligus membuat Anda yang membaca tulisan ini menjadi pengejanya yang kesekian kalinya juga. </p>
<p>Tapi begitulah kecerdikan yang diperagakan oleh Geert Wilders dalam mempopulerkan dirinya ke seluruh dunia. Mula-mula lewat jaringan internet, lantas dikutip media elektronik dan cetak, dikecam oleh beberapa pemimpin dunia, dan didemontrasi warga [Muslim] dunia. </p>
<p>Maka dua nama itu kini menjadi pembicaraan dunia. Situs-situs yang memuat film itu dicari-cari, meski situs video sharing liveleak, situs “resmi” yang memuat pertama kali, sudah mencabutnya. Tapi begitulah dunia internet. Sekali saja, sebuah materi [tulisan atau foto dan gambar] ter-up load, maka tidak mudah menghapus jejaknya. Apalagi, sebelum materi “film” itu diedarkan ke jaringan internat, jauh-jauh hari sudah ada pengumuman bakal diedarkannnya “film” itu. Maka, internet provider dan situs-situs lain segera “mencaploknya”, yang kemudian segera pula di down load oleh para pengguna internet, lantas dicopy di hardisk, dicopy lagi di flashdisk atau CD, atau ditransfer lewat jaringan nirkabel.</p>
<p>Sampai di sini muncul pertanyaan, bagaimana kita akan melarang peredaran “film” itu, jika jaringan internet dan media imbasnya ibaratnya adalah sebuah siluman. Saya sendiri tidak yakin bahwa UU Informasi dan Transaksi Elektronik yang baru saja disahkan oleh DPR RI mampu menghambatnya. Atau, dengan kata lain, efektifkan larangan yang dikeluarkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas peredaran “film” produksi politisi ekstrem Belanda Geert Wilders itu di Indonesia?</p>
<p>Bagaimana Bersikap?</p>
<p>Saya terkejut saat pertama kali melihat “film” itu. Tapi terus terang keterkejutan itu bukan atas isinya yang dianggap menghujat Islam dan Al Qur’an melainkan pada penggunaan kategori film pada “karya” Geert Wilders itu. </p>
<p>Sebelum di-up load, atau saat pengumuman pra penayangannya di internet, saya membayangkan akan diedarkannya sebuah film sebagai karya seni yang dibuat serius layaknya sebuah film, dan berisi sesuatu yang kontroversial. </p>
<p>Namun bayangan saya itu sia-sia karena ternyata apa yang disebut “film” itu bukanlah film, melainkan hanya sekedar cuplikan atau rangkaian dokumentasi yang dicomot sana-comot sini [karena itu pada tulisan ini saya lebih suka menulis Fitna sebagai “film” dengan tanda petik]. Misalnya ada dokumentasi tentang serangan 11 September, pembunuhan sandera [di Irak] oleh pasukan perlawanan, aksi-aksi demontrasi yang dilakukan umat Islam di beberapa negara, pernyataan keras tokoh atau pemimpin Islam, atau kliping liputan tentang berbagai aksi yang oleh dunia [Barat] distigmakan sebagai kelompok teroris [Muslim]. Maka, meminjam Budiarto Shambazy, tak sukar mengerjakan Fitna, mungkin sama mudahnya  dengan membuat film dokumenter tentang liburan Anda bersama keluarga. </p>
<p>Dengan memperhatikan fakta seperti ini, maka pertanyaan nakal saya adalah apa sebenarnya yang pantas diributkan dari Fitna? Saya kok justru membayangkan Geert Wilders lagi berbuat iseng seperti sebagian pengguna alat rekam dan internet yang kadang seenaknya saja melakukan pencemaran nama baik seseorang tanpa harus bertangggung jawab, misalnya dengan merekayasa gambarnya seolah-olah dia benar-benar beradegan telanjang! Toh lewat internet dan perangkat pendukungnya, orang bisa berbuat apa saja, termasuk bertindak anomali atau mau lain sendiri. </p>
<p>Nah, ketika kita jadi ribut setengah mati dibuatnya, sesungguhnya kita telah masuk dalam perangkap propaganda pribadi Geert Wilders. Tapi, bukankah Geert Wilders telah melecehkan Islam atau Al Qur’an?</p>
<p>Pertama, saya sangat yakin bahwa Islam atau Al Qur’an tidak akan pernah luntur sedikit pun kemuliaannya gara-gara keisengan orang semacam Geert Wilders. Masih ingat salah satu tulisan Emha Ainun Nadjib dalam bukunya Slilit Sang Kiai? Suatu saat Emha meminta pendapat Kiai Sudrun, yang disebutnya kiai sinting dari Mojoagung, tentang Salman Rusdhie yang diributkan karena bukunya Ayat-ayat Setan. Bagaimana jawaban sang kiai? “Salman Rusdhie itu zakarnya bengkok dan sejak muda selalu mengalami ejakulasi dini &#8230; karena ia inferior di bidang seks, makanya dia jadi bandar buntutan. Istrinya ia jual sebagai pelacur, digermoinya sendiri. Setiap lelaki disilahkan menyetubuhinya, asal wanita itu tetap menjadi milik Salman &#8230;” Benarkah itu? Begitulah jika kita baca dari cerita Emha itu, yang mungkin mengisyaratkan bahwa Ayat-ayat Setan adalah bagian dari pelampiasan kelemahan [juga kebodohan] Salman Rusdhie.</p>
<p>Tapi inilah jawab serius Kiai Sudrun, “Soal Ayat-ayat Setan ini, makin menunjukkan bahwa dunia makin tidak beritikad baik terhadap Islam &#8230; Tak apa. Itu bukan urusan Islam. Islam itu Islam. Islam tetap Islam, tak pernah bergeser sedikit pun dari kebenaraannya. Silahkan orang seluruh muka bumi membenci, mencurigai, atau bahkan meninggalkan Islam &#8230; Islam tidak akan berubah seinci pun karena disalahpahami &#8230; Islam tidak mungkin berubah, laa raiba fiih, tidak ada keraguan di dalamnya &#8230;”</p>
<p>Dulu, tahun 90-an, ketika membaca tulisan Emha itu saya tidak terlalu paham apa makna di balik jawaban-jawaban Kiai Sudrun di atas. Tapi kini baru mulai menemukan maknanya. Ternyata hampir dua dekade sejak Salman Rusdhie memperolok Islam lewat Ayat-ayat Setan, Islam tidak pernah berubah, bahkan nilai-nilai Islam semakin dicari orang dan pemeluknya kini semakin tumbuh-berkembang [seperti yang terlihat juga pada tabel yang dibuat Geert Wilders dalam Fitna]. Demikian juga ketika berlangsung propaganda Barat bahwa Islam identik dengan teroris dengan entry point tragedi 11 September, atau pembuatan kartun Nabi Muhammad saw oleh Lars Vilks dan dimuat Jyland Posten Denmark, yang juga sempat menghebohkan itu. Jangankan kurun itu, bahkan propaganda negatif tentang Islam itu sudah ada sejak zaman Abu Lahab. </p>
<p>Jadi, hemat saya, kita tak perlu mengeluarkan energi terlalu besar hanya untuk memberi reaksi terhadap ulah iseng beberapa orang yang mengalami syndroma complex terhadap Islam semacam Salman Rusdhie, Geert Wilders, Lars Vilks, atau siapa pun!</p>
<p>Energi itu sebaiknya kita manfaatkan untuk lebih mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata, yang secara tidak langsung akan menjadi jawaban atas berbagai tuduhan miring terhadap Islam. Misalnya ketika Islam dituduh sebagai penyebar fitnah atau kekacauan dunia, mari kita buktikan lewat amal nyata bahwa itu tidak benar.</p>
<p>Kedua, memang, harus diakui bahwa tidak 100% apa yang dibuat Geert Wilders dalam Fitna salah. Tentang ayat-ayat perang misalnya, memang itu ada dalam Al Qur’an. Dan sejarah Nabi Muhammad saw pun mencatat adanya episode perang. Hanya saja yang sering disalahpahami adalah konteks dan proporsi ajaran dan sejarah perang itu. </p>
<p>Seperti dicontohkan Nabi Muhammad saw, perang hanya dilakukan dalam rangka mempertahankan diri atau melindungi kedaulatan hidup mereka yang terancam. Ini menjadi sah, sama sahnya seperti sebuah negara yang melakukan perang dengan dalih mempertahankan kedaulatannya dari serangan negara lain.</p>
<p>Sementara dalam Fitna, terekam bahwa Islam adalah penyebar kekacauan yang identik dengan pedang, kekerasan, teror, atau bom bunuh diri, karena tidak ditampilkan, misalnya, latar belakang mengapa kekerasan yang terjadi itu menjadi gejala di berbagai belahan dunia. Tidak ada tank-tank Israel yang mengempur rakyat sipil Palestina berpuluh-tahun atau tidak ada kekejaman pasukan AS dan Multinasional yang meluluhlantakkan Afghanistan atau Irak. Sementara “kekerasan” yang dilakukan oleh sebagian Muslim itu hanyalah reaksi belaka dari kesewenang-wenangan atau ketidakadilan Israel atau AS dan Barat pada dunia Islam.</p>
<p>Tapi Geert Wilders tidak bisa “disalahkan” karena tujuan dia membuat “film” bukan untuk mempropagandakan keadilan atau Islam itu sendiri, melainkan sebaliknya justru hendak mencitra-negatifkan Islam. Kita tidak bisa menuntut pada Geert Wilders misalnya, agar membuat film yang menggambarkan ajaran Islam yang utuh, tidak saja sisi jihadnya, melainkan juga tentang aspek lainnya. Bagaimana dia akan melakukan itu jika ia mengidap penyakit Islamophobia?</p>
<p>Tugas menjelaskan Islam yang utuh pada masyarakat itu adalah tanggungjawab internal umat Islam, seperti apa yang coba dilakukan secara simpatik oleh Habiburrahman El Shirazy dengan novelnya Ayat-ayat Cinta dan kemudian disosialisaikan lewat film oleh sutradara Hanung Bramantyo.</p>
<p>Mohammad Nurfatoni</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Suluh</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/04/07/fitna/#comment-6454</link>
		<dc:creator>Suluh</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 07:40:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=242#comment-6454</guid>
		<description>Solusinya gimana ya? kalau sebaiknya sih didiemin aja biar si fitna ma wilder gak terkenal tuh..... kayaknya tuh cara terbaik deh kalau saya baca dari tulisannya GM, tapi tuisannya GM ini juga malah ikut mempopulerkan wilder... yach sama saja dong... tambah terkenal dianya....

btw, saya yakin dalam 2 tahun atau kurang entar juga sudah gak populer lagi, butuh isu lagi pasti biar si wilder terkenal lagi... jurus jitu seorang politisi yang pengen populer...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Solusinya gimana ya? kalau sebaiknya sih didiemin aja biar si fitna ma wilder gak terkenal tuh&#8230;.. kayaknya tuh cara terbaik deh kalau saya baca dari tulisannya GM, tapi tuisannya GM ini juga malah ikut mempopulerkan wilder&#8230; yach sama saja dong&#8230; tambah terkenal dianya&#8230;.</p>
<p>btw, saya yakin dalam 2 tahun atau kurang entar juga sudah gak populer lagi, butuh isu lagi pasti biar si wilder terkenal lagi&#8230; jurus jitu seorang politisi yang pengen populer&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Dedy</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/04/07/fitna/#comment-6452</link>
		<dc:creator>Dedy</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 01:49:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=242#comment-6452</guid>
		<description>Sebenarnya Wilders menyampaikan sebuah kenyataan yang memang ada ditengah-tengah kita. Kekeliruan Wilders adalah karena yang dia hadirkan tidak obyektif, dipilah-pilah agar sesuai dengan skenario kebenciannya. Dia menutup mata terhadap islam yang cinta damai. Saya pikir siapa saja bisa terjangkit benci seperti itu. Entah kepada Amerika, Yahudi, Kristen, Cina, Jawa, Madura.....karena ketakutan akan  &quot;kita&quot; yang tersingkir oleh &quot;mereka&quot;. Jika melihat film Fitna saya menduga bertambah pesatnya jumlah muslim di Belanda lah yang menjadi sumber dari ketakutan Wilders karena itu ia &quot;berkata&quot; diakhir film &quot;Stop Islamisation&quot;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya Wilders menyampaikan sebuah kenyataan yang memang ada ditengah-tengah kita. Kekeliruan Wilders adalah karena yang dia hadirkan tidak obyektif, dipilah-pilah agar sesuai dengan skenario kebenciannya. Dia menutup mata terhadap islam yang cinta damai. Saya pikir siapa saja bisa terjangkit benci seperti itu. Entah kepada Amerika, Yahudi, Kristen, Cina, Jawa, Madura&#8230;..karena ketakutan akan  &#8220;kita&#8221; yang tersingkir oleh &#8220;mereka&#8221;. Jika melihat film Fitna saya menduga bertambah pesatnya jumlah muslim di Belanda lah yang menjadi sumber dari ketakutan Wilders karena itu ia &#8220;berkata&#8221; diakhir film &#8220;Stop Islamisation&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: danalingga</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/04/07/fitna/#comment-6450</link>
		<dc:creator>danalingga</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 22:06:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=242#comment-6450</guid>
		<description>Gambaran yang diambil wilders ternyata ada yang mempraktekkan. Dan ironis, yang mempraktekkan menyatakan bahwa merekalah yang melaksanakana ajaran Islam yang murni.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Gambaran yang diambil wilders ternyata ada yang mempraktekkan. Dan ironis, yang mempraktekkan menyatakan bahwa merekalah yang melaksanakana ajaran Islam yang murni.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: dion007</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/04/07/fitna/#comment-6449</link>
		<dc:creator>dion007</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 15:09:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=242#comment-6449</guid>
		<description>bagi pembaca caping yang tidak kebingungan, pasti akan terpesona pada kemampuan GM mengalihkan kebencian dengan cara berempati.
kita perlu caping GM. mudah2an kita tak seterusnya kebingungan..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagi pembaca caping yang tidak kebingungan, pasti akan terpesona pada kemampuan GM mengalihkan kebencian dengan cara berempati.<br />
kita perlu caping GM. mudah2an kita tak seterusnya kebingungan..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Aslan</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/04/07/fitna/#comment-6446</link>
		<dc:creator>Aslan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 09:12:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=242#comment-6446</guid>
		<description>@iqbel
Ide bagus....buat juga film tentang kita yang berdebat sampai ada yang marah-marah sedangkan GM lagi santai di beranda rumah sambil minum kopi.
 Ah..comment gak bermutu...
*kabuur* :P</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@iqbel<br />
Ide bagus&#8230;.buat juga film tentang kita yang berdebat sampai ada yang marah-marah sedangkan GM lagi santai di beranda rumah sambil minum kopi.<br />
 Ah..comment gak bermutu&#8230;<br />
*kabuur* <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: iqbel</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/04/07/fitna/#comment-6445</link>
		<dc:creator>iqbel</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 08:22:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=242#comment-6445</guid>
		<description>Maka...

sebaiknya bikin aja film tentang bagaimana GM setiap minggu memutar otak untuk nulis caping..: film yang berkisah bukan tentang kebencian atau kecintaan tetapi kebingungan.. :-))</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maka&#8230;</p>
<p>sebaiknya bikin aja film tentang bagaimana GM setiap minggu memutar otak untuk nulis caping..: film yang berkisah bukan tentang kebencian atau kecintaan tetapi kebingungan.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> )</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: neo</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/04/07/fitna/#comment-6440</link>
		<dc:creator>neo</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 11:30:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=242#comment-6440</guid>
		<description>setuju dengan GM. 
kita lawan fitnah dari Wilders!
kita lawan fitnah serupa, yang gampang sekali kita dapetin dari situs-situs fundamentalis - terutama situs lokal, yang mengajak untuk membenci kelompok lain dengan mengutip penggalan2 ayat!

kayaknya yg kedua lebih penting..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju dengan GM.<br />
kita lawan fitnah dari Wilders!<br />
kita lawan fitnah serupa, yang gampang sekali kita dapetin dari situs-situs fundamentalis &#8211; terutama situs lokal, yang mengajak untuk membenci kelompok lain dengan mengutip penggalan2 ayat!</p>
<p>kayaknya yg kedua lebih penting..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Dedy</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/04/07/fitna/#comment-6422</link>
		<dc:creator>Dedy</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 02:27:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=242#comment-6422</guid>
		<description>Hehe....bener banget. Saya kadang berhayal kayaknya orang2 seperti Wilders, Bush cs, dan teroris2 seperti Al Qaeda di seluruh dunia memilih perang terbuka aja (di padang pasir misalnya biar gak mbunuhin orang2 awam) mungkin dunia semakin damai. Ah..ngimpi gw.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hehe&#8230;.bener banget. Saya kadang berhayal kayaknya orang2 seperti Wilders, Bush cs, dan teroris2 seperti Al Qaeda di seluruh dunia memilih perang terbuka aja (di padang pasir misalnya biar gak mbunuhin orang2 awam) mungkin dunia semakin damai. Ah..ngimpi gw.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ajie</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/04/07/fitna/#comment-6421</link>
		<dc:creator>Ajie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 02:19:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=242#comment-6421</guid>
		<description>Wilders tidak sendiri karena Fitna berisikan tentang kebencian sekaligus ketakutan. kebencian terhadap ajaran islam dan ketakutan akan islamisasi di Belanda khususnya (di akhir film muncul &quot;pesan halus&quot; stop islamisation).
Bukankah banyak kebencian dan ketakutan yang serupa? Kebencian kepada Amerika, Yahudi, kristenisasi,....
Fitna mungkin hanyalah satu contoh yang muncul kepermukaan. Pada akhirnya memang sebuah kebencian yang berbalas kebencian (Wilders menjadi &quot;target sasaran&quot; selain Van Gogh) dan sebuah kekerasanpun dibenarkan oleh pihak manapun.
@pencari kebenaran sejati 
Saya juga memilih sikap seperti anda &quot;hare gene terprofokasi sama film gituan… Ciapee deh..
Saya pribadi masih optimislah dan tak terlalu yakin dengan tesis Huntington tentang &quot;clash civilization&quot;. Masih banyak orang-orang yang ingin perdamaian di seluruh dunia, tak memandang dari mana asalnya dan apa yang dia anut. Mungkin pada akhirnya yang terjadi adalah &quot;perang&quot; yang sesungguhnya antara &quot;orang2 awam&quot; yang cinta damai dengan orang2 yang (dengan kebencian dan kemarahan) berusaha saling menusuk dan saling meledakkan satu sama lain</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wilders tidak sendiri karena Fitna berisikan tentang kebencian sekaligus ketakutan. kebencian terhadap ajaran islam dan ketakutan akan islamisasi di Belanda khususnya (di akhir film muncul &#8220;pesan halus&#8221; stop islamisation).<br />
Bukankah banyak kebencian dan ketakutan yang serupa? Kebencian kepada Amerika, Yahudi, kristenisasi,&#8230;.<br />
Fitna mungkin hanyalah satu contoh yang muncul kepermukaan. Pada akhirnya memang sebuah kebencian yang berbalas kebencian (Wilders menjadi &#8220;target sasaran&#8221; selain Van Gogh) dan sebuah kekerasanpun dibenarkan oleh pihak manapun.<br />
@pencari kebenaran sejati<br />
Saya juga memilih sikap seperti anda &#8220;hare gene terprofokasi sama film gituan… Ciapee deh..<br />
Saya pribadi masih optimislah dan tak terlalu yakin dengan tesis Huntington tentang &#8220;clash civilization&#8221;. Masih banyak orang-orang yang ingin perdamaian di seluruh dunia, tak memandang dari mana asalnya dan apa yang dia anut. Mungkin pada akhirnya yang terjadi adalah &#8220;perang&#8221; yang sesungguhnya antara &#8220;orang2 awam&#8221; yang cinta damai dengan orang2 yang (dengan kebencian dan kemarahan) berusaha saling menusuk dan saling meledakkan satu sama lain</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
