<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: B.O.</title>
	<atom:link href="http://caping.wordpress.com/2008/05/19/bo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://caping.wordpress.com/2008/05/19/bo/</link>
	<description>Bahasa &#124; Rasa &#124; Makna</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Jan 2010 08:34:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Nugi</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/05/19/bo/#comment-6678</link>
		<dc:creator>Nugi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 02:19:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=248#comment-6678</guid>
		<description>sangkain B.O tu tulisan tentang Barrack Obama..:D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sangkain B.O tu tulisan tentang Barrack Obama..:D</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ayahtaqi</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/05/19/bo/#comment-6630</link>
		<dc:creator>ayahtaqi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jun 2008 04:35:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=248#comment-6630</guid>
		<description>Emang ada Jawa yg tidak Lembek mas? Semua lembek.. termasuk org2 seperti Pramudya, apalagi seperti Mas Goen.Semua Lembek...

Nah,, hebatnya Jawa, justru dgn kelembekannya bisa mendominasi Indonesia..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Emang ada Jawa yg tidak Lembek mas? Semua lembek.. termasuk org2 seperti Pramudya, apalagi seperti Mas Goen.Semua Lembek&#8230;</p>
<p>Nah,, hebatnya Jawa, justru dgn kelembekannya bisa mendominasi Indonesia..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: windede</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/05/19/bo/#comment-6623</link>
		<dc:creator>windede</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 04:50:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=248#comment-6623</guid>
		<description>sayangnya, banyak yang memplesetkan kebangkitan nasional jadi kebangkrutan nasional. lalu apa artinya peringatan 100 tahun itu?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sayangnya, banyak yang memplesetkan kebangkitan nasional jadi kebangkrutan nasional. lalu apa artinya peringatan 100 tahun itu?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: orang awam</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/05/19/bo/#comment-6620</link>
		<dc:creator>orang awam</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 13:50:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=248#comment-6620</guid>
		<description>Berani taruhan, umur NKRI gak akan lama lagi. Paling lama 70 tahun.

Banyak masalah yang tak terurus.

Semua terbengkalai. Negara dan seluruh atributnya hanya jadi beban rakyat.

Paling umur Indonesia tidak akan lama lagi........
Dahulu saja majapahit hanya kuat kira2 sampai usia 65 tahun.....
Paling Indonesia juga tidak akan lama lagi.... pecah.....
Apa lagi orang Indonesia masih pada bodoh2....
Masih ada yang menyalahkan order baru, tapi masih juga ada yang menyalahkan reformasi....
Tanda perpecahan mulai timbul...
Ketidakpuasan di mana2...
Tanda2 runtuhnya Indonesia.....
Marilah kita bersiap-siap paling tidak membiasakan diri menjadi orang mandiri.
Karena harta anda semua rumah, mobil sudah tidak akan ada artinya......
Pemerintahan sudah akan bubar.........
Indonesia sudah tidak ada uangnya lagi.....

Semua ini karena ketidakadilan dan pertengkaran antara anak bangsa sendiri. Semua saling menjelekkan dan menjatuhkan. Semua saling fitnah, hasud dan dengki. Katanya satu bangsa satu tanah air tapi giliran masalah harta dan kekuasaan semua mementingkan diri dan puaknya masing2. Kalau tidak percaya buka mata lebar2 dan lihat sekeliling anda,di partai, di parlemen, di kantor, di pabrik, di kampus dan di mana saja, primordialisme bagai jamur di musim hujan, tumbuh dan berkembang begitu pesat. Jangan pernah salahkan orang luar.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Berani taruhan, umur NKRI gak akan lama lagi. Paling lama 70 tahun.</p>
<p>Banyak masalah yang tak terurus.</p>
<p>Semua terbengkalai. Negara dan seluruh atributnya hanya jadi beban rakyat.</p>
<p>Paling umur Indonesia tidak akan lama lagi&#8230;&#8230;..<br />
Dahulu saja majapahit hanya kuat kira2 sampai usia 65 tahun&#8230;..<br />
Paling Indonesia juga tidak akan lama lagi&#8230;. pecah&#8230;..<br />
Apa lagi orang Indonesia masih pada bodoh2&#8230;.<br />
Masih ada yang menyalahkan order baru, tapi masih juga ada yang menyalahkan reformasi&#8230;.<br />
Tanda perpecahan mulai timbul&#8230;<br />
Ketidakpuasan di mana2&#8230;<br />
Tanda2 runtuhnya Indonesia&#8230;..<br />
Marilah kita bersiap-siap paling tidak membiasakan diri menjadi orang mandiri.<br />
Karena harta anda semua rumah, mobil sudah tidak akan ada artinya&#8230;&#8230;<br />
Pemerintahan sudah akan bubar&#8230;&#8230;&#8230;<br />
Indonesia sudah tidak ada uangnya lagi&#8230;..</p>
<p>Semua ini karena ketidakadilan dan pertengkaran antara anak bangsa sendiri. Semua saling menjelekkan dan menjatuhkan. Semua saling fitnah, hasud dan dengki. Katanya satu bangsa satu tanah air tapi giliran masalah harta dan kekuasaan semua mementingkan diri dan puaknya masing2. Kalau tidak percaya buka mata lebar2 dan lihat sekeliling anda,di partai, di parlemen, di kantor, di pabrik, di kampus dan di mana saja, primordialisme bagai jamur di musim hujan, tumbuh dan berkembang begitu pesat. Jangan pernah salahkan orang luar.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rumahteduh</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/05/19/bo/#comment-6617</link>
		<dc:creator>rumahteduh</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 22:48:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=248#comment-6617</guid>
		<description>mas anick... kami sebuah kelompok diskusi di sumatera. pengen ngundang GM..barangkali gak bisa. bisakah alamat atau email GM kami terima dari mas anick? 
email kami: komunitasrumahteduh@gmail.com
terimakasih, mas

salam.
faiz</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas anick&#8230; kami sebuah kelompok diskusi di sumatera. pengen ngundang GM..barangkali gak bisa. bisakah alamat atau email GM kami terima dari mas anick?<br />
email kami: <a href="mailto:komunitasrumahteduh@gmail.com">komunitasrumahteduh@gmail.com</a><br />
terimakasih, mas</p>
<p>salam.<br />
faiz</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ibra</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/05/19/bo/#comment-6616</link>
		<dc:creator>ibra</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 14:49:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=248#comment-6616</guid>
		<description>saya turut bersimpati pada mas anik dkk atas insiden kemaren..mudah2an tetap diberi kelapangan dada..mudah2an ketulusan pada kemanusiaan menjadi jalan yg terang bagi semua..dan mudah2an itu bukan cuma perangnya gusdur dan fpi..amin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya turut bersimpati pada mas anik dkk atas insiden kemaren..mudah2an tetap diberi kelapangan dada..mudah2an ketulusan pada kemanusiaan menjadi jalan yg terang bagi semua..dan mudah2an itu bukan cuma perangnya gusdur dan fpi..amin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ibra</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/05/19/bo/#comment-6610</link>
		<dc:creator>ibra</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 14:32:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=248#comment-6610</guid>
		<description>agaknya selalu ada titik di mana satu diskursus harus terus mendekonstruksi dirinya sendiri..tetap rendah hati..dan sadar akan ironinya sendiri..sebab titik itu mungkin hidup, titik itu mungkin cinta, titik itu mungkin aku dan kamu..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>agaknya selalu ada titik di mana satu diskursus harus terus mendekonstruksi dirinya sendiri..tetap rendah hati..dan sadar akan ironinya sendiri..sebab titik itu mungkin hidup, titik itu mungkin cinta, titik itu mungkin aku dan kamu..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: dipo</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/05/19/bo/#comment-6602</link>
		<dc:creator>dipo</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 12:59:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=248#comment-6602</guid>
		<description>sahabat paling erat?

apakah sahabat itu?

atau lebih ekstrem : perlukah sahabat?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sahabat paling erat?</p>
<p>apakah sahabat itu?</p>
<p>atau lebih ekstrem : perlukah sahabat?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: zen</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/05/19/bo/#comment-6601</link>
		<dc:creator>zen</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 08:26:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=248#comment-6601</guid>
		<description>Saya link-kan ke blog saya ya..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya link-kan ke blog saya ya..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: raspintar</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/05/19/bo/#comment-6599</link>
		<dc:creator>raspintar</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 May 2008 06:00:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=248#comment-6599</guid>
		<description>Menemui jalan kebenaran itu memerlukan banyak instrumennya lalu dikumpulkan jadi satu.

Teori terbahagi dua samada untuk baik atau untuk jahat penuh konspirasi; sejarah Melayu di nusantara tertekan hingga ketara Melayu di Malaysia hilang pedoman masadepan.

Untuk memulihkannya sesuai dengan pesanan Ibu Pertiwi, mungkin memerlukan beberapa generasi manusianya. Langkah awal ialah membetulkan minda supaya kembali subur dapat meneropong jauh ke hadapan dan sejarah silamnya yang waktu menjadi saksi bercerita mengenai kebenaran belaka.

Jika ini tidak mungkin, bangsa Indonesia akan hilang sahabat paling erat di nusantara ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menemui jalan kebenaran itu memerlukan banyak instrumennya lalu dikumpulkan jadi satu.</p>
<p>Teori terbahagi dua samada untuk baik atau untuk jahat penuh konspirasi; sejarah Melayu di nusantara tertekan hingga ketara Melayu di Malaysia hilang pedoman masadepan.</p>
<p>Untuk memulihkannya sesuai dengan pesanan Ibu Pertiwi, mungkin memerlukan beberapa generasi manusianya. Langkah awal ialah membetulkan minda supaya kembali subur dapat meneropong jauh ke hadapan dan sejarah silamnya yang waktu menjadi saksi bercerita mengenai kebenaran belaka.</p>
<p>Jika ini tidak mungkin, bangsa Indonesia akan hilang sahabat paling erat di nusantara ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: aliefte</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/05/19/bo/#comment-6598</link>
		<dc:creator>aliefte</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 May 2008 00:29:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=248#comment-6598</guid>
		<description>Wuih..asyik diskusinya men!!!.. jadi bisa lebih ngerti sejarah Kebangkitan Nasional.. :) Thanks..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wuih..asyik diskusinya men!!!.. jadi bisa lebih ngerti sejarah Kebangkitan Nasional.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Thanks..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Kanis Ehak Wain</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/05/19/bo/#comment-6597</link>
		<dc:creator>Kanis Ehak Wain</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 17:06:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=248#comment-6597</guid>
		<description>Pertanyaan yang diajukan oleh GM dalam tulisan ini kini meluas dalam masyarakat, mulai dari golongan pemikir/intelektual terkenal seperti Daniel Dhaki Dae sampai golongan intelektual pinggiran. Dan, sejauh ini, saya sendiri belum membaca sebuah tulisan yang membahas secara kompherensif atau meyakinkan atas pertanyaan tersebut. Semua orang yang berbicara tentang masalah BO dan Nasionalisme berangkat dari opini personal yang dibumbuhi sedikit bukti sejarah yang pernah dibaca.
Sejarah itu discourse (diskursus), tidak ada yang bisa membantah itu. Nah, kalau kita ingin menguji, manakah discourse yang benar, kita bisa menggunakan skema pengujian validaitas wacana, C-D-W-B (Conclusion, Data, Warrant dan Becking) sebagaimana yang dianjurkan oleh Habermas. Siapa mau melakukannya? Siapa takut, kalau ternyata kelak BO tidak dipandang lagi sebagai pelopor kebangkitan nasional?
Masalahnya, masyarakat kita ini bukanlah masyarakat yang reflektif dalam pratik diskursus (discourse practice). Di negri ini, siapa yang memegang kekuasaan (negara), dialah yang berhak atas kebenaran. Dalam hal ini, kita tahu bahwa penetapan hari kelahiran BO sebagai hari kebangkitan nasional dilakukan secara sepihak oleh negara itu sendiri. Barangkali, kelahiran pertanyaan itu menandakan bahwa kita sedang bangkit sebagai bangsa yang reflektif dalam discourse practice. Mudah-mudahan kita serius mengerjakan &#039;kebangkitan&#039; yang satu ini.
Kalau kita membayangkan bahwa istilah &#039;kebangkitan nasional&#039; yang kita pakai sekarang ini merujuk pada sebuah sejarah kebangkitan seluruh anak bangsa ini dengan sebuah cita-cita tunggal mengenai keindonesiaan, kita akan menantikannya hingga langit ini runtuh. Tapi saya kira, kita harus merujuk istilah itu pada sebuah peristiwa sejarah di mana semangat dan cita-cita keindonesiaan kita dihidupkan. Peristiwa sejarah yang manakah itu?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan yang diajukan oleh GM dalam tulisan ini kini meluas dalam masyarakat, mulai dari golongan pemikir/intelektual terkenal seperti Daniel Dhaki Dae sampai golongan intelektual pinggiran. Dan, sejauh ini, saya sendiri belum membaca sebuah tulisan yang membahas secara kompherensif atau meyakinkan atas pertanyaan tersebut. Semua orang yang berbicara tentang masalah BO dan Nasionalisme berangkat dari opini personal yang dibumbuhi sedikit bukti sejarah yang pernah dibaca.<br />
Sejarah itu discourse (diskursus), tidak ada yang bisa membantah itu. Nah, kalau kita ingin menguji, manakah discourse yang benar, kita bisa menggunakan skema pengujian validaitas wacana, C-D-W-B (Conclusion, Data, Warrant dan Becking) sebagaimana yang dianjurkan oleh Habermas. Siapa mau melakukannya? Siapa takut, kalau ternyata kelak BO tidak dipandang lagi sebagai pelopor kebangkitan nasional?<br />
Masalahnya, masyarakat kita ini bukanlah masyarakat yang reflektif dalam pratik diskursus (discourse practice). Di negri ini, siapa yang memegang kekuasaan (negara), dialah yang berhak atas kebenaran. Dalam hal ini, kita tahu bahwa penetapan hari kelahiran BO sebagai hari kebangkitan nasional dilakukan secara sepihak oleh negara itu sendiri. Barangkali, kelahiran pertanyaan itu menandakan bahwa kita sedang bangkit sebagai bangsa yang reflektif dalam discourse practice. Mudah-mudahan kita serius mengerjakan &#8216;kebangkitan&#8217; yang satu ini.<br />
Kalau kita membayangkan bahwa istilah &#8216;kebangkitan nasional&#8217; yang kita pakai sekarang ini merujuk pada sebuah sejarah kebangkitan seluruh anak bangsa ini dengan sebuah cita-cita tunggal mengenai keindonesiaan, kita akan menantikannya hingga langit ini runtuh. Tapi saya kira, kita harus merujuk istilah itu pada sebuah peristiwa sejarah di mana semangat dan cita-cita keindonesiaan kita dihidupkan. Peristiwa sejarah yang manakah itu?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bambang</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/05/19/bo/#comment-6592</link>
		<dc:creator>bambang</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 04:43:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=248#comment-6592</guid>
		<description>untuk diskursus mengenai sejarah, saya pernah baca tulisannya Ignas Kleiden (lalu menuliskannya kembali)... mengenai hal tersebut. mungkin ada kaitannya dan membantu  jalan diskusinya. 

 ada dua hal yang perlu dibedakan dalam melihat kedua kebenaran
tersebut Fakta sejarah disatu pihak, dan interprestasi terhadap fakta
tersebut dipihak lainnya. Terhadap setiap fakta sejarah setiap orang
dapat dan rupanya boleh memberikan interprestasi yang berbeda, karena interprestasi merupakan hasil tarik menarik antara kenyataan obyekti dan pemahaman subyektif.

Pada ini kita berbicara tentang dua jenis kebenaran yang amat berbeda hakikatnya. Yaitu kebenaran sejarah dan kebenaran moral.

Karena Bahasa Indonesia kurang impresif, Kedua jenis kebenaran tersebut dalam bahsa lain disebutkan dengan jelas: yang satu berbicara tentang apa yang bersifat historically true (or false), yaitu apa yang benar secara histories. Sedangkan yang lain berbicara tentang apa yang bersifat morally right (or wrong), yaitu apa yang benar secara moral.
Dalam diskursus modern terutama oleh habernas disebut wahreit
kebenaran pengetahuan) dan moralische wahrhaftiugkheit (kejujuran
sikap).

Kebenaran sejarah adalah kebenaran pengetahuan yang berhubungan dengan kejadian, peristiwa, atau fakta.  
Kedua kebenaran ini sendirinya sulit dipertemukan, karena kebenaran sejarah berhubungan dengan pengetahuan mengenai fakta, kejadian dan perisriwa. Sedangkan kebenarn moral berhubungan dengan sikap terhadap
perangkat nilai yang dipilih. Kebenaran sejarah berhubungan dengan sein, sementara kebenaran moral berhubungan dengan sollen, dimana pelaksanaan  moral secara politik ditentukan oleh wollen (kemauan politik).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>untuk diskursus mengenai sejarah, saya pernah baca tulisannya Ignas Kleiden (lalu menuliskannya kembali)&#8230; mengenai hal tersebut. mungkin ada kaitannya dan membantu  jalan diskusinya. </p>
<p> ada dua hal yang perlu dibedakan dalam melihat kedua kebenaran<br />
tersebut Fakta sejarah disatu pihak, dan interprestasi terhadap fakta<br />
tersebut dipihak lainnya. Terhadap setiap fakta sejarah setiap orang<br />
dapat dan rupanya boleh memberikan interprestasi yang berbeda, karena interprestasi merupakan hasil tarik menarik antara kenyataan obyekti dan pemahaman subyektif.</p>
<p>Pada ini kita berbicara tentang dua jenis kebenaran yang amat berbeda hakikatnya. Yaitu kebenaran sejarah dan kebenaran moral.</p>
<p>Karena Bahasa Indonesia kurang impresif, Kedua jenis kebenaran tersebut dalam bahsa lain disebutkan dengan jelas: yang satu berbicara tentang apa yang bersifat historically true (or false), yaitu apa yang benar secara histories. Sedangkan yang lain berbicara tentang apa yang bersifat morally right (or wrong), yaitu apa yang benar secara moral.<br />
Dalam diskursus modern terutama oleh habernas disebut wahreit<br />
kebenaran pengetahuan) dan moralische wahrhaftiugkheit (kejujuran<br />
sikap).</p>
<p>Kebenaran sejarah adalah kebenaran pengetahuan yang berhubungan dengan kejadian, peristiwa, atau fakta.<br />
Kedua kebenaran ini sendirinya sulit dipertemukan, karena kebenaran sejarah berhubungan dengan pengetahuan mengenai fakta, kejadian dan perisriwa. Sedangkan kebenarn moral berhubungan dengan sikap terhadap<br />
perangkat nilai yang dipilih. Kebenaran sejarah berhubungan dengan sein, sementara kebenaran moral berhubungan dengan sollen, dimana pelaksanaan  moral secara politik ditentukan oleh wollen (kemauan politik).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bambang</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/05/19/bo/#comment-6591</link>
		<dc:creator>bambang</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 04:36:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=248#comment-6591</guid>
		<description>sejarah kan emang tergantung siapa yang nulis. dan semua penulis sejarah berpotensi untuk tidak obyektif. 
entah pernah membaca dimana...
&quot;yang menang nulis sejarah dan yang kalah menulis konspirasi&quot;

saya menulis SDI lebih berwawasan kebangsaan karena anggotanya tidak hanya terbatas pada salah satu suku, jawa misalnya. dan  cabangnya  tersebar dihampir sebagian besar wilayah Indonesia.
sehingga dalam AD/ART (disebutkan) berbahasa melayu.
dan SDI lebih awal berdiri dibanding BO.

ada terjemahan bebas  lirik sawung jabo:
bukan pemberani orang yang berteriak saat yang lain berteriak.
pemberani ialah mereka yang berbisik saat yang lain diam. 

dan tentu saja boleh tidak bersepakat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sejarah kan emang tergantung siapa yang nulis. dan semua penulis sejarah berpotensi untuk tidak obyektif.<br />
entah pernah membaca dimana&#8230;<br />
&#8220;yang menang nulis sejarah dan yang kalah menulis konspirasi&#8221;</p>
<p>saya menulis SDI lebih berwawasan kebangsaan karena anggotanya tidak hanya terbatas pada salah satu suku, jawa misalnya. dan  cabangnya  tersebar dihampir sebagian besar wilayah Indonesia.<br />
sehingga dalam AD/ART (disebutkan) berbahasa melayu.<br />
dan SDI lebih awal berdiri dibanding BO.</p>
<p>ada terjemahan bebas  lirik sawung jabo:<br />
bukan pemberani orang yang berteriak saat yang lain berteriak.<br />
pemberani ialah mereka yang berbisik saat yang lain diam. </p>
<p>dan tentu saja boleh tidak bersepakat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: yanuar</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/05/19/bo/#comment-6590</link>
		<dc:creator>yanuar</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 01:58:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=248#comment-6590</guid>
		<description>sepertinya memang tak mungkin terlepas dari &quot;manusia&quot;nya kalau kita membaca Derrida, dan penganut pasca strukturalis lainya. dan menjadi pertanyaan posmodern tentang legitimasi sebuah sejarah. Apa jadinya jika kita selalu memiliki keraguan besar terhadap sebuah sejarah? Sebuah kemajuankah? Lebih jauh, mungkinkah kita menjadi ahistoris?..(kayaknya kejauhan ya) :P</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sepertinya memang tak mungkin terlepas dari &#8220;manusia&#8221;nya kalau kita membaca Derrida, dan penganut pasca strukturalis lainya. dan menjadi pertanyaan posmodern tentang legitimasi sebuah sejarah. Apa jadinya jika kita selalu memiliki keraguan besar terhadap sebuah sejarah? Sebuah kemajuankah? Lebih jauh, mungkinkah kita menjadi ahistoris?..(kayaknya kejauhan ya) <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ibra</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/05/19/bo/#comment-6589</link>
		<dc:creator>ibra</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 10:40:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=248#comment-6589</guid>
		<description>hmm, menarik... tapi apa bisa sebuah diskursus terlepas dari &quot;manusia&quot;-nya?  di mana, spt pembacaan lacan thdp freud, tiap geraknya lebih byk dimotori alam bawah sadar? dan bagaimana bila alam bawah sadar itu adalah budaya yg eksklusif dan penuh kekerasan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hmm, menarik&#8230; tapi apa bisa sebuah diskursus terlepas dari &#8220;manusia&#8221;-nya?  di mana, spt pembacaan lacan thdp freud, tiap geraknya lebih byk dimotori alam bawah sadar? dan bagaimana bila alam bawah sadar itu adalah budaya yg eksklusif dan penuh kekerasan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: husni</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/05/19/bo/#comment-6587</link>
		<dc:creator>husni</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 08:06:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=248#comment-6587</guid>
		<description>bila pengadilan dilakukan pada wilayah diskursus, tak apa-apa. yang jadi masalah, diskursus tertentu digunakan pemerintah dan membungkam diskursus lainnya, tentu dengan moncong senjata. dan saya pun kini bisa mengerti kenapa koran Tempo dan Republika berbeda dalam pemberitaan Ahmadiyah. dan, catatan kedua koran tersebut, kelak akan menjadi catatan sejarah yang dirujuk para ilmuan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bila pengadilan dilakukan pada wilayah diskursus, tak apa-apa. yang jadi masalah, diskursus tertentu digunakan pemerintah dan membungkam diskursus lainnya, tentu dengan moncong senjata. dan saya pun kini bisa mengerti kenapa koran Tempo dan Republika berbeda dalam pemberitaan Ahmadiyah. dan, catatan kedua koran tersebut, kelak akan menjadi catatan sejarah yang dirujuk para ilmuan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ibra</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/05/19/bo/#comment-6585</link>
		<dc:creator>ibra</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 07:33:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=248#comment-6585</guid>
		<description>kayaknya iya. Semua penilaian mestinya kembali pada nilai itu sendiri, dan itu berarti dengan diskursus yg digunakan. Tapi bagaimana bila diskursus satu dg yg lain bergesekan? Dengan diskursus apa lagi mereka mesti &quot;diadili&quot;? Apa itu &quot;might is right&quot;?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kayaknya iya. Semua penilaian mestinya kembali pada nilai itu sendiri, dan itu berarti dengan diskursus yg digunakan. Tapi bagaimana bila diskursus satu dg yg lain bergesekan? Dengan diskursus apa lagi mereka mesti &#8220;diadili&#8221;? Apa itu &#8220;might is right&#8221;?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: husni</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/05/19/bo/#comment-6582</link>
		<dc:creator>husni</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 03:56:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=248#comment-6582</guid>
		<description>saya jadi ingat diskusi beberapa waktu lalu di Freedom Institute dengan pak Taufik Abdullah. dia katakan bahwa dalam sejarah, fakta bisa sama. tapi bertolak dari pertanyaan mana, terserah sang sejarawan. jadi, sejarah itu sebenarnya adalah discourse. jadi, bila B.O adalah titik tolak kebangkitan, dan Anda tidak percaya dan menemukan discourse yang berbeda karena beda sudut padangan, itu sah. mislanya, pak Syafii Maarif dalam resonansi di Republika menyatakan bahwa kebangkitan seharusnya dimulai dari sumpah pemuda karena baru saat itulah istilah Indonesia dikumandangkan. dan, ini mencirikan nasional. pandangan pak Syafii ini sah. tapi tidak serta merta menganggap bahwa pandangan sebelumnya salah. sejarah adalah discourse dengan fakta yang sama. :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya jadi ingat diskusi beberapa waktu lalu di Freedom Institute dengan pak Taufik Abdullah. dia katakan bahwa dalam sejarah, fakta bisa sama. tapi bertolak dari pertanyaan mana, terserah sang sejarawan. jadi, sejarah itu sebenarnya adalah discourse. jadi, bila B.O adalah titik tolak kebangkitan, dan Anda tidak percaya dan menemukan discourse yang berbeda karena beda sudut padangan, itu sah. mislanya, pak Syafii Maarif dalam resonansi di Republika menyatakan bahwa kebangkitan seharusnya dimulai dari sumpah pemuda karena baru saat itulah istilah Indonesia dikumandangkan. dan, ini mencirikan nasional. pandangan pak Syafii ini sah. tapi tidak serta merta menganggap bahwa pandangan sebelumnya salah. sejarah adalah discourse dengan fakta yang sama. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Dedy</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/05/19/bo/#comment-6577</link>
		<dc:creator>Dedy</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 01:59:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=248#comment-6577</guid>
		<description>Ha...ha..ha...iya iya ngerti kok maksudnya bung Bambang.....Bung Ibra cuma lagi &#039;iseng&#039; aja soal kumis...:P </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ha&#8230;ha..ha&#8230;iya iya ngerti kok maksudnya bung Bambang&#8230;..Bung Ibra cuma lagi &#8216;iseng&#8217; aja soal kumis&#8230;:P</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
