<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Jalan</title>
	<atom:link href="http://caping.wordpress.com/2008/06/02/jalan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://caping.wordpress.com/2008/06/02/jalan/</link>
	<description>Bahasa &#124; Rasa &#124; Makna</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Jan 2010 08:34:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Dion Bata</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/06/02/jalan/#comment-6677</link>
		<dc:creator>Dion Bata</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Jun 2008 11:00:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=250#comment-6677</guid>
		<description>Terima kasih mas GM</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih mas GM</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Alif</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/06/02/jalan/#comment-6676</link>
		<dc:creator>Alif</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Jun 2008 07:09:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=250#comment-6676</guid>
		<description>realitas yang terjadi saat ini adalah adalah realitas yang tergambar dalam kotak ilusi yang disebut televisi.Saya sendiripun  juga tidak mengetahui realitas mata akan ciptaan Tuhan , karena pribadi saya pun nun jauh dari Jakarta.

Hidup yang serba pragmatis dan sudah melupakan kearifan budaya lokal seperti Jakarta sudah tidak mencerminkan seperti apa orang yang baik maupun yang buruk di Jakarta.Banyak orang protes,banyak orang berdemo,semakin banyak tuntutan akan &quot;kebaikan &quot; semakin banyak realitas &quot; kegilaan&quot; yang menjadi-jadi.
Kegilaan yang menurut Jakarta adalah hal biasa di beberapa tempat di bumi bangsa ini selain Jakarta masih mengedepankan citra kearifan akan realitas kebaikan-kebaikan yang mumpuni.


Konsep lelaku adalah manifestasi kesadaran indivdu untuk menunjukkan wujud rasa terima kasih akan penciptaan Tuhan dengan hamparan alam yang ia ciptakan.Satu hal yang tidak bisa dilakukan oleh jakarta adalah ia tidak bisa membeli hamparan kearifan akan kebaikan akan lelaku itu.Jakarta akan sulit membeli udara yang sejuk dingin yang memberikan vitamin akan aliran darah yang menuju otak,jantung dan bagian tubuh lainnya.

Jakarta juga tidak akan bisa membeli manusia-manusia yang melakukan je.ja.lan yang merupakan bagian pencitraan manusia-manusia yang arif, menerima &quot;realitas kegilaan&quot; tapi bukan untuk ditelan , melainkan melakukan penolakan denan membangun ralitas solider dengan sesama.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>realitas yang terjadi saat ini adalah adalah realitas yang tergambar dalam kotak ilusi yang disebut televisi.Saya sendiripun  juga tidak mengetahui realitas mata akan ciptaan Tuhan , karena pribadi saya pun nun jauh dari Jakarta.</p>
<p>Hidup yang serba pragmatis dan sudah melupakan kearifan budaya lokal seperti Jakarta sudah tidak mencerminkan seperti apa orang yang baik maupun yang buruk di Jakarta.Banyak orang protes,banyak orang berdemo,semakin banyak tuntutan akan &#8220;kebaikan &#8221; semakin banyak realitas &#8221; kegilaan&#8221; yang menjadi-jadi.<br />
Kegilaan yang menurut Jakarta adalah hal biasa di beberapa tempat di bumi bangsa ini selain Jakarta masih mengedepankan citra kearifan akan realitas kebaikan-kebaikan yang mumpuni.</p>
<p>Konsep lelaku adalah manifestasi kesadaran indivdu untuk menunjukkan wujud rasa terima kasih akan penciptaan Tuhan dengan hamparan alam yang ia ciptakan.Satu hal yang tidak bisa dilakukan oleh jakarta adalah ia tidak bisa membeli hamparan kearifan akan kebaikan akan lelaku itu.Jakarta akan sulit membeli udara yang sejuk dingin yang memberikan vitamin akan aliran darah yang menuju otak,jantung dan bagian tubuh lainnya.</p>
<p>Jakarta juga tidak akan bisa membeli manusia-manusia yang melakukan je.ja.lan yang merupakan bagian pencitraan manusia-manusia yang arif, menerima &#8220;realitas kegilaan&#8221; tapi bukan untuk ditelan , melainkan melakukan penolakan denan membangun ralitas solider dengan sesama.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: gutawa mohamad</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/06/02/jalan/#comment-6660</link>
		<dc:creator>gutawa mohamad</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 10:02:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=250#comment-6660</guid>
		<description>wu boleh boleh</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wu boleh boleh</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: jajang</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/06/02/jalan/#comment-6659</link>
		<dc:creator>jajang</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 13:57:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=250#comment-6659</guid>
		<description>mhon comment bwt coret2an saya di menapakihidup ya..

caping, udah saya klipingin, kali aja nambah inspirasi...hehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mhon comment bwt coret2an saya di menapakihidup ya..</p>
<p>caping, udah saya klipingin, kali aja nambah inspirasi&#8230;hehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ajie</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/06/02/jalan/#comment-6649</link>
		<dc:creator>Ajie</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 02:22:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=250#comment-6649</guid>
		<description>jika konsep an sich &#039;berguna&#039; yah..kenapa nggak. Posmodern..dekonstruksi...mungkin memang arah ke &#039;kesadaran&#039; yang lebih baik. Pengakuan keterbatasan dan pentingnya metafor sebagai bukti dari keterbatasan itu. Tapi di satu sisi lucu juga jika mereka berani tegas mengatakan tidak ada apa-apa di luar &quot;teks&quot;. Agak-agak &#039;sok tau&#039; jadi kedengarannya. Yah, &quot;rahasia&quot; biarlah tinggal jadi harapan yg tak selesai, dan kembali fun dengan keluyuran kita.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jika konsep an sich &#8216;berguna&#8217; yah..kenapa nggak. Posmodern..dekonstruksi&#8230;mungkin memang arah ke &#8216;kesadaran&#8217; yang lebih baik. Pengakuan keterbatasan dan pentingnya metafor sebagai bukti dari keterbatasan itu. Tapi di satu sisi lucu juga jika mereka berani tegas mengatakan tidak ada apa-apa di luar &#8220;teks&#8221;. Agak-agak &#8217;sok tau&#8217; jadi kedengarannya. Yah, &#8220;rahasia&#8221; biarlah tinggal jadi harapan yg tak selesai, dan kembali fun dengan keluyuran kita.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ibra</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/06/02/jalan/#comment-6648</link>
		<dc:creator>ibra</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 08:08:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=250#comment-6648</guid>
		<description>bila tak ada, konsekuensi logisnya adl taman tanda (baca:budaya) itu akan menuju nihil. Dan tyt rantai tanda itu bisa diputus. Disini Marxisme menemukan bentuknya dg membuat filsafat tidak lg spt burung malam, yg muncul kalo udah senja, alias telat mulu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bila tak ada, konsekuensi logisnya adl taman tanda (baca:budaya) itu akan menuju nihil. Dan tyt rantai tanda itu bisa diputus. Disini Marxisme menemukan bentuknya dg membuat filsafat tidak lg spt burung malam, yg muncul kalo udah senja, alias telat mulu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ibra</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/06/02/jalan/#comment-6647</link>
		<dc:creator>ibra</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 06:48:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=250#comment-6647</guid>
		<description>metafor itu bukti ketidak-mampuan bahasa. Jadi jawaban sementaranya: ada.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>metafor itu bukti ketidak-mampuan bahasa. Jadi jawaban sementaranya: ada.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: husni</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/06/02/jalan/#comment-6645</link>
		<dc:creator>husni</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 06:29:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=250#comment-6645</guid>
		<description>soalnya adalah manakala an sich berada dalam putaran bahasa. dan bahasa adalah tanda. &quot;rahasia&quot; sejauh belum terbahasakan. lalu, masihkah ada realitas di luar bahasa? itulah sebab, realitas selalu dalam ruang dan waktu tertentu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>soalnya adalah manakala an sich berada dalam putaran bahasa. dan bahasa adalah tanda. &#8220;rahasia&#8221; sejauh belum terbahasakan. lalu, masihkah ada realitas di luar bahasa? itulah sebab, realitas selalu dalam ruang dan waktu tertentu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ibra</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/06/02/jalan/#comment-6644</link>
		<dc:creator>ibra</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 11:38:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=250#comment-6644</guid>
		<description>dalam seni posmodern,  aktualisasinya mungkin bukan ke &quot;rahasia&quot;-nya, tp ke &quot;fun&quot;-nya. Seperti keluyuran yg kagak jelas, tp aku suka</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dalam seni posmodern,  aktualisasinya mungkin bukan ke &#8220;rahasia&#8221;-nya, tp ke &#8220;fun&#8221;-nya. Seperti keluyuran yg kagak jelas, tp aku suka</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ibra</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/06/02/jalan/#comment-6643</link>
		<dc:creator>ibra</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 11:18:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=250#comment-6643</guid>
		<description>sebuah fragmen buat saya selalu mengandung asumsi2. saat asumsi2 itu dipenuhi, dia jadi sebuah konstruksi...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebuah fragmen buat saya selalu mengandung asumsi2. saat asumsi2 itu dipenuhi, dia jadi sebuah konstruksi&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ibra</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/06/02/jalan/#comment-6642</link>
		<dc:creator>ibra</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 10:57:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=250#comment-6642</guid>
		<description>meski Hegel,Comte dan Schopenhauer mencela konsep an sich, tp menurut saya dalam realitas sosial dia bisa jadi alat mengenali, dan bahkan bisa menciptakan...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>meski Hegel,Comte dan Schopenhauer mencela konsep an sich, tp menurut saya dalam realitas sosial dia bisa jadi alat mengenali, dan bahkan bisa menciptakan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ibra</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/06/02/jalan/#comment-6641</link>
		<dc:creator>ibra</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 10:46:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=250#comment-6641</guid>
		<description>sebuah &quot;realitas&quot; bukan sesuatu yg bisa dikeluarkan dari panel sejarah, panel spasio-tempora, tapi apa dia selalu ngga das Ding an sich?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebuah &#8220;realitas&#8221; bukan sesuatu yg bisa dikeluarkan dari panel sejarah, panel spasio-tempora, tapi apa dia selalu ngga das Ding an sich?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
