<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Gua</title>
	<atom:link href="http://caping.wordpress.com/2008/06/23/gua/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://caping.wordpress.com/2008/06/23/gua/</link>
	<description>Bahasa &#124; Rasa &#124; Makna</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Jan 2010 08:34:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Zul Azmi Sibuea</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/06/23/gua/#comment-8281</link>
		<dc:creator>Zul Azmi Sibuea</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 01:19:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=253#comment-8281</guid>
		<description>generalisasi antagonisme keimanan cuma beda-beda tipis, menurut gm, tapi sekecil apa pun beda tipisnya karena menyangkut keyakinan maka  dalam kultur manapun akan dipertahankan  habis-habisan.
barangkali yang mengkaitkan antara keberagamaan samawi dengan budaya adalah kult yang kemudian menjadi kultus - menjadi semacam pen-sucian  makhluk sebagai produk budaya.
dengan kata lain  diperlukan penciptaan tuhan dari makhluk oleh pengikut kult - atau masyarakat kultural tadi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>generalisasi antagonisme keimanan cuma beda-beda tipis, menurut gm, tapi sekecil apa pun beda tipisnya karena menyangkut keyakinan maka  dalam kultur manapun akan dipertahankan  habis-habisan.<br />
barangkali yang mengkaitkan antara keberagamaan samawi dengan budaya adalah kult yang kemudian menjadi kultus &#8211; menjadi semacam pen-sucian  makhluk sebagai produk budaya.<br />
dengan kata lain  diperlukan penciptaan tuhan dari makhluk oleh pengikut kult &#8211; atau masyarakat kultural tadi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: demustaine</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/06/23/gua/#comment-7053</link>
		<dc:creator>demustaine</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 05:46:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=253#comment-7053</guid>
		<description>kalo menurus saya, jelas tidak ada &quot;ilat&quot; disana jika menganalogikan fenomena sekarang (ahmadiyah-islam indonesia_sunni) dengan sejarah nabi. kesalahan GM dia menjeneralisir tingkat kepercayaan manusia (iman) kepada tuhannya. entah Allah, Latha, Uzza atau Mana, Yesus, Konghucu, Mahabarata atau apaun namanya bagi dia mekanisme keimananya sama. beda dengan kasus Ahmadiyah, ini masalah Agama Islam bukan masalah keimanan orang beragama. setiap agama pasti memiliki klaim kebenaran masing-masing, begitujuga Islam. ini yang kita sebut sebagai iman. Ahmadiyah tidak tahu bagaimana sebagai orang Islam mengimani agamanya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo menurus saya, jelas tidak ada &#8220;ilat&#8221; disana jika menganalogikan fenomena sekarang (ahmadiyah-islam indonesia_sunni) dengan sejarah nabi. kesalahan GM dia menjeneralisir tingkat kepercayaan manusia (iman) kepada tuhannya. entah Allah, Latha, Uzza atau Mana, Yesus, Konghucu, Mahabarata atau apaun namanya bagi dia mekanisme keimananya sama. beda dengan kasus Ahmadiyah, ini masalah Agama Islam bukan masalah keimanan orang beragama. setiap agama pasti memiliki klaim kebenaran masing-masing, begitujuga Islam. ini yang kita sebut sebagai iman. Ahmadiyah tidak tahu bagaimana sebagai orang Islam mengimani agamanya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: edy</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/06/23/gua/#comment-6897</link>
		<dc:creator>edy</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 07:21:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=253#comment-6897</guid>
		<description>@ariefdj
Esensinya gak sesedarhana gitu mas. Kenapa iman punya &quot;gua&quot;nya sendiri? Kenapa inspiratif? Jangan terjebak membanding-bandingkan Nabi Muhammad SAW dengan pengikut Ahmadiyah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ariefdj<br />
Esensinya gak sesedarhana gitu mas. Kenapa iman punya &#8220;gua&#8221;nya sendiri? Kenapa inspiratif? Jangan terjebak membanding-bandingkan Nabi Muhammad SAW dengan pengikut Ahmadiyah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ariefdj</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/06/23/gua/#comment-6896</link>
		<dc:creator>ariefdj</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 06:33:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=253#comment-6896</guid>
		<description>..Masalah Ahmadiyah, sangat jauh berbeda dengan situasi ketika para pengikut Kanjeng Nabi Muhammad SAW bersembunyi di gua.. sangat jauh beda.. Pertama, Ahmadiyah itu Nabi-nya siapa ? Kedua, yang terpenting, &quot;Motif&quot; berdirinya Ahmadiyah sangat mencurigakan..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>..Masalah Ahmadiyah, sangat jauh berbeda dengan situasi ketika para pengikut Kanjeng Nabi Muhammad SAW bersembunyi di gua.. sangat jauh beda.. Pertama, Ahmadiyah itu Nabi-nya siapa ? Kedua, yang terpenting, &#8220;Motif&#8221; berdirinya Ahmadiyah sangat mencurigakan..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Crooot</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/06/23/gua/#comment-6800</link>
		<dc:creator>Crooot</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 01:18:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=253#comment-6800</guid>
		<description>Ada peribahasa:
aja sok &#039;rumangsa&#039;; 
aja mburu &#039;bener&#039;e dhewe; 
memanguna karyenak tyasing sasama.
He3 . . . Kayak hanya di (semesta) Jawa saja . .</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ada peribahasa:<br />
aja sok &#8216;rumangsa&#8217;;<br />
aja mburu &#8216;bener&#8217;e dhewe;<br />
memanguna karyenak tyasing sasama.<br />
He3 . . . Kayak hanya di (semesta) Jawa saja . .</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Daif</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/06/23/gua/#comment-6785</link>
		<dc:creator>Daif</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 07:39:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=253#comment-6785</guid>
		<description>Ada FAQ yang sangat bagus di blog-nya Mas Anick sehubungan dengan Ahmadiyah ini. http://anick.wordpress.com/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ada FAQ yang sangat bagus di blog-nya Mas Anick sehubungan dengan Ahmadiyah ini. <a href="http://anick.wordpress.com/" rel="nofollow">http://anick.wordpress.com/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: mas Bejho</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/06/23/gua/#comment-6765</link>
		<dc:creator>mas Bejho</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 06:42:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=253#comment-6765</guid>
		<description>hal paling membosankan dalam peradaban umat manusia, baik yg beragama atau tidak: kultus individu. huff....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hal paling membosankan dalam peradaban umat manusia, baik yg beragama atau tidak: kultus individu. huff&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Nafzter</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/06/23/gua/#comment-6758</link>
		<dc:creator>Nafzter</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 07:06:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=253#comment-6758</guid>
		<description>@ adiati...: saya suka heran dengan orang yang senang mengatakan orang lain sebagai &quot;dangkal&quot; dll....kenapa harus sebenci itu sih..? saya yakin tokoh2 yang menjadi panutan umat islam tidak ada yang suka menghujat orang lain..tapi kenapa kita yang ada di jaman sangat akhir senang sekali merasa paling benar dan menghujat orang...pantesan bangsa indonesia ini gak maju2 kalau begini terus...kalau memang tidak setuju ya sampaikan saja n tidak harus dengan cara menghujat kan...kita semua disini mahluk yang sedang belajar juga..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ adiati&#8230;: saya suka heran dengan orang yang senang mengatakan orang lain sebagai &#8220;dangkal&#8221; dll&#8230;.kenapa harus sebenci itu sih..? saya yakin tokoh2 yang menjadi panutan umat islam tidak ada yang suka menghujat orang lain..tapi kenapa kita yang ada di jaman sangat akhir senang sekali merasa paling benar dan menghujat orang&#8230;pantesan bangsa indonesia ini gak maju2 kalau begini terus&#8230;kalau memang tidak setuju ya sampaikan saja n tidak harus dengan cara menghujat kan&#8230;kita semua disini mahluk yang sedang belajar juga..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: tanto</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/06/23/gua/#comment-6719</link>
		<dc:creator>tanto</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 06:29:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=253#comment-6719</guid>
		<description>mas gun, saya salah seorang pengagum anda sejak saya menjadi aktivis mahasiswa. pun saya seorang jurnalis, saya tetap mengagumi anda sebagai idola dan guru saya. membaca tulisan ini, saya terasa dibawa pada pelajaran teologi masa silam. saya pernah membaca kejayaan geraja masa silam tepatnya di abad tertengahan. tapi di tengah kejayaan itu, orang kristen yang tak lain para petinggi gerja mulai berselisih paham dan membuat ajaran sendiri-sendiri yang paling benar, dan muncullah berbagai aliran a, b, c dan seterusnya. sehingga pada abad pertengahan itu pula geraja mengalami keruntuhan. 
kondisi yang dialami geraja pada abad pertengahan itu persis yang dialami saudara-saudara kita dalam menyikapi ahmadyah sekarang ini. memang bukan tembok yang membedakannya, tapi hanya &quot;kabut asap&quot; di kalimantan dan sumatra saja yang justru menjadi perbedaannya. hahahaa. ini bagus untuk bahan perenungan bersama. sekali lagi selamat buat mas gun. salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas gun, saya salah seorang pengagum anda sejak saya menjadi aktivis mahasiswa. pun saya seorang jurnalis, saya tetap mengagumi anda sebagai idola dan guru saya. membaca tulisan ini, saya terasa dibawa pada pelajaran teologi masa silam. saya pernah membaca kejayaan geraja masa silam tepatnya di abad tertengahan. tapi di tengah kejayaan itu, orang kristen yang tak lain para petinggi gerja mulai berselisih paham dan membuat ajaran sendiri-sendiri yang paling benar, dan muncullah berbagai aliran a, b, c dan seterusnya. sehingga pada abad pertengahan itu pula geraja mengalami keruntuhan.<br />
kondisi yang dialami geraja pada abad pertengahan itu persis yang dialami saudara-saudara kita dalam menyikapi ahmadyah sekarang ini. memang bukan tembok yang membedakannya, tapi hanya &#8220;kabut asap&#8221; di kalimantan dan sumatra saja yang justru menjadi perbedaannya. hahahaa. ini bagus untuk bahan perenungan bersama. sekali lagi selamat buat mas gun. salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: winars</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/06/23/gua/#comment-6713</link>
		<dc:creator>winars</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 16:49:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=253#comment-6713</guid>
		<description>mungkin intinya adalah perbedaan, orang Ahmadiyah berbeda dalam menafsirkan ajaran islam, demikian juga orang fpi, mungkin menurut fpi jihad berarti melawan/memusnahkan yang berbeda.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mungkin intinya adalah perbedaan, orang Ahmadiyah berbeda dalam menafsirkan ajaran islam, demikian juga orang fpi, mungkin menurut fpi jihad berarti melawan/memusnahkan yang berbeda.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ilmi</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/06/23/gua/#comment-6711</link>
		<dc:creator>Ilmi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 01:48:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=253#comment-6711</guid>
		<description>@Ibra
Hwa..ha..ha..ha..ha...ada-ada aja. Hus...Mas edo lagi ngomong serius  tuh...ha..ha..ha ;))</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Ibra<br />
Hwa..ha..ha..ha..ha&#8230;ada-ada aja. Hus&#8230;Mas edo lagi ngomong serius  tuh&#8230;ha..ha..ha <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> )</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ibra</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/06/23/gua/#comment-6709</link>
		<dc:creator>Ibra</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 16:01:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=253#comment-6709</guid>
		<description>Psssst...ah, itu mah suara kentut</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Psssst&#8230;ah, itu mah suara kentut</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: edo pillu</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/06/23/gua/#comment-6707</link>
		<dc:creator>edo pillu</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 11:50:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=253#comment-6707</guid>
		<description>andai para nabi sekarang masih hidup dan menyaksikan umatnya  PASTI MEREKA MENANGIS ,kita yang sering bilang bahwa  kita menjujung tinggi ajaran ajaran mereka , malah sedang melakukan perbuatan dan sifat para MUSUH NABI , kita sesat dalam perilaku , sambil bilang kita melakukan SUNAH , ini hampir dilakukan oleh semua pemeluk agama , umat agama apapun sekarang sudah lupa dengan inti ajaran , dan sedang sibuk bersolek dengan hal2 &quot;dunia kulit luar&quot; insan , ritual2 yang lupa subtansi dari Ayat2-Nya , 

Syaitan sedang bertepuk tangan riuh,,,, coba dengarkan tepukan nya ,, di samping telinga anda,,,, coba dengarkan lagi,,,dengar ,,,mereka ..disamping anda...TERTAWA KERASSS,,,,...dengarkan mereka..............psstt...(dengar)................................</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>andai para nabi sekarang masih hidup dan menyaksikan umatnya  PASTI MEREKA MENANGIS ,kita yang sering bilang bahwa  kita menjujung tinggi ajaran ajaran mereka , malah sedang melakukan perbuatan dan sifat para MUSUH NABI , kita sesat dalam perilaku , sambil bilang kita melakukan SUNAH , ini hampir dilakukan oleh semua pemeluk agama , umat agama apapun sekarang sudah lupa dengan inti ajaran , dan sedang sibuk bersolek dengan hal2 &#8220;dunia kulit luar&#8221; insan , ritual2 yang lupa subtansi dari Ayat2-Nya , </p>
<p>Syaitan sedang bertepuk tangan riuh,,,, coba dengarkan tepukan nya ,, di samping telinga anda,,,, coba dengarkan lagi,,,dengar ,,,mereka ..disamping anda&#8230;TERTAWA KERASSS,,,,&#8230;dengarkan mereka&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..psstt&#8230;(dengar)&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: neo</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/06/23/gua/#comment-6702</link>
		<dc:creator>neo</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 04:30:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=253#comment-6702</guid>
		<description>ya beginilah wajah agama sekarang.. bukan untuk selalu merefleksi diri dan menyadari sebagai sesama mahluk dhoif di hadapan tuhan, tapi malah dipakai panduan untuk menjadi tuhan bagi orang lain.

karena beragama maka saya berhak menentukan siapa yang sesat, siapa yang dangkal, dan siapa yang mau saya perangi..

walah.. ternyata agama diturunkan karena tuhan perlu cari centeng to?
hmm..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya beginilah wajah agama sekarang.. bukan untuk selalu merefleksi diri dan menyadari sebagai sesama mahluk dhoif di hadapan tuhan, tapi malah dipakai panduan untuk menjadi tuhan bagi orang lain.</p>
<p>karena beragama maka saya berhak menentukan siapa yang sesat, siapa yang dangkal, dan siapa yang mau saya perangi..</p>
<p>walah.. ternyata agama diturunkan karena tuhan perlu cari centeng to?<br />
hmm..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: khoirul</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/06/23/gua/#comment-6699</link>
		<dc:creator>khoirul</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 01:20:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=253#comment-6699</guid>
		<description>@Adiati Siregar
Mestinya anda jelaskan panajang lebar dong kenapa bisa hal tersebut menjadi naif...biar kita2 disini bisa memikirkan dan menimbang mana sebenarnya yang naif.
Kita disini terbuka kok mas/mbak untuk mencari &quot;pencerahan&quot;. Saya yakin pembaca caping mayoritas menginginkan seperti itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Adiati Siregar<br />
Mestinya anda jelaskan panajang lebar dong kenapa bisa hal tersebut menjadi naif&#8230;biar kita2 disini bisa memikirkan dan menimbang mana sebenarnya yang naif.<br />
Kita disini terbuka kok mas/mbak untuk mencari &#8220;pencerahan&#8221;. Saya yakin pembaca caping mayoritas menginginkan seperti itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Adiati Siregar</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/06/23/gua/#comment-6696</link>
		<dc:creator>Adiati Siregar</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 20:16:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=253#comment-6696</guid>
		<description>Menganalogikan kasus Ahmadiyah dengan kondisi Rasul yang agung saat bersembunyi di gua ketika hijrah...sangat naif
itu juga makin mengokohkan dangkalnya keislaman GM sang penulis</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menganalogikan kasus Ahmadiyah dengan kondisi Rasul yang agung saat bersembunyi di gua ketika hijrah&#8230;sangat naif<br />
itu juga makin mengokohkan dangkalnya keislaman GM sang penulis</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: aliefte</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/06/23/gua/#comment-6693</link>
		<dc:creator>aliefte</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 16:50:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=253#comment-6693</guid>
		<description>perbedaan tidak untuk dimusuhi tetapi untuk saling melengkapi..:)

hargailah setiap perbedaan..:D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>perbedaan tidak untuk dimusuhi tetapi untuk saling melengkapi..:)</p>
<p>hargailah setiap perbedaan..:D</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
