<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Api, Laut</title>
	<atom:link href="http://caping.wordpress.com/2008/07/28/api-laut/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://caping.wordpress.com/2008/07/28/api-laut/</link>
	<description>Bahasa &#124; Rasa &#124; Makna</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Jan 2010 08:34:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Gobel</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/07/28/api-laut/#comment-6950</link>
		<dc:creator>Gobel</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 09:39:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=263#comment-6950</guid>
		<description>Muda menjadi kata yang tidak jelas. Apakah ada rentang umur, dari usia berapa ke berapa? Banyak pemimpin dari gerakan-gerakan kepemudaan itu dipimpin oleh orang yang berusia diatas 40 tahun. Benarkah mereka muda?
Saya rasa tidak lagi. 
Seharunya kita punya standar tentang kata muda, dan standar itu merupakan angka-angka bukan sekedar kata-kata yang tidak bisa diukur denga angka.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Muda menjadi kata yang tidak jelas. Apakah ada rentang umur, dari usia berapa ke berapa? Banyak pemimpin dari gerakan-gerakan kepemudaan itu dipimpin oleh orang yang berusia diatas 40 tahun. Benarkah mereka muda?<br />
Saya rasa tidak lagi.<br />
Seharunya kita punya standar tentang kata muda, dan standar itu merupakan angka-angka bukan sekedar kata-kata yang tidak bisa diukur denga angka.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Koran Saya</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/07/28/api-laut/#comment-6907</link>
		<dc:creator>Koran Saya</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Aug 2008 09:28:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=263#comment-6907</guid>
		<description>usia tidak selalu mencerminkan kualitas dan kedewasaan seseorang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>usia tidak selalu mencerminkan kualitas dan kedewasaan seseorang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: aliefte</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/07/28/api-laut/#comment-6882</link>
		<dc:creator>aliefte</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 02:13:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=263#comment-6882</guid>
		<description>iya nih... mbok ya yg udah tua2 itu sadar diri.. berikan kesempatan dan kpercayaan kepada kami kaum muda untuk berbuat, dan berlari mengejar ketertinggalan ini ... ayo Maju Terus Indonesiaku!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>iya nih&#8230; mbok ya yg udah tua2 itu sadar diri.. berikan kesempatan dan kpercayaan kepada kami kaum muda untuk berbuat, dan berlari mengejar ketertinggalan ini &#8230; ayo Maju Terus Indonesiaku!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bambang</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/07/28/api-laut/#comment-6855</link>
		<dc:creator>bambang</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2008 04:13:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=263#comment-6855</guid>
		<description>saya melihat (dan optimis) masih ada orang-orang muda  yang tiap harinya sibuk menanam benih amal. mereka yang sibuk menyalakan &quot;api&quot;  dan menjadi &quot;laut&quot; itu. tentu saja dalam sunyi dan sepi karena mungkin dibuat sepi dan sunyi. tak ada media yang meliput.  mereka yang rame ing gawe sepi ing pamrih. mereka tak sibuk beriklan. jadi tak dikenal dibanding mereka yang sibuk beriklan di TV tiap harinya. yang hanya sibuk bagaimana tampil memukau. sibuk ber-kecap!!

------------------
btw sy salut kpd tempo di edisi &#039;100 tahun kebangkitan nasional&#039; kemarin yg memaknai berbeda tema &quot;Indonesia Bisa!&quot;. meliput &quot;bisa&quot; mereka  yang tak pernah di sorot mata banyak. 
---bukannya dengan acara besar-besaran di senayan----</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya melihat (dan optimis) masih ada orang-orang muda  yang tiap harinya sibuk menanam benih amal. mereka yang sibuk menyalakan &#8220;api&#8221;  dan menjadi &#8220;laut&#8221; itu. tentu saja dalam sunyi dan sepi karena mungkin dibuat sepi dan sunyi. tak ada media yang meliput.  mereka yang rame ing gawe sepi ing pamrih. mereka tak sibuk beriklan. jadi tak dikenal dibanding mereka yang sibuk beriklan di TV tiap harinya. yang hanya sibuk bagaimana tampil memukau. sibuk ber-kecap!!</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
btw sy salut kpd tempo di edisi &#8216;100 tahun kebangkitan nasional&#8217; kemarin yg memaknai berbeda tema &#8220;Indonesia Bisa!&#8221;. meliput &#8220;bisa&#8221; mereka  yang tak pernah di sorot mata banyak.<br />
&#8212;bukannya dengan acara besar-besaran di senayan&#8212;-</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: gus</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/07/28/api-laut/#comment-6852</link>
		<dc:creator>gus</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 17:34:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=263#comment-6852</guid>
		<description>saya jadi merindukan Malaka, syahrir, dan Natsir...yg memimpin tanpa pretensi kecuali untuk bangsanya....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya jadi merindukan Malaka, syahrir, dan Natsir&#8230;yg memimpin tanpa pretensi kecuali untuk bangsanya&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: muiszudin</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/07/28/api-laut/#comment-6838</link>
		<dc:creator>muiszudin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 11:35:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=263#comment-6838</guid>
		<description>gus dur, megawati..... dan seangkatannya, yang tak lelah berkeinginan meskipun bukan untuk siapa-siapa.
mungkin, kita sah untuk melarang!!!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>gus dur, megawati&#8230;.. dan seangkatannya, yang tak lelah berkeinginan meskipun bukan untuk siapa-siapa.<br />
mungkin, kita sah untuk melarang!!!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ilmi</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/07/28/api-laut/#comment-6837</link>
		<dc:creator>ilmi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 10:21:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=263#comment-6837</guid>
		<description>Jadi inget iklan rokok...yang muda harus &#039;tampil tua&#039; dulu baru keliatan pantes...hehe..amit2 dah :P  

GM ultah? MET ULTAH JUGA ! semoga tetap sehat dan panjang umur sehingga bisa terus berkarya untuk bangsa dan kita semua disini</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi inget iklan rokok&#8230;yang muda harus &#8216;tampil tua&#8217; dulu baru keliatan pantes&#8230;hehe..amit2 dah <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />   </p>
<p>GM ultah? MET ULTAH JUGA ! semoga tetap sehat dan panjang umur sehingga bisa terus berkarya untuk bangsa dan kita semua disini</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: jaka</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/07/28/api-laut/#comment-6836</link>
		<dc:creator>jaka</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 10:10:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=263#comment-6836</guid>
		<description>Halah, anak muda Indonesia sekarang bisanya cuma tawuran atau ikut2 pemberontak. Tidak heran, yg tua2 tidak rela melepaskan Indonesia ke tangan mereka. 

Spt yg ditulis bung nazdan, orang muda Indonesia tidak lagi bisa fokus ke permasalahan kebangsaan (kemiskinan, kebodohan, pengangguran) krn mereka untuk diakui eksistensinya harus menguasai hal2 spt disebutkan Bung Nazdan itu, yg tidak langsung mengimbas masalah bangsa muda dan rentan ini. Saya, yg segera meninggalkan masa &quot;pemuda&quot;, bisa merasakan adanya ketidaksinambungan antara idiom2 orang muda dengan permasalahan bangsa. Kesenjangan simbol2 pengakuan eksistensi, semacam itu. Orang muda sekarang spt asing dg bangsanya sendiri, apalagi di Jakarta. 

Mungkin harusnya ada program pertukaran pemuda antarprovinsi atau antarstrata-sosial, supaya pemuda tahu, Indonesia bukanlah hanya tempat mereka tinggal. Daripada habis2kan duit buat wamil.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halah, anak muda Indonesia sekarang bisanya cuma tawuran atau ikut2 pemberontak. Tidak heran, yg tua2 tidak rela melepaskan Indonesia ke tangan mereka. </p>
<p>Spt yg ditulis bung nazdan, orang muda Indonesia tidak lagi bisa fokus ke permasalahan kebangsaan (kemiskinan, kebodohan, pengangguran) krn mereka untuk diakui eksistensinya harus menguasai hal2 spt disebutkan Bung Nazdan itu, yg tidak langsung mengimbas masalah bangsa muda dan rentan ini. Saya, yg segera meninggalkan masa &#8220;pemuda&#8221;, bisa merasakan adanya ketidaksinambungan antara idiom2 orang muda dengan permasalahan bangsa. Kesenjangan simbol2 pengakuan eksistensi, semacam itu. Orang muda sekarang spt asing dg bangsanya sendiri, apalagi di Jakarta. </p>
<p>Mungkin harusnya ada program pertukaran pemuda antarprovinsi atau antarstrata-sosial, supaya pemuda tahu, Indonesia bukanlah hanya tempat mereka tinggal. Daripada habis2kan duit buat wamil.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: DKY</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/07/28/api-laut/#comment-6835</link>
		<dc:creator>DKY</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 09:43:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=263#comment-6835</guid>
		<description>Usia mungkin bukan ukuran kedewasaan, usia tidak mencerminkan &#039;kadar&#039; keilmuan dan kemapanan... 
tapi usia berpengaruh pada cara berpikir n bertindak.... 
so, apapun, siapapun, kapanpun....
untuk hari ini sih... 

MET ULTAH MAS GOEN....
MET ULTAH JUGA BUAT AKU...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Usia mungkin bukan ukuran kedewasaan, usia tidak mencerminkan &#8216;kadar&#8217; keilmuan dan kemapanan&#8230;<br />
tapi usia berpengaruh pada cara berpikir n bertindak&#8230;.<br />
so, apapun, siapapun, kapanpun&#8230;.<br />
untuk hari ini sih&#8230; </p>
<p>MET ULTAH MAS GOEN&#8230;.<br />
MET ULTAH JUGA BUAT AKU&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: nazdan meuraxa</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/07/28/api-laut/#comment-6834</link>
		<dc:creator>nazdan meuraxa</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 09:15:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=263#comment-6834</guid>
		<description>kekhawatiran dan ketakutan saya mas gun, pemuda indonesia kini sedang diterjang badai pornografi, 3gp, tontonan sexy dan sebagainya hingga tersudut kepojok kamar, lantai kamar mandi, tak bisa lari kecuali berkeringat dingin dan onani.  Pemuda kebanyakan kini ditawan setan, butuh pertolongan secara diam-diam.  Mas gun, persoalan ini sungguh melemahkan, mematikan rasa dan menjadi candu.  Sehingga pemuda kita tak bisa benar-benar melawan, melawan hingga titik darah penghabisan, hingga cita-cita terwujud dan Indonesia kembali berwibawa.
Mas gun, hingga kaum tua pun dikehidupan politiknya tak bisa lepas dari candu ini, sehingga menyeret mereka berjibaku untuk tetap bisa berkuasa tanpa amanah, tanpa prihatin dan tanpa keputusan arif.
Mas gun, bangsa kita sekarat, pemuda kita lemah, kering, kehilangan terlalu banyak air kehidupan...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kekhawatiran dan ketakutan saya mas gun, pemuda indonesia kini sedang diterjang badai pornografi, 3gp, tontonan sexy dan sebagainya hingga tersudut kepojok kamar, lantai kamar mandi, tak bisa lari kecuali berkeringat dingin dan onani.  Pemuda kebanyakan kini ditawan setan, butuh pertolongan secara diam-diam.  Mas gun, persoalan ini sungguh melemahkan, mematikan rasa dan menjadi candu.  Sehingga pemuda kita tak bisa benar-benar melawan, melawan hingga titik darah penghabisan, hingga cita-cita terwujud dan Indonesia kembali berwibawa.<br />
Mas gun, hingga kaum tua pun dikehidupan politiknya tak bisa lepas dari candu ini, sehingga menyeret mereka berjibaku untuk tetap bisa berkuasa tanpa amanah, tanpa prihatin dan tanpa keputusan arif.<br />
Mas gun, bangsa kita sekarat, pemuda kita lemah, kering, kehilangan terlalu banyak air kehidupan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Inprodic</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2008/07/28/api-laut/#comment-6833</link>
		<dc:creator>Inprodic</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 08:07:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=263#comment-6833</guid>
		<description>Saatnya yang muda memimipin...!
Bung...! sekali lagi Bung...! bukan Pak, bukan juga Bu, bukan Gus.

Tapi, seperti di caping-nya GM &quot;Gerai&quot;. Indonesia kini hanya sederet partai. Hanya harapan kosong untuk mereka yang tak punya harap. Mereka yang disebut &#039;rakyat Indonesia&#039;.

Di alam demokrasi, sang jargon terucap: suara rakyat adalah suara Tuhan. Tapi rakyat tak punya pilihan lain, selain sodoran sederet partai penjaja asongan seraya berseru:&quot;Pilihlah...!&quot;

Akhirnya, pemilu pun digelar, lalu suara dihitung. Jika suara rakyat -yang katanya juga suara Tuhan- ternyata memilih seorang tua bangka untuk memimpin negeri ini, apa boleh buat.

Vox Populi Vox Dei?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saatnya yang muda memimipin&#8230;!<br />
Bung&#8230;! sekali lagi Bung&#8230;! bukan Pak, bukan juga Bu, bukan Gus.</p>
<p>Tapi, seperti di caping-nya GM &#8220;Gerai&#8221;. Indonesia kini hanya sederet partai. Hanya harapan kosong untuk mereka yang tak punya harap. Mereka yang disebut &#8216;rakyat Indonesia&#8217;.</p>
<p>Di alam demokrasi, sang jargon terucap: suara rakyat adalah suara Tuhan. Tapi rakyat tak punya pilihan lain, selain sodoran sederet partai penjaja asongan seraya berseru:&#8221;Pilihlah&#8230;!&#8221;</p>
<p>Akhirnya, pemilu pun digelar, lalu suara dihitung. Jika suara rakyat -yang katanya juga suara Tuhan- ternyata memilih seorang tua bangka untuk memimpin negeri ini, apa boleh buat.</p>
<p>Vox Populi Vox Dei?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
