<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Berbagi</title>
	<atom:link href="http://caping.wordpress.com/2009/06/15/berbagi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://caping.wordpress.com/2009/06/15/berbagi/</link>
	<description>Bahasa &#124; Rasa &#124; Makna</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Jan 2010 08:34:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Catatanku tentang Pesta Blogger &#171; kalipaksi dot com</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2009/06/15/berbagi/#comment-8879</link>
		<dc:creator>Catatanku tentang Pesta Blogger &#171; kalipaksi dot com</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 16:23:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=406#comment-8879</guid>
		<description>[...] narablog.  Tak berlebihan jika kemudian ia abadikan peristiwa itu dalam sebuah catatan pinggirnya: Berbagi. Di sana, ia menulis [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] narablog.  Tak berlebihan jika kemudian ia abadikan peristiwa itu dalam sebuah catatan pinggirnya: Berbagi. Di sana, ia menulis [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Deja</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2009/06/15/berbagi/#comment-8585</link>
		<dc:creator>Deja</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 18:53:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=406#comment-8585</guid>
		<description>....tadinya tidak tahu, lalu jadi tahu, dan terus entah mau diapakan....berulang lagi spt itu....dari waktu ke waktu...duh capek deeeh...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8230;.tadinya tidak tahu, lalu jadi tahu, dan terus entah mau diapakan&#8230;.berulang lagi spt itu&#8230;.dari waktu ke waktu&#8230;duh capek deeeh&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: imam aly ibra jitaksara</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2009/06/15/berbagi/#comment-8576</link>
		<dc:creator>imam aly ibra jitaksara</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 14:51:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=406#comment-8576</guid>
		<description>jikalau tokh semesta musti berakhir pada gelap, pada ketiadaan, paling tidak kita pernah &quot;mau&quot; untuk hidup. Beraturan atau tidak, berkeyakinan atau tidak, kita pernah melaluinya. 
hidup tak hanya butuh untuk dipikirkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jikalau tokh semesta musti berakhir pada gelap, pada ketiadaan, paling tidak kita pernah &#8220;mau&#8221; untuk hidup. Beraturan atau tidak, berkeyakinan atau tidak, kita pernah melaluinya.<br />
hidup tak hanya butuh untuk dipikirkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Zul Azmi Sibuea</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2009/06/15/berbagi/#comment-8533</link>
		<dc:creator>Zul Azmi Sibuea</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 01:42:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=406#comment-8533</guid>
		<description>titik beloknya fritjof capra, akan mudah menjelaskan kesalahan teori ilmu berdasar newtonian, kira-kiranya begini :
perkalian :dikaitkan dengan materialism utk individualism  yang 
                bermakna penambahan satu bagian , namun faktanya 
                penambahan agregat menghasilkan 0 (zero sum game)      
                dan penambahan hanya terjadi untuk kapital.
pembagian : dikaitkan dengan altruism, yang bermakna pengurangan
               tetapi sngguh memberi efek penjumlahan kepada 
               kehidupan bersama - lebih bermakna sosial.
jadi saya kira tak perlu murung, tak ada bermuram durja karena secara perlahan teori ilmu akan berpihak pada kelangsungan hidup manusia.  dengan teknologi informasi dunia ini akan semakin interaktif, integratif dan evolutif dalam naungan epistemologi tauhid.
salam
zul azmi sibuea</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>titik beloknya fritjof capra, akan mudah menjelaskan kesalahan teori ilmu berdasar newtonian, kira-kiranya begini :<br />
perkalian :dikaitkan dengan materialism utk individualism  yang<br />
                bermakna penambahan satu bagian , namun faktanya<br />
                penambahan agregat menghasilkan 0 (zero sum game)<br />
                dan penambahan hanya terjadi untuk kapital.<br />
pembagian : dikaitkan dengan altruism, yang bermakna pengurangan<br />
               tetapi sngguh memberi efek penjumlahan kepada<br />
               kehidupan bersama &#8211; lebih bermakna sosial.<br />
jadi saya kira tak perlu murung, tak ada bermuram durja karena secara perlahan teori ilmu akan berpihak pada kelangsungan hidup manusia.  dengan teknologi informasi dunia ini akan semakin interaktif, integratif dan evolutif dalam naungan epistemologi tauhid.<br />
salam<br />
zul azmi sibuea</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ocidov</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2009/06/15/berbagi/#comment-8524</link>
		<dc:creator>ocidov</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 16:46:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=406#comment-8524</guid>
		<description>kehidupan sehari-hari telah dirampok oleh hal yang &quot;terbatas&quot; dan latah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kehidupan sehari-hari telah dirampok oleh hal yang &#8220;terbatas&#8221; dan latah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: mailina</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2009/06/15/berbagi/#comment-8514</link>
		<dc:creator>mailina</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2009 05:57:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=406#comment-8514</guid>
		<description>Hal yang tidak kita sadari. Gotong royong di dunia maya di tengah-tengah rasa individualisme yang semakin kental. Buatku, yang orang Indonesia, jauh di dasar hatiku yang paling dalam, aku masih sangat merindukan suasana gotong royong di kehidupan sehari-hari (bukan hanya di dunia maya). Pertanyaannya kemudian, kenapa di dunia maya gotong royong itu bisa terbangun tapi tidak di kehidupan sehari-hari? Sibukkah jawabannya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hal yang tidak kita sadari. Gotong royong di dunia maya di tengah-tengah rasa individualisme yang semakin kental. Buatku, yang orang Indonesia, jauh di dasar hatiku yang paling dalam, aku masih sangat merindukan suasana gotong royong di kehidupan sehari-hari (bukan hanya di dunia maya). Pertanyaannya kemudian, kenapa di dunia maya gotong royong itu bisa terbangun tapi tidak di kehidupan sehari-hari? Sibukkah jawabannya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Berbagi</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2009/06/15/berbagi/#comment-8512</link>
		<dc:creator>Berbagi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 19:47:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=406#comment-8512</guid>
		<description>[...] the rest here: Berbagi     Posted in Catatan [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] the rest here: Berbagi     Posted in Catatan [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Jelokot</title>
		<link>http://caping.wordpress.com/2009/06/15/berbagi/#comment-8508</link>
		<dc:creator>Jelokot</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 18:39:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://caping.wordpress.com/?p=406#comment-8508</guid>
		<description>Blog ini adalah contoh nyata, dimana para pengagum Goenawan Mohamad dapat membaca esai-esai briliannya tanpa memberikan sesenpun kepada pemilik modal.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Blog ini adalah contoh nyata, dimana para pengagum Goenawan Mohamad dapat membaca esai-esai briliannya tanpa memberikan sesenpun kepada pemilik modal.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
