jump to navigation

4:280 Maret 9, 2007

Posted by anick in All Quotes, Book 4.
trackback

… definisi kesepian yang sebenarnya adalah hidup tanpa tanggung jawab sosial …

Komentar»

1. atah - Maret 11, 2007

watta lu duink niyyyyyyyyyyyyy

2. Kawe Shamudra - Maret 12, 2007

Suara Merdeka Senin, 12 Maret 2007 BUDAYA

VIE’S DAN GM

Oleh Kawe Shamudra

SENGAJA saya sandingkan nama Vie’s dan Goenawan Mohamad (GM). Di jagat kesusastraan, GM sudah tak asing lagi, sedangkan Vie’s belum ada apa-apanya.

Vie’s penyair dan penulis pemula yang kini mulai mengepakkan sayap, setidaknya melalui kumpulan puisi Sabana Hati dan cerbung Mir & Red Devil yang dimuat Suara Merdeka Edisi Minggu (Remaja) mulai 11 Februari 2007.

Saat dia bertandang ke rumah saya, belum lama ini, saya melecutkan motivasi agar dia terus berkarya. “Suatu saat nanti di Batang akan lahir penyair sekaliber Goenawan Mohamad,” kelakar saya. Vie’s hanya tersenyum manis sambil berucap, “Amiiin…”

Vie’s dan GM jelas beda jauh dalam segala hal. Keduanya hanya sama-sama lahir di Batang. Daerah yang kerap dijuluki ndesa kluthuk itu memang menyimpan sejumlah nama penyair dan penulis, di antaranya ya Vie’s yang tergolong pendatang baru.

Kehadiran gadis imut itu melengkapi daftar nama penulis atau penyair Batang, seperti (stok lama) Maghfur Saan, Sugito Hadisastro, Dyaning Widya Yudhistira, Sulistiyo Suparno, MT Jirien, Hamid Kaha, dan Waskitho AS.

Kehadiran gadis kelahiran 4 Agustus 1987 itu mengejutkan. Talenta kepenyairannya muncul sejak belia dan dia asah terus-menerus.

Terbukti, saat duduk di SLTA Vie’s menelurkan buku kumpulan puisi pertama. Karya itu lahir dari proses reduksi dan pergulatan kreatif seorang anak desa yang hobi menulis puisi.

Sepertinya dia tak sanggup membendung aliran ide yang membanjiri otak. Dia senantiasa gelisah memikirkan banyak hal.

Siapa tahu Vie’s kelak mampu mengukir sejarahnya sendiri dalam peta sastra Tanah Air, bahkan mungkin dunia, menyamai atau bahkan melebihi GM.

Vie’s punya potensi ke arah itu. Tak semua orang dikaruniai kemampuan menulis puisi secara intens dan dinamis, setidaknya untuk ukuran seusia dia. Tidak semua penyair bisa tabah menghayati proses yang mungkin tidak memberikan kontribusi apa-apa, kecuali kepuasan batin.

Vie’s tampaknya menikmati proses itu dengan santai seolah tanpa beban. Sebagai pemula, Vie’s mengolah apa yang dia lihat, dengar, dan rasakan menjadi untaian kata bermakna. Dia punya cara sendiri mengungkapkan kekaguman dan kegelisahan dalam menjalani kehidupan.

Vie’s kini menapaki sejarah awal proses kepenyairan. Dia butuh dukungan secara proporsional. Sayang, jika bibit segar itu dibiarkan tumbuh liar, tanpa perawatan. (53)

3. Kang Adhi - Maret 12, 2007

Betul sekali. Tapi kalau kelewat bertanggungjawab secara sosial, apa dong? Brisik kali ya.

4. kuyazr - Maret 13, 2007

kesepian adalah jika berkeluh kesah namun didengar pun tidak bagai gajah menguak-nguak hidung

5. Andi Siswanda - Maret 14, 2007

Salut..
Aq salut ama ide dalam tulisan2 diatas
ya udah
kita rasakan aja sama2, bencana itu datang lagi

6. Nurul Izzah Anwar » Mengakhiri Kesepian - April 23, 2007

[…] petikan di atas (dari laman web pengkagum Goenawan Mohamad) sedikit dramatik, namun ianya menjadi sebab kenapa kami tekad untuk turut serta berkempen di Ijok […]

7. Zaki - Mei 1, 2007

Kesepian adalah kekosongan seperti seseorang yang terjun ke dalam jurang yang tanpa dasar sehingga kita tak merasakan sedikitpun tumbukan, bahkan gesekan dengan anginpun tak ada. Yang ada hanya diri kita sendiri dan kesadaran kita. Dalam kekosongan itulah kita dapatkan suasana yang paling dekat dengan misteri.

8. Bambang S. Soedharto - Juli 26, 2007

Jadi teringat alm Romo Mangun. Beliau kalau ndak salah pernah bilang: The question is not ‘what religion are you?’, but ‘how religious are you?’

9. alfan raykhan pane - Mei 7, 2009

apa kabar anak2 bang?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: