jump to navigation

5:258 Maret 23, 2007

Posted by anick in All Quotes, Book 5.
trackback

bahasa bukanlah rangkaian makna yang datang dari langit dan selesai sebelum subuh …

Komentar»

1. abu - Maret 24, 2007

keren

2. swanvri - Maret 26, 2007

……dan ternyata makna adalah sesuatu yang belum selesai……., tergelincir dari satu penanda ke penada lainnya. sebuah ketergelinciran tanpa titik akhir. tidak ada makna yang solid, utuh dan koheren. ketika kehidupan makna adalah demikian, maka makna hidup adalah hidup makna itu sendiri…….😦

3. kuyazr - Maret 27, 2007

ya..bahasa adalah organisasi obrol sana obrol sini. Yang mengatasnamakan ilmu pengetahuan. Budak dari larutan koin kecerdasan. Digunakan sebagai pelayan untuk menciptakan perintah dan kejelasan yang sebenarnya tidak ada. Yang hilang karakter utilitariannya. Yang datang dari bumi menyongsong ketiadaannya. Bahasa sejati adalah mutlak, kontemplasinya kebisuan. Namun dengan mudahnya menjadi gaduh. Seperti kaleng rombeng yang ditalu oleh malaikat yang bermata juling atas nama kemiskinan.

4. Indrian Koto - Maret 27, 2007

duhai… bahasa..
dan aku lebih terkejut lagi ketika menemukan catatan pinggir ini.
salam tuan, suatu kebahagiaan saya bisa berhadapan dnegan teks dan kata-kata.
serupa bahasa, serupa kata, aku ingin disapa.

5. mbahatemo - April 9, 2007

kok pendek banget.. ini caping bukan mas?

6. zaki - April 9, 2007

Siapa yang melekatkan makna pada kata? Dialah kekuasaan. Kekuasaan adalah di atas segala2nya, itulah faktanya. Kekuasaan dan kekuatanlah yang menempelkan makna pada bahasa. Di salah satu sudut Indonesia ada tempat di mana kata ketertiban dan keamanan identik dengan konvoi pasukan bersenjata dan berseragam dan mayat2 yang di buang di pinggir jalan. Sementara di sudut Indonesia yang lain kata yang sama identik dengan kenyataan lain. Pers dan berbagai media itu non sens semua, mereka bisa diatur dengan telepon. Kekuasaan dan kekuatanlah yang menentukan segalanya, termasuk makna yang melekat pada suatu kata. Ini kenyataan menyedihkan tapi seluruh lapisan masyarakat, dengan jasmani dan rohani yang sehat, sudah lama menerimanya sebagai hal yang wajar. Kesehatan jiwa memang gila yang menyenangkan.

7. Kang-Kung - April 25, 2007

Luar biasa . . .

Bisa jadi rankaian makna iu selesai menjelang waktu dhuha; agar bisa dijamak . . .


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: