jump to navigation

tentang blog ini

Membaca Caping adalah membaca Goenawan Mohamad yang konsisten dengan produktivitasnya.
Membaca Caping adalah membaca vitalitas yang tak kunjung padam.
Membaca Caping adalah membaca ide dan kejenakaan yang tak lekang oleh panas.
Membaca Caping adalah membaca sejarah sekaligus aktualitas berlatar sejarah.
Membaca Caping adalah membaca lompatan.
Membaca Caping adalah membaca diksi yang penuh dan kata yang padat.
Membaca Caping adalah membaca kesederhanaan dan efektivitas, sekaligus kerumitan bahasa.
Membaca Caping adalah membaca makna.
Membaca Caping adalah membaca semangat dan gairah.
Membaca Caping adalah membaca ketidaktahuan dan kenaifan kita.
Membaca Caping adalah membaca Indonesia.

Blog ini dibuat sebagai penghargaan dan sebentuk kekaguman saya untuk Mas GM, penulis Catatan Pinggir yang tak pernah absen, guru saya.

tukang-editor.jpg
~ * ~

Tgl 14 Desember 2006

fastest.jpg

disclaimer

Seluruh Catatan Pinggir yang dimuat di sini secara resmi dimuat di Majalah Tempo. Untuk menghormati eksklusivitas Majalah Tempo, editor akan mengupdate Catatan Pinggir di blog ini setiap hari Selasa, meskipun tanggal pemuatannya dibikin mundur (hari Senin, hari terbitnya Majalah Tempo). Pembuatan blog ini sudah diberitahukan kepada Mas Goenawan Mohamad, pemilik copyright Catatan Pinggir. Seluruh pemuatan, design, layout, dan pengelolaan blog ini di bawah tanggung jawab editor. Demikian.

additional disclaimer

Ternyata Catatan Pinggir pernah absen di Majalah Tempo. Baca surat pembaca di bawah ini. Mohon maaf jika editor salah asumsi sebelumnya. (updated: 6 Desember 2006)

🙂

Catatan Pinggir Hilang

SENIN pagi terasa tidak lengkap tanpanya. Genap seminggu saya menunggu Catatan Pinggir. Dengan berdebar-debar, kuselak halaman paling belakang. Ah…, hampa, kecewa. Tidak dapat saya gambarkan seribu satu macam perasaan saya. Mengapa tidak ada Catatan Pinggir minggu ini? Merajukkah Goenawan Mohamad? Dapatkah saya bertemu dengan Catatan Pinggir minggu depan?

MARYAM M. NOOR

mn_maryam@hotmail.com


Goenawan Mohamad tidak dapat menulis Catatan Pinggir pekan lalu karena sedang berada di luar negeri—Red. (Majalah Tempo Edisi. 17/XXIX/26 Juni – 02 Juli 2000)

additional disclaimer 2

Seorang pembaca blog ini, Pandasurya, mengusulkan untuk memuat kutipan atau aforisma dari buku Caping GM.

Menindaklanjuti usulannya, ia mengirimkan kumpulan kutipan yang dengan rajin dikumpulkannya dari 5 buku Caping [sebenarnya saat ini sudah ada jilid ke-6] yang diterbitkan oleh Pustaka Utama Grafiti. Berdasarkan email Pandasurya, buku yang dikutip adalah Caping 1 (Cetakan ke-V, 1997), Caping 2 (Cetakan ke-III, 1996), Caping 3 (Cetakan ke-III, Juni 2005), Caping 4 (Cetakan ke-II, 1999), Caping 5 (Cetakan pertama, Januari 2002). Halaman kutipan ditulis berdasarkan data buku tersebut.

Sebagai sebuah kutipan, tentu saja memiliki potensi menyesatkan, kehilangan konteks, terpenggal dari keutuhannya, dan parsial. Untuk itu, editor menyarankan untuk tidak menganggap kutipan itu sebagai “ide yang utuh”.

Anggap saja kutipan itu sebagai pancingan parsial terhadap apa yang disebut ide utuh itu. Anggap saja kutipan itu sekadar petunjuk bagi kita bagaimana GM merumuskan sesuatu, bagaimana GM menempatkan sebuah penanda dalam sebuah petanda. Atau anggap saja kutipan itu sebagai stimulan biar Anda membeli buku Capingnya.

Penjudulan dibuat seperti penulisan surah dan ayat Alquran, untuk memudahkan. Misal: Judul 1:25 berarti Caping 1 halaman 25.

Kutipan ini akan diusahakan dimuat berkala, di tengah-tengah dua Caping terbaru, kemungkinan diupdate hari Kamis atau Jumat tiap minggunya. Tentu saja sepanjang stock kutipan tersedia.

Silakan memberikan usulan lain, atau menyampaikan keberatan terhadap “program” kutipan ini jika dirasa mengganggu. (updated: 17 Desember 2006)

🙂

Komentar»

1. Muhammad Al-Fayyadl - Agustus 1, 2006

Mbak Anick yg baik…

Kita sama2 pengagum Catatan Pinggir. Makasih webblognya. Sangat membantu…

Fayyadl

2. arief - Agustus 1, 2006

Maaf, tp bgm dg copyright-nya?

3. anick - Agustus 2, 2006

Apakah maksud Anda copyright Catatan Pinggirnya? Saya memang belum membicarakan secara khusus dengan GM atau dengan pihak tempo.

Asumsi saya, ketika majalah sudah terbit dan sudah terpublikasi, dia bisa dikutip siapapun, tentu saja dengan kode etik jusrnalistik. Saya memakai kode etik yang paling minimal, yaitu masih menyebut bahwa ini adalah Catatan Pinggir, dan menyebut sumbernya. 

Kedua, saya sudah memberi tahu GM soal pembuatan blog ini. Tapi setelah Anda menanyakan secara khusus soal copyright ini, saya tanya ke GM, dan beliau meminta nanya ke pihak Tempo. 

Ketiga, saya mengontak Mas Tariq Hadad, Wakil Direktur Majalah Tempo, dia ok, asal disebutkan sumbernya. Bahkan dia bilang, diupdate hari Senin pun tak apa.

Terima kasih

4. wahyuana - Agustus 7, 2006

Mbak Anick,
Kreatifitas Anda ini sangat bagus. Membaca tulisan-tulisan Mas GM seperti membaca inspirasi. Wah salut deh. Kalau bisa, misal tiga bulan sekali diisi wawancara sama beliau.

Regards,
Whyu

5. wadehel - Agustus 7, 2006

Lho? basbang bgt gw ini, ternyata ini semua kumpulan tulisane GM toh??? pantesan keren buangettttts.

malu! Malu gw!!! MALU gw!!! hihihihi…

6. Nadir - Agustus 13, 2006

Anick,

Saya dulu pernah baca tulisan GM di caping yang bercerita ttg film “Crouching Tiger, Hidden Dragon”. GM mengulas filosofinya dengan indah. Dan di ujung caping tsb GM “menyindir” Amien Rais (yang saat itu sedang semangat menurunkan Presiden Wahid). Saya cari-cari kembali arsip caping tsb tapi nggak ketemu. Kalau bisa tolong carikan dan diposting di bog ini yah. Thanks in advance🙂

7. Danny W, - Kupang, Timor - Agustus 14, 2006

Mbak; thanks yah sudah menghadirkan catatan pinggir di Web; ini juga setelah sekian lama surfing; baru ketemu hari ini. Saya juga pengaggum berat GM; sayang saya tinggal jauh di Timor; yang sulit sekali mendapatkan buku Catatan Pinggir (saya baru punya edisi 4 saja); sementara TEMPO sendiri kadang datang terlambat di tempat saya. blog ini sangat membantu. Saya pengagum berat beliau; bahkan gaya menulis saya pun sudah sangat terinsprirasi oleh gaya GM; terima kasih untuk menghadirkan catatan pinggir di ruang maya..; salam solidaritas

8. Imponk - Agustus 15, 2006

wah, sangat bermanfaat. thanks. saya juga pembaca caping🙂

9. wicaksono - Agustus 19, 2006

syukurlah kalau gm sudah tahu. mungkin dia senang juga kalau ada yang ikut mempopulerkan tulisannya di ranah internet.

10. anick - Agustus 22, 2006

To Nadir,

Mungkin yang Anda maksud adalah Caping berjudul Qin. Saat ini sudah aku masukin ke blog ini. Lihat di index…

11. Ichan Loulembah - Agustus 29, 2006

Bravo Anick!
GM memang ibarat sumur yang mata airnya mengalir tak putus. Apa saja — termasuk hal yang kita anggap sepele — jika terkena sentuhan GM, jadi begitu berarti.

Salam,

Ichan Loulembah

12. Muizzudin Hilmi - Agustus 30, 2006

Sudah lama saya memimpikan Caping GM dapat diakses gratis di internet. Teman-teman jurnalis tunanetra di Mitra Netra Online akan saya kasih tahu. Bisa jadi nanti akan kami konversi ke dalam huruf Braille (kalo boleh…).

Ehm, kebanyakan komentator nyangka kamu Mbak. Padahal lelaki tulen…hehehe

Trims, Nick.

Muiz

13. dobby fachrizal - September 4, 2006

sebelum mbak saya sudah pernah membuat blog khusus tulisan2 GM, tapi kemudian saya hapus sebab memang tanpa seizin GM. Blognya http://www.goenawanmohamad.blogspot.com
saya pernah mencoba menghubungi beliau lewat email (menanyakan ttg blog tsb), tapi tak pernah dibalas, jadi saya hapus. Saya pengagum tulisan2nya jga dan sangat senang dengan kehadiran blog ini.
kalau suka puisinya, saya juga bikin blog khusus puisi2 GM, coba klik http://www.puisigm.blogspot.com
memang masih terbengkalai, lagi2 karena belum sepengetahuan GM, Bisa minta tolong konfirmasi ke GM, apakah boleh puisi2nya di Blog kan ?

salam,

dobby f

14. dobby fachrizal - September 4, 2006

eh, apa gak salah manggil mbak? hehe…

15. jarwo - September 5, 2006

banyak caping yg dimuat…tp apa tak ada caping dlm bentuk media cetak??????? apa tak lebih baik majalah/koran caping dibaca oleh banyak orang. terutama banyak masyarakat yg belum bisa menggunakan fasilitas internet…

salam,

jarwo

16. Aguz - September 10, 2006

trim’s ya nick udah ngerilis capingnya bang GM. gue pengagum berat nih, dan skrg gue bisa ngebaca ampe puas. sekali lagi, populerkan tulisan GM.

17. eko c - September 11, 2006

bravo nick…aku terbantu banget melepas nafsu intelektualku dengan tulisan-tulisan sang Inspirator sastra ini. salah satu bahan paling bagus kalau kita lagi merasa “mapan” dan “final” secara modal intelektual, baca tulisan GM pasti gelisah, setidaknya ragu…he…hee

btw, mimbar masjidmu masih lanjut ndak…?

thanks nick,
salam

sa

18. anick - September 11, 2006

@jarwo

Edisi cetak Catatan Pinggir sudah dibukukan hingga Seri 6, diterbitkan oleh Grafiti. Silakan Check di toko buku, atau search via Google.

19. Zacky Kh Umam - September 12, 2006

bagus ini bisa menambah wawasan. GM ok!

20. NF. Syah - September 13, 2006

Salut kami, sungguh membantu nan bermanfa’at, semoga!!!

21. AF Baderi - September 18, 2006

Alhamdulillah. Akhirnya saya ketemu Blog yang isinya Caping. Terima kasih sudah membuat blog ini.

22. Aa Rom - September 19, 2006

salut dan terima kasih untuk yang dengan ikhlas mengumpulkan tulisan Mas Gunawan M. Ini memberikan angin segar bagi saya untuk terus menggali dan belajar dari tulisannya GM

Semoga terus berlanjut hingga akhir hayatnya ..!

23. suhaimi hj. khalid - September 22, 2006

Assalamualaikum wbt. Saya orang jauh dari seberang. Suhaimi nama saya dari Shah Alam, Selangor, Malaysia.
Saya memang pengagum berat tulisan dan jalan pikiran GM, memiliki teks Catatan Pinggir I dan II (yang lainnya sukar saya miliki di sini, susah dicari). Pernah saya melayari blog Dony (atau Dolly?) yang turut mengutip tulisan GM tapi kini tidak lagi dapat saya layari. Syukur kini saya dapat mengikuti Capingnya GM dari blog Anda. Terima kasih banyak!

24. yohanes widodo - September 22, 2006

saya sudah cukup lama tidak mengikuti dan membaca caping… syukurlah, akhirnya dahaga itu bisa terpuaskan di sini. sukses nick!

25. firdaus putra - September 29, 2006

ternyata bener tooo bang anick, ada waktu ya buat mbikin dan nglola blog….

proficiat…….

26. johan - September 30, 2006

ah ya … sampaikan permohonan maaf saya kalau saya buat blog plesetan catatan pinggir🙂

27. dalhan - Oktober 17, 2006

hari ini semakin sempurnalah kejahatan saya…..kalo ini dianggap jahat….pertama membobol hotspot….mencuri band witch……lalu membaca tulisan Ms Gun yang saya sangat Fans Be Ge Te…tanpa keluar uang beli majalah……perasaan saya agk bahagia…passion bgitu….deeeh…dalam dosa…ini…..hehehe…by the way…makasih ya bikin blog yang sangat bermartabat ini…….ditengah lautan blog ..yg garbage…ada secercah madu…THXS…berat untuk..sel2 otak Mas Gun…dan pengelola situs..ini…I LOVE U ALL

28. icanxkecil - Oktober 20, 2006

Salut untuk pak GM. Terimakasih untuk ilmunya😀

29. walky - Oktober 30, 2006

Dengan Bermodal Membaca Catatan Pinggir GM,walaupun tidak semuanya, tapi Manfaat dan Pengetahuan yang saya dapat banyak sekali…salam buat Bung GM juga buat pengelola Blog ini..sukses dan semoga Indonesia mempunyai GM yang lain…….

30. ekki - November 3, 2006

membaca caping membuat wawasan terbuka, karena selalu ada sudut pandang dan cara pikir berbeda terhadap sesuatu, yang disampaikan tanpa nada menggurui atau mengarahkan

ma kasih buat web ini.
salut buat anick

31. moha soedarjie - November 8, 2006

ck ck ck
lha ini yang di cari-cari.
Capingnya mas Gun,
karena ada mahkota di dalamnya.

Pol maturnuwun mas.

32. fera - November 17, 2006

mungkin saya termasuk orang yang baru menyelami dunia pemikiran, dan di saat yang sama GM menyuguhkan sebuah tulisan dengan wacana berfikir yang luas,lugas dan cerdas walaupun tak jarang sangat pedas. Saya kenal Caping waktu kuliah semester 1, saat pencarian jati diri sedang kencang-kencangnya. Walaupun sekarang secara ide saya tak sepenuhnya setuju dengan apa yang GM ungkapkan, namun tetap saja saya mengagumi GM dari cara dia memandang permasalahan, gaya penulisan dan fakta-faktanya yang un to date dengan analisis yang tajam. WAWW….bahkan sampai sekarang salah seorang teman saya di kampus menyebut dirinya sebagai gadis gundik GM.GM???COOL…

33. aufklarung - November 18, 2006

Anick, ramai-ramai kamu dipanggil mbak…:) haha….
Makanya kalau kasih nama itu pakai Muhamad kek, atau Bambang, Atau mbilung. Kalau sekadar anick dikira bolongan…

faiz

34. agung_tampan - November 19, 2006

sip…………….

35. hargiyanto witonomihardjo - November 23, 2006

Sejak saya pindah ke Surabaya (3 bulan berselang), saya tidak pernah lagi membaca majalah Tempo. Setelah hampir setiap hari saya iseng-iseng browsing, ternyata saya menemukan blog ini. Kepada siapa pun yang berperan di balik blog ini, saya ucapkan terima kasih karena saya bisa membaca kembali Caping yang menjadi bacaan favorit saya.

36. Pandasurya - November 28, 2006

Suatu kali seorang GM mungkin pernah diam-diam menyadari bahwa
di luar sana ada orang yang hatinya bergetar ketika membaca ini:

Di setiap masa nampaknya selalu ada saat yang tak mudah untuk
berbicara, tapi tidak gampang untuk diam. Kita tidak tahu pasti
bagaimana persisnya kata-kata akan diberi harga, dan apakah sebuah
isyarat akan sampai. Di luar pintu, pada saat seperti ini, hanya ada
mendung, atau hujan., atau kebisuan, mungkin ketidakacuhan.
Semuanya teka-teki.(Caping 1, hal. 360)

Dari lubuk hati harus jujur saya akui, GM dengan Capingnya
sudah saya anggap guru rohani yang amat saya kagumi.
Caping GM dengan taburan aforismanya banyak mempengaruhi
cara saya berpikir. Terima kasih banyak untuk Mas Anick atas blognya
yang sungguh bermanfaat, dan jika ada kesempatan, tolong sampaikan
pada beliau betapa saya sangat berterima kasih atas tulisan-tulisan beliau.

Tak bisa lain, sosok GM rasanya sulit tergantikan.
Dan Indonesia sungguh masih butuh seorang GM.

Numpang usul:
tolong mas Anick, mohon diperbanyak lagi
tulisan2 GM selain Caping, dan juga tulisan orang lain ttg GM
atau karya beliau. Dan gimana kalo kutipan2 atau aforisma dari Caping,
baik dari GM maupun tokoh lain, juga dimuat di blog ini.
Kebetulan saya sudah mengumpulkannya dari buku Caping 1-5,
dan siap kirim via email, gratis tentunya. Gimana mas Anick?

Salam Hangat,
Pandasurya

37. anick - November 29, 2006

@ Pandasurya

Dengan senang hati. Silakan dimulai. Saya juga sebenarnya masih banyak stock Caping yang belum saya masukin. Maklum, harus berbagi waktu…
Anda bisa kirim ke ngeditors@yahoo.com

38. dee_dixz - Desember 1, 2006

anick,.
salam,ada banyak keresahan tentang universitas saat ini.mengenai peran serta tanggung jawab moral mahasiswa kepada negeri ini.tampaknya caping GM ttng universitas belum dimasukin tuh.
saya akan sangat berterima kasih jika mas bisa nyariin,nuwun

39. haris firdaus - Desember 2, 2006

akhire saya menemukan web blog ini.hebat dan salut. meski aku gak tau soal hak ciptane py. yang jelas, aku juga pengagum GM dan dah lama berusaha mengikuti tulisan2 nya di tempo. tapi sampe hari ini ak belon bisa baca semua caping yang dah dibukukan. baru baca caping 2 dan 5. yang laen belon.

40. Faiz Manshur - Desember 3, 2006

Nick, The Death of Sukardal, tukang becak Bandung kok belum dipasang?

41. anick - Desember 3, 2006

@ Faiz

Lihat index paling bawah.

42. Tude - Desember 4, 2006

makasih bgt bos!sangat bermanfaat. saya ijin link ke blog saya. Tengkyu.

43. agnila - Desember 14, 2006

wah oke juga neh…tapi kok..dipanggila Mbak ya…?!
Great! Mas Anick

44. Goenawan Mohammad - Desember 14, 2006

….
Jakarta seperti menggigil
ketika gerimis mengguyur gedung, jalan-jalan kampung, atap seng
saat senja tampak enggan berlalu.
….
Di perempatan polantas tampak sibuk mengatur. Dan kita tahu, dibenaknya yang terlintas adalah sebuah bayangan keluarga : bercanda menonton tv sambil menghirup teh hangat.
….
Lalu tiada lagi yang tersisa kecuali semangat yang mulai memudar derenggut malam. Mungkin sia-sia, namun bukahkah selalu ada yang mesti kita ceritakan pada anak cucu kelak?
….
Barangkali gelap memang menakutkan. Dan kelam memang menggentarkan.

haposan - Juni 4, 2009

Dan, nyatanya si Satpam tak tau diri; belum gaji seberapa sudah merasa
jagoan saat seorang pemulung datang dan mengusirnya dari belantaran rumah pengawasannya!
Sial, bukan melayani malah membuat onar!

45. Pandasurya - Desember 16, 2006

jawaban ‘tuk GM, entah di mana

Kenyataan hari ini
tak cukup memadai untuk sekadar disesali
Tangis dan tawa lahir terlalu pagi

Di sini
di bawah langit yang sama
kemanusiaan bertanya-tanya:
di mana tempat kita di dunia?

46. TASYRIQ HIFZHILLAH - Desember 17, 2006

MEMO SELEMBAR CAPING

Caping yang selalu menyapa
Di malam buta tanpa suara
Bahasanya menyeret lentik dahaga
Yang dikirimnya ke rasa ingin tahu kita
Sayang kita sering tak pernah bisa paham
Akan isyarat-isyaratnya.

TASYRIQ HIFZHILLAH
tasyrique@yahoo.com
081-578813345

47. Mas Inoeng - Desember 18, 2006

Saya berterima kasih atas webblog ini. Ide cemerlang untuk mengapresiasi tokoh dan pemikiran serta pembahasaan yang khas, unik, dan terpelajar. Saya Juga pengagum Mas GM seperti Anda. Selamat atas ide besar dan cemerlang ini.

Mas Inoeng
Surabaya

48. Bambu Anom - Januari 7, 2007

mumpung editor blog udah dapat ijin, diusulkan puisi dan sajak GM dimuat juga disini. sebab tak sedikit yang belum memiliki buku-buku itu.
terima kasih pada mbak anick ( bener-bener mbak gak seeh..???) atas blog ini…

Cheers,
-Bambu-

49. nurfath - Februari 7, 2007

saya wong ndeso yang jadi banyak tahu karena keranjingan membaca caping. semoga Allah senantiasa memberikan GM kesehatan dan umur panjang, trim’s to anick atas blognya

50. Boy, Ka. BEM FTUI - Februari 10, 2007

Assalamuaikum..

Terima kasih sekali untuk Mba Anick (kalo tidak salah) atas usahanya dalam mengumpulkan caping GM. saya mungkin satu di antara banyak orang yang ingin ‘mencuri’ pemikiran GM yang menurut saya: kritis, orisinil dan berani. saya pun sering merasa, membaca caping GM bagaikan membaca apa-apa yang telah dibaca oleh GM. Thanx ya mba, dan tentunya tuk GM (don’t ever stop your creation

51. Pandasurya - Februari 12, 2007

To mas Anick,

Numpang usul lagi nih:

gimana kalo Caping in English (Sidelines) juga dimuat
di blog ini? apakah mas Anick ada stok file digitalnya?
dan jika akan dimuat apakah perlu izin dari penerbit dan Jennifer Lindsay sebagai penerjemahnya?

gimana mas Anick?

52. anick - Februari 13, 2007

@ Pandasurya

Tadinya memang saya mau bikin dua bahasa sekaligus. Ada beberapa file-nya di saya. Tapi yang Indonesia aja masih belum tuntas koq, ntar mungkin belakangan.

Thanks usulnya.

53. Kawe Shamudra - Februari 14, 2007

To Mbak anick, met kenal. Saya sangat beruntung menemukan blog ini. Saya nulis komentar tentang GM, waduh ada tulisan yang ikut nyelonong yang mestinya gak perlu, yakni pada sub judul “Ayah membaca Kidung”, bisa nggak kalimat itu dihapus saja. Trims.

54. dobby fachrizal - Februari 15, 2007

pengumuman: blog http://www.puisigm.blogspot.com sdh mulai saya update lagi, juga dengan layout yang baru. mudah-mudahan saya selalu rajin untk meng-update nya…:)
silakah di klik ya….

om goen, i love you!

55. C Jacky - Februari 16, 2007

Nick,

Ente sebaiknya buka identitas kelamin ente nyang lelaki tulen entuh. Gile aje sampe komentar ke 53, ente masih dipanggil mbak. Padahal udah beberapa kali diralat orang.

Atau ente perlu GM buat bikin catetan di pinggirnya Caping?

56. anick - Februari 17, 2007

@ Kawe Samudra

Udah dieksekusi. tengs….

57. Gunawan Wibisana - Februari 19, 2007

Apakah ada milis tentang goenawan mohamad?? groups gitu ….. kalau ada mohon saya di beri tahu. Atau kapan nih akan di bentuk FANS BERAT MG?? Jangan cuma FIB (fans berat inul) saja …. Atau di bentuk semacam perkulpulan pecinta mas goen begitu …. dibikin regio-regio sendiri. Usul yang menarik??

58. Firman - Februari 20, 2007

Thanks yah, telah membuat blog catatan pinggir GM. Sebuah usaha yang sangat mulia. Jadi, teringat beberapa tahun lalu ketika aku dan beberapa teman mencoba untuk pertama kali belajar membaca buku dan tulisan-tulisan orang lebih seksama dan serius. (sekolah bukanlah tempat belajar serius bagi kami). Salah satu bahan yang sering kami diskusikan adalah caping GM di Majalah Tempo. Mendapatkan caping ini penuh perjuangan; antre menunggu Majalah Tempo bekas di depan kampus kami, walau sudah terlambat tetapi isi kantong kami menjangkaunya. Ataukah membaca ramai-ramai di perpustakaan atau pinjam milik teman. Jadi ingat juga, ketika Majalah Tempo di bredel. Betapa kecewa dan marahnya kami akan pemerintah yang telah secara langsung menyumbat keinginan belajar kami. Akhirnya, kami juga ikut termasuk dalam barisan yang menentang pembredelan. Tempo bredel berarti Caping bredel. Thanks yah caping telah ikut bersama kami belajar akan kehidupan. Anak-anak yang tumbuh denganmu sekarang telah menjadi burung merpati dewasa.

59. langit - Februari 23, 2007

iya..kapan ada GM fans club…milisnya minimal..hehe

60. Gunawan Wibisono - Maret 2, 2007

setuju sekali dengan langit … penantian panjang bwat ya .. minim milis .. sukur ada fans club .. sekedar tempat ngumpul, berdiskusi .. ato tempat ‘jagongan’, …

61. swanvri - Maret 6, 2007

to : Gunawan W

Kalau diskusi, blog ini dah lumyan bisa kita gunakan, dengan memanffatkan comment, tapi andaiakan bisa diskusi darat sambil minum kopi kayak lebih seru.

Tapi Fans Club ini bukan kayak Fans Club-nya artis, apalagi sampai mengkultuskan mas Gun, ya buat belajar, tukar-pikiran bareng……

62. Anjaz - Maret 10, 2007

Assalamu alaikum
salam kenal dan ijinka saya menaruh blog ini di daftar link saya!

terima kasih, karena setelah melihat beberapa hal dan membaca beberapa artikel di blog ini, bahan renungan-renungan saya kian bertambah.🙂

63. Rian - Maret 14, 2007

Salam kenal,
Boleh nggak ya saya bikin link ke blog ini dari blog saya?
Thanks ya…🙂

64. abu - Maret 19, 2007

kok ga ada kategori yg membahas tentang buruh…
usul ya…

65. Biho - April 7, 2007

salam kenal juga.

66. Chalie - April 9, 2007

yuk kita bareng2 bikin fan club GM

67. ramdhon - April 19, 2007

bila harus menyebut buku yang baik, maka saya akan memilih buku yang ditandatangani oleh penulisnya, dan saya mempunyai kesempatan untuk memintakan tanda mata dari GM, pada kumpulan catatan pinggir jilid 1,2,3 yang terbeli dari koleksi buku dipinggir jalan .. makasih mas Gun

68. equeenox - Mei 13, 2007

mas anick,

saya kebetulan coba2 menterjemahkan beberapa catatan pinggir untuk teman saya yang bukan org indo. saya rasa tulisan GM sangat universal, dan saya harap org dr negara lain bisa menikmatinya juga.

http://equeenox.com/blog/?cat=6

say juga pingin minta ijin dan saran GM untuk terjemahan caping-nya online. mas anick bisa kasih tahu gimana?

69. Jasmineva - Mei 15, 2007

Saya kenal Catatan Pinggir sejak SLTA, karna mencari potongan puisi GM yang tmuat di Catatan Pinggir. Dengan bahasa yang bersahaja tetapi dalam, sajak-sajak dan tulisan GM membuat saya kcanduan. Bertanya ksana kmari dengan mimik bingung plus sdikit maksa.. Wuah, akhirnya.. Setelah ‘mencari’ GM stiap hari, ktemu juga beberapa jejaknya. Makasih banyak Mas Anick (awalnya kirain Mba..😉 Mas Gun yang sangat suibuk tentu ga smpat ngeblog bgini, untunglah tetap punya pcinta-pcinta yang setia..
Ga hanya di dunia maya, di alam nyata pun sulit nemuin karya GM (sajak-sajaknya)! Nyari di perpus kampus udah raib dibawa kabur kakak2 angkatan yang tlalu kreatif ;p nyari di toko buku, Grasindo ga nerbitin (Asmaradana) lagi, hiks! :(hwalah, curhat..)
Nah, stelah mondar-mandir dari perpus satu ke perpus lainnya, ktemu jualah buku Asmaradana di Kolese Ignatius (Kotabaru, Jogja). Pencarian berlanjut, temen-temen yang ada di Jakarta saya ajak ‘sambatan’ nyariin puisi-puisi GM, akhirnya ada seorang teman yang waktu itu tinggal di dekat Utan Kayu membelikan buku ‘Sajak-Sajak Lengkap 1961-2001’… Sayangnya skarang buku itu masih dalam sengketa (dipinjem temen ga balik-balik, hehe..) Mas Anick, tolong sampaikan ke penerbit Metafor ya.. Moga ga harus ke Utan Kayu lagi (temen2ku udah pada pulang kampung), moga di Jogja udah ada, amiin..
Ohya, satu lagi, sperti pemintaan teman laen, tolong buatkan ruang untuk sajak-sajak GM di sini, toh GM pun tidak kberatan..
Skali lagi, makasih banyak yaa..

70. an-Nadzif - Mei 16, 2007

Terima kasih untuk kata, niat, dan tulus.

71. zaki - Mei 16, 2007

Caping betul2 sesuai dengan namanya: catatan orang yang berdiri di pinggir. Kalau dalam olahraga ada ungkapan bahwa penonton selalu lebih pandai dari pemain.
Apakah GM tidak bosan untuk terus jadi penonton, kenapa sekali2 tidak ikut main. Kalau tidak salah, beliau termasuk pilihan pertama Amin Rais saat awal2 reformasi dulu untuk duduk di dewan amanat nasional (embrio PAN). Dan memang kita tahu sekarang PAN jadi bagian dari penguasa dan relatif bisa kita samaratakan dengan yang lainnya. Dan memang kita tahu juga bagaimana tingkah polah para penguasa sekarang. Apakah GM takut larut dengan kekuasaan sehingga kemudian mundur?
Padahal kita ingin, meski hanya 1%, idealisme dan antusiasme insani GM bisa mewarnai kekuasaan. Apakah potensi sebesar GM akan hilang begitu saja tanpa sedikitpun meninggalkan jejak dan warna pada riwayat pemerintahan di negara ini? Tapi saya lebih yakin pada kemungkinan ini: Negara ini masih terlalu naif dan hijau, seperti tergambar pada sikap dan perilaku para penguasanya, untuk menerima individu seperti GM, sehingga keberadaa GM dalam kekuasaan atau tepatnya pemerintahan, sama halnya seperti kehadiran seorang psikolog di kandang kambing.

72. an-Nadzif - Mei 20, 2007

Ya…kandang kambing.

73. jakaudin - Mei 21, 2007

thanks too much tuk Bung Anick atas darma bhatinya bikin web amal ini. usulan millis GM-Mania di beberapa komentar diatas kok ngga ditangapin?? kayaknya seru juga deh..
salam semua..

74. jakaudin - Mei 21, 2007

thanks too much tuk Bung Anick atas darma bhaktinya bikin web amal ini. usulan millis GM-Mania di beberapa komentar diatas kok ngga ditangapin?? kayaknya seru juga deh..
salam semua..

75. Edi Martono - Juni 3, 2007

Thanks Mas Anick untuk blog yang luar biasa ini.
Aku pernah baca GM, tapi bukan di Caping. Kata-katanya kurang lebih begini:
…untuk apa kita berusaha mencapai sorga dengan menciptakan neraka di muka bumi ini….
Dia bahas tentang ‘mati syahid’ yang dangkal… kalo ga salah tentang kerusuhan antar agama di suatu daerah.
Bisa bantu aku untuk tulisan ini?
Thanks…

76. jaka tingkir - Juni 6, 2007

kenapa ya Tuhan Kristen mesti 3? kenapa Tuhan harus punya anak atau harus punya bapak?

77. anick - Juni 7, 2007

@ Jakaudin
Maaf, saya baru pulang kandang. Kalau memang perlu seperti itu, saya akan bikin milisnya, dengan beberapa catatan:
1. Milis itu antara kita-kita aja. Susah memastikan bahwa GM akan ikut serta, karena kesibukannya yang luar biasa.
2. Terlalu banyak milis di dunia maya ini. Saya sendiri memoderatori 4-5 milis yang cukup produktif, jadi kalaupun kita bikin milis ini, kita harus tentukan aturan2 yang dapat mengawal milis ini bukan milis sampah.

@ Jaka Tingkir
Selalu ada saja orang seperti ini: ngasih tanggapan di luar konteks. Tolong mbokya kalau nanggapin itu ditaruh di koridornya, biar orang yang baca itu nyambung.

78. Toni - Juni 11, 2007

KABAH

Untuk Mas Anick (yang sering dipanggil mBak)

Kabah. Catatan Pinggir tentang spiritualitas GM. Sebuah kesederhanaan! Apa sudah dimuat di blog ini?

Aku butuh kesederhanaan!

Salam!

79. Saidiman - Juni 26, 2007

Dahsyat be ge te nik. Sukses.

80. Nazhar - Juni 27, 2007

HARI INI
Kepada GM

cuaca murung
di kelopak matahari

melelehkan nyanyian sang suara
di kebun sepi

Tasik, 27 Juni 2007

81. wawan - Juli 6, 2007

Saya baru tahu blog ini. Terus terang saya juga penggemar caping GM. hormat saya bt editor blog ini.

82. windede - Juli 8, 2007

senang bisa nyasar ke blog ini. caping gm selalu paling dinanti. lembar pertama yang dibaca meski letakknya di lembar terakhir. salam.

83. madjid - Juli 18, 2007

sejak dari Januari lalu, saya terus mengikuti caping-caping terbaru Goenawan Muhammad. terimakasih atas tulisan berharga yang bisa dinikmati secara gratis, bukan hanya oleh para pembaca di Indonesia saja. tapi, saya tidak tahu dan ingin bertanya, kenapa mas Anick langsunga up load dua caping sekaligus… kemarin saya terus buka situs ini, berharap ada postingan yang baru, tapi agak tau ya, koq jadi begini sekarang? apa ada aturan baru yach? katanya caping selalu diupdate saban minggu…

terimakasih, saya mohon more explain

bagi saya kedua caping itu, apalagi yang berjudul “Mereka” lumayan berat, apalagi tak punya data lebih untuk itu… dan harap-harap saya, GM bisa menulis caping tentang rakyat kita sendiri, misalnya korban lumpur lapindo… sebagaimana dulu beliau menulis The Death of Sukardal, Jasih dan Nunukan.

salam damai

84. anick - Juli 18, 2007

Alasannya teknis aja. Minggu kemaren saya di luar kota lebih dari seminggu. Jadi dirapel. Mohon maklum kalee.

demikian

85. eyangebaby - Juli 25, 2007

caping adalah tanda tanda zaman yang harus kita sikapi dengan arif.membaca caping dan meresapinya bisa menimbulkan kesadaran baru.terima kasih buat mas GM dan tentunya mas anick yang tel;ah bersusah payah menyebarkan virus penyadaran.

86. satyaning - Agustus 18, 2007

mas anick yang baik,
10pangkat tiga terimakasih buat caping ini. buat kami yang dirantau dan tidak bisa beli tempo, ini adalah bantuan yang luar biasa besarnya.
sebagai fans berat gm, caping adalah jalan mintas terpendek untuk tetap bisa membuka mata dan telinga.

bisa bantu mencarikan caping awal 2005 setelah tsunami, dimana gm mengutip voltaire dengan lissabon nya?
mencari dengan berbagai cara, toch tak tercapai. plizzz….:-((

akan sangat terbantu dan berterimakasih,
jabat erat dari jauh…

87. mezba - Agustus 19, 2007

mas anick, aku pembaca caping dari cirebon. aku ingin kenal mas GM. kamu bisa ga kenalin aku padanya? soalnya dari balita aku sudah mendengar namanya. tapi aku ga tahu wajahnya. setiap selesai membaca caping, aku selalu membayangkan wajah mas GM itu seperti anjasmara, baim wong, dan terkadang tom cruise. atau bagaimana kalau foto GM (dan kamu) dipajang di samping caping? jadi foping (foto pinggir)? ya, biar kamu bisa nampang dan terkenal. salam cinta buat mas Goen, semoga saya dan dia bisa masuk surga. hidup mas Goen!

88. anick - Agustus 21, 2007

@Toni
Saya tak berhasil menemukan “Kabah”.

@satyaning
Caping “Tsunami” udah masuk. Ada juga “Bencana” pada Oktober 2005. Lihat di index.

@mezba
Saya sudah merasa terkenal koq. Minimal di lingkungan kecil saya.🙂

89. satyaning - Agustus 21, 2007

mas anick,
alangkah sulitnya buat menuliskan berbilang terimakasih ini dengan wajar dan nyaman….juga buat bencana nya !
sapa bilang mas anick gak beken? fyi, seorang anak muda dari sudut eropa lainlah yang telah menunjukkan jalan mintas ini, tanpa harus mencari pinjaman dan lungsuran tempo yang sudah berumur bulanan, bahkan tahunan….
betapapun, senang juga sih, kalau bisa melihat wajah mas anick yang konon super ganteng…….
terimakasih dan jabat eratku dari jauh buat mas goen dan mas anick, semoga tetap sehat dan selalu dibawah LindunganNya

90. Pormadi Simbolon - Agustus 23, 2007

Mencerahkan.

91. Dimas Supriyanto - Agustus 23, 2007

Salam Persaudaraan,

Sebagai pengagum tulisan-tulisan GM, sebagai kolektor buku-buku GM (alhamdulillah lengkap), sebagai wartawan otodidak yang mengambil banyak pelajaran dan manfaat dari caping-caping GM, saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pembuat blog ini.

Kiranya, para pengakses blog ini bisa mendapat pencerahan sebagaimana yang saya dapatkan setiap kali membaca caping GM.

Wassalam,

Dimas Supriyanto.
Wartawan, tinggal di Cipayung
Jakarta Timur.

92. satyaning - Agustus 24, 2007

maaf sekali mas anick, selalu saja ada yg tertinggal….
caping nya mas goen saat belasungkawa untuk munir ( rasanya surat untuk anak2 munir) judulnya bagaimanakah? sudah masuk index kah? (waduh, maaf sekali… sedang mengumpulkan yang belum komplit ).
thanks banget-banget.
ada yang menanyakan bagaimana kabar rai?
jabat erat,
sn.-

93. inda suhendra - September 4, 2007

mbak/mas ANICK
waduh thanks banget neh, akhirnya saya menemukan blog ini ketika saya hunting di google. saya penggemar berat catatan pinggir.
goenawan mohamad memang penulis hebat. saya sering terkagum2 setelah mengakhiri membaca tulisannya. gak bisa dideskirpsikan deh, hebat hebat hebat. salam buat mas goen!

salam buat penggemar caping di seluruh penjuru!

inda suhendra (bogor)

94. Ahmad Munir - September 15, 2007

Caping selalu membuat kita merinding. Selalu ada bahasa, cerita, dan sejarah yang layak untuk dibaca, dan diperdebatkan.

Caping telah banyak menginspirasi banyak orang.

Caping sudah selayaknya selalu hadir.

Di sinilah ruang bergumam, merenung, dan berinteraksi.

Terima kasih atas kehadiran blog ini.

95. ichal - September 17, 2007

sedikit saja membaca, saya sudah merasa bangga membacanya, mau izin ngelink tulisan bapak!!! salam buat semua

96. yudhi - September 20, 2007

Seperti membaca berbuku-buku, memaksa untuk melihat sesuatu dengan lebih jernih dan lebih jernih.
Gerabg pertama untuk memulai sebuah perjalanan jauh diantara cerewetnya dunia.
Saya kagum dan selalu akan begitu…

97. UDIN - September 21, 2007

Tulisan GM memang diakui semua pecinta ranah kehidupan dalam dunia tak berdimensi, yang terekam dalam tulisan-tulisan tak bertepi GM, yang hanya punya garis pinggir. Termasuk saya adalah pengagumnya.

Tapi banyak juga yang nyaris sama atau lebih dari GM. Saya tak tahu siapa saja mereka itu. Jika ada seseorang atau pembaca setia caping menemukan mereka-mereka itu dan membuat blog semacam punya mbak/mas/yuk/kang anick ini, kenapa tak bersambung dengan blog ini.

Saya baru menemukan blog ini, saat saya ingin menemukan teknik GM menulis.

Banyak komentar menyanjung. Tapi, adakah yang (berani) mengkritik? Tentu akan lebih seru.

Saya tak berani mengkritik. Sebab belum membaca Caping GM.

Trims
Diens
dien_truth@yahoo.com

98. tsugaeda - September 23, 2007

my favourite blog..
minta izin nge-link ke blog saya

99. Nunur H - September 26, 2007

Mbak Editor,

Matur Nuwun karena susah payah membikin Blog ini. Saya pembaca GM, dari mulai masuk kuliah dulu. Seperti halnya kendi air, saya bisa mereguk banyak hal dari Catatan Pinggir. Kadang kala sampai perut kembung.

Ada seorang kawan yang mengatakan tulisan GM terlampau lembek dan tidak berani menohok. Tetapi bagi saya, disitulah keunggulannya. Tulisan GM sangat mengalir, sehingga tanpa terasa kita sudah berpindah, dari alam pikir satu ke lainnya. Dari adegan satu ke lainnya. Dan yang pasti GM tidak pernah menggurui, atau memaksa untuk pencapaian kebenaran absolut. Karena pada akhirnya semua kesimpulan diserahkan pada pembaca.

Sesuatu langka, ditengah negeri penuh manusia yang merasa dirinya paling benar dan menyingkirkan yang beda.

Sekali lagi terima kasih, mbak.

Salam Hangat,

Nunur H

100. enaj - Oktober 9, 2007

akhirnya ketemu juga situs yang memuat catatan pinggir… saya menikmati membaca tulisan di halaman belakang majalah tempo itu… ada yang agak sulit dipahami, dan membuatku harus membaca berulang2… tak jarang ada catatan yang membuatku tercekat karena terharu… aahh… but yeah, tak banyak yg bisa menulis seperti beliau…

101. binajaya - Oktober 18, 2007

tempo is caping
the rest is just details😉

binajaya.blogspot.com

102. jepits - November 21, 2007

salam kenal …. makasih telah publish catatan pinggir di blogosphere …. sangat inspiratif, membantu kami yang jauh dari tanah air

103. willmen46 - November 24, 2007

wah ternyata ada juga y blogger yang sudah seumuran saya
hihihihiih…
saya saja lahir sekitar tahun 1986 eh sebelum nya sudah ada yang bikin blog
salam kenal saja dech mas..mbak..om tatau tante..

willmen46
willmen46.wordpress.com

104. sg - November 30, 2007

Saya gak pernah ketinggalan baca catatan pinggir, cuma sejak di US harus nunggu lama untuk dapat majalah Tempo dikirim dari Jakarta. Terima kasih sudah membuat blog ini jadi sekarang tidak akan ketinggalan lagi….

105. DANIEL! - November 30, 2007

mohon ijin nge-link

106. Hans - Desember 2, 2007

Mbak Anick,
Salut 2 tumb up !! buat dedikasi nya untuk melakukan archive ini secara teratur dan sangat rapi . patut di acungi jempol lagi !!!

Saya sendiri membaca GM sudah sejak awal SMP . berkenalan dengan GM pertama kali di majalah Zaman tahun 1982. Salah satu edisi terbitan yang masih saya klipping terbit 25 April 1982, tapi di Zaman dengan nama Titipan judulnya ” Seorang Anak di Dahan Besar ” tentang Rabindranath Tagore dan Gitanjali. Sejak saat itu saya selalu mencari dan membaca GM sampai sekarang.

Bagi banyak orang GM dan tulisan nya memang seperti seorang Guru kehidupan kita masing-masing . GM memang tak ada dua nya.Hampir semua buku GM sudah saya koleksi.

Saya senang dengan Blog ini .”Seorang guru memang bisa punya jejak yang panjang ..” tulis GM buat di Caping ttg Fuad Hasan, dan kini GM sendiri akan meninggalkan jejak yang panjang buat banyak orang..salut !

Mbak Anick ,
Thank you !

107. uli - Desember 3, 2007

Mbak Anick

Saya juga ikut berterima kasih, blog yang anda buat sangat membantu. Saya jadi ga perlu beli tempo untuk dapat capingnya GM. Susunannya juga unut jadi mudah didownload…Gimana klo ngadain kumpul bareng, teman2 yang sering kontak disini??? Hanya tawaran iseng saja, syukur2 klo jadi…

adieu

108. uli - Desember 3, 2007

Mbak Anick

Saya juga ikut berterima kasih, blog yang anda buat sangat membantu. Saya jadi ga perlu beli tempo untuk dapat capingnya GM. Susunannya juga unut jadi mudah didownload…Gimana klo ngadain kumpul bareng, teman2 yang sering kontak disini??? Hanya tawaran iseng saja, syukur2 klo jadi…
Sedih ni, buku Setelah Revolusi Tak ada lagI punyaku ilang…..Ga tw sapa yang pinjam….Moga2 bisa balik

adieu

109. uli - Desember 3, 2007

Skalian juga ya mohon ijin buat ngelink blog ini…txs

110. hmibecak - Desember 8, 2007

salam kenal dari kami.

111. Bhodi - Desember 12, 2007

salute untuk usahanya, caping-GM memang sudah seharusnya menjadi bacaan wajib untuk kita yang mencari alternatif pemikiran yang lain dari yang sudah ada.aku punya edisi lengkap 1 – 6

112. ajo - Desember 18, 2007

bravo to caping GM yang sudah menjadi inspirator buat para pemuda yang mau belajar menulis…..

113. musthafa - Desember 30, 2007

salut…jadi pengen…hehe
buat adminnya CAPING, boleh kan saya masukkan url anda di blog saya untuk daftar link saya. thanks atas apresiasi anda pada gunawan muhammad

114. watonmuni - Januari 1, 2008

GM salah satu favorit saya. Minta ijin ngelink ya pak admin???🙂

115. bodrox - Januari 2, 2008

GM adalah salah seorang penulis esais Indonesia terkuat, dengan wawasan yang mendalam. walau sesekali saya tidak mengerti pandangannya tapi saya suka membaca tulisanya, memabaca ‘Caping” berarti membaca Gunawan M. Salute buat beliau.

116. rosit - Januari 2, 2008

Senang sekali membaca tulisan-tulisan GM, saya mendapatkan inspirasi baru, makasih

117. fatris mohammad faiz - Januari 7, 2008

barangkali terlalu banyak kata “selamat”, “bravo”, “salut”, dan segala puja puji lain dalam blog (baca:blok) ini. saya 24 tahun, 4 tahun lebih saya “memamah” catatan pinggir (kecuali catatan pinggir 4,1), Ketika Revolusi Tak Ada Lagi, Eksotopi. dulu saya sering mengguntingnya (caping) di majalah tempo yang telah lama di perpustakaan kampus saya. blog ini memang membantu untuk itu. ada yang musti saya selesaikan, rasanya. ada yang mesti kita selesaikan, tuan GM…namun, blok(atau blog?) tak sesederhanan puisi…beri aku sekalimat, tuan GM..(bukan dari editor)

118. jalansutera - Januari 9, 2008

wah, ini kumpulan caping ya. great…

kalo nggak salah, mas GM konon juga mau bikin blog sendiri lhoo…

kita tunggu saja..

119. kekadhi - Januari 9, 2008

Saya pertamakali baca caping pas SMA dulu,
yg saya inget isinya mengenai Bronsky
(“rakyat adalah beribu tangan yg bekerja”),
lama2 jadi terbiasa membaca gaya menulis GM,
sampai sekarang malah bela2in nyari Tempo hanya
buat caping-nya saja. Makasih buat blog ini dan
terimakasih banyak buat caping GM.
(makasih juga bwt caping:Dari Sebuah Jerit di Jembatan Desember 26, 2005, nyari2 dari dulu :D)

120. danny wijaya - Januari 25, 2008

…mbak, kadang membaca Caping punya efek samping: seperti makan fastfood.

Bahasa, rasa dan makna di dalamnya tak ubahnya buah yang, meskipun begitu bernilai, tapi tak memberi kita kepahaman yang lengkap tentang bagaimana cara pohon tumbuh.

121. Giornale Wordpress - Februari 7, 2008

great blog for italy!

122. jaziar - Februari 8, 2008

Senang bisa melihat catatan pinggir ini jadi online seperti ini…..

123. sahrin hamid - Februari 9, 2008

Ruarr Biasa….

thanks mas anick
karnamu, terjangkau…

ada cahaya
di lorong gelap

salam

124. mydarkoctavarium - Februari 14, 2008

@ editor (mbak?) anick….super duper salut atas ketekunanya……
akhirnya saya menemukan danau ini…
mohon ijin utk saya “add” di blog roll saya ya mbak…
matur tengkyu lho, sakderengipun…
salam buat “mbah kakung” GM, semoga sehat selalu dan tetap vital…!!!

125. nong - Februari 22, 2008

aku paling suka baca2 lembaran tanggapan2 ini karena anick masih aja dipanggil mbak hehe.. salut nick!

126. oRiDo - Maret 5, 2008

kok gak ada catatan pinggir nya yah …
knapa gak dibuat catatan di pinggir blog nya nih??
heheheh…

127. zombie idup - Maret 9, 2008

salam mbak / mas (sorry, ampe sekarang saya belum tau pasti sosok seorang anick yang telah berjasa bagi pengagum GM dan caping,mas atau mbak)! kok minggu ini belum diupdate ya? bagaimanapun juga tetap kita nantikan updatenya dari caping terbaru, makasih banyak!!!!!

128. moch faisol - Maret 20, 2008

wah, mas anick pasti lagi sibuk berat
sampai-2 tak segera mem-posting-catping edisi terbaru ‘ melayu’
gimana kalo saya bantu
saya yg ketik catping tiap senin/selasa
harus sy kirim kemana email nya mas anick
atau cukup di sini aja ?

129. ayaelectro - Maret 20, 2008

salam kenal…

130. moch faisol - Maret 21, 2008

Catatan Pinggir, Tempo, edisi : 17 – 23 Mar 2008

Melayu

Begitu banyak salah paham tentang Amir Hamzah. Penyair ini dibunuh dalam sebuah pergolakan sosial di Sumatera Utara pada tahun 1946, tak lama setelah Indonesia di proklamasikan. Kekuasaan Belanda dan Jepang dinyatakan habis, tapi “negara” dalam republik yang masih beberapa bulan umurnya itu belum tersusun. Mesin kekuasaan belum berjalan ketika euphoria “kerakyatan” meletup di mana-mana. Kata “Revolusi” (dengan “R”) diarak. Itu berarti seluruh tata yang lama harus dihancurkan, meskipun tak selalu jelas apa yang akan menggantikannya.
Amir Hamzah adalah anggota keluarga Sultan Langkat. Dengan demikian ia berasal dari kelas feudal, bagian masa lalu yang dibenci, meskipun tak pernah tercatat bahwa Amir-yang menghabiskan waktu mudanya bukan di istana, melainkan di sekolah-sekolah di Jawa-melakukan sesuatu yang tak dapat dimaafkan.
Dunia hanya mengenalnya sebagai seorang yang menulis sajak yang menyentuh hati sampai hari ini. Karya-karyanya adalah serangkaian ekspresi yang merupakan bagian dari “puisi baru” Indonesia, dan memang demikian. Amir tak ingin sepenuhnya lepas dari ungkapan Melayu klasik, tapi banyak kata bentukannya yang dating dari gramatika Jawa. Dalam sebuah sajak yang indah-gabungan ironi dan kesedihan-ia menyebut diri “beta, bujang Melayu”, tapi seluruh kumpulan puisinya, Buah Rindu (yang ditulis pada 1928-35), ia persembahkan kepada “Paduka Indonesia Raya”, selain kepada “ibu ratu” dan kepada seorang perempuan dengan nama “Sendari”.
Tampak bahwa Amir Hamzah, seperti teman-teman segenerasinya, S. Takdir Alisjahbana dan Sanusi Pane, yang aktif di sekitar majalah Poedjangga Baroe, melhat diri bagian dari generasi yang didera oleh masa depan. Mereka hendak menciptakan sesuatu yang baru dari sebuah kondisi terjajah, terkebelakang, terhina-sesuatu yang bukan lagi bias disebut “Jawa”, “Melayu” atau “Ambon”.
Dalam arti itu, Amir Hamzah adalah sebuah fenomena “pasca-Melayu”.
Jika kita perhatikan sajaknya yang terkenal itu, kata “bujang Melayu” itu memang disebut bukan hendak membanggakan diri. Bahkan sebaliknya : kata itu sejajar dengan frase “anak Langkat, musyafir lata,” bagian dari bait-bait yang murung :
Kicau murai tiada merdu
Pada beta bujang Melayu
Himbau pungguk tiada merindu
Dalam telingaku seperti dahulu.

Tuan aduhai mega berarak
Yang meliput dewangga raya
Berhentilah tuan di atas teratak
Anak Langkat musyafir lata.

Zaman memang telah berubah. Graham K. Brown, dalam telaahnya yang membandingkan terbentuknya identitas politik di Indonesia dan Malaysia (The Formation and Management of Political Identities : Indonesia and Malaysia Compared), mengutip catatan sejarah : pada masa kesultanan Malaka, “Melayu” bukanlah identitas sebuah kelompok etnis, melainkan sebuah lapisan elite yang masih berhubungan darah dengan raja. Kitab Sejarah Melayu praktis berarti genealogi para sultan.
Tapi pada 1511 Malaka jatuh diserbu armada Portugis. Keluarga kerajaan melarikan diri ke Johor. Tak ada lagi pemegang hegemoni yang menentukan apa arti “Melayu”. Kata itu akhirnya menyebar bersama diaspora para pedagang pasca Malaka. “Melayu” bukan lagi identitas yang menunjukkan lapisan social, melainkan sebuah “identitas horizontal”. Nama itu jadi penanda dalam pengelompokan sosial yang berbeda-beda tapi setara-terutama dalam pandangan kekuasaan kolonal orang Eropa.
Kolonialisme memang tatapan yang membekukan si terjajah. Kolonialisme adalah garis ruang yang brutal-baik ruang dalam kehidupan sehari-hari maupun ruang dalam lajur daftar penduduk dan kitab hokum. Jakarta yang didirikan sebagai Batavia oleh VOC pada tahun 1650-an berkembang jadi kota yang terbangun oleh apartheid : di satu sisi dibatasi tembok tempat orang Belanda hidup, di sisi lain Ommelanden, tempat yang “lain” diletakkan.
Dari pemisahan macam ini sang penjajah membangun identitas etnis untuk memudahkan control dan pembagian kerja. Dengan itu juga berlangsung divide et impera. Dalam telaah Brown dikutip keputusan VOC di Cirebon, misalnya, untuk memperkukuh batas etnis agar bias mengisolasi orang “peranakan”, keturunan Cina yang semula hidup berbaur sebagai penasihat politik sultan. Dengan itu, kompeni bias memperlemah posisi kedua-duanya.
Maka tak mengherankan bila pembebasan dari kolonialisme bertaut dengan kehendak melepaskan diri dari tatapan yang membekukan itu. Amir Hamzah dan puisinya adalah bagian dari pembebasan itu : ia tak lagi bisa disebut “Melayu”. Sejak tahun 1930-an, puisi Indonesia adalah puisi para “musyafir lata”, para pejalan yang tak punya apa-apa selain kebebasannya dalam menjelajah. Indonesia lahir dari penjelajahan itu.
Sebab itulah nasionalisme Indonesia bukanlah nasionalisme yang mengangkut milik yang diwariskan masa lalu, baik dalam wujud candi maupun ketentuan biologi. Mungkin itu sebabnya “Indonesia” dan ke-“Indonesia”-an selalu terasa genting, tapi dengan itu justru punya makna yang tak mudah disepelekan.
Baru-baru ini saya dengar cerita sejarawan Taufik Abdullah ketika ia di mekkah. Di kta suci itu seorang Malaysia bertanya kepadanya apakah ia orang “Indon”-sebutan yang sering dipakai rang Malaysia untuk menyebut Indonesia. Taufik Abdullah marah. “Jangan sebut “Indon”, katanya, “tapi “Indonesia”.
Ia menjelaskan kenapa ia marah. “Saya penelaah sejarah. Saya tahu nama “Indonesia” diperjuangkan dengan tidak main-main, sejak awal abad ke-20.”
Sungguh tak main-main : berapa puluh, berapa ratus, berapa ribu rang dipenjara dan mati untuk nama itu ? Bisakah kita melupakannya ?
Ada sebuah sajak Rivai Apin pada tahun 1949 :
Ingatlah bila angin bangkit
Ingatlah bila angin bangkit
Bahwa daerah yang kita mimpikan
Telah bermayat, banyak bermayat
Sajak itu ditulis tiga tahun setelah Amir Hamzah dibunuh. Tampaknya memang hanya dengan tragedi kita tahu apa yang seharusnya kita hargai.

Goenawan Mohamad

131. zombie idup - Maret 22, 2008

makasih, Pak Goen, blog ini,mas anick, and mas faishol untuk update terbarunya caping………

132. anick - Maret 24, 2008

@ moch faisol
Terima kasih telah capek2 memposting update Caping. Memang saya agak sibuk minggu kemaren.

Jika Anda mau membantu, mungkin Anda bisa mengirimkan via email ke saya Caping-caping yang belum dimuat di sini. Maksud saya Caping yang kelewatan, bukan update terbaru. Atau kalau Anda mau, kutipan2 dari buku Caping seperti yang dilakukan Pandasurya sebelumnya.

133. moch faisol - Maret 25, 2008

ok mas anick
u/ selanjutnya sy usahakan membantu mem-posting catping-2 yg (mungkin) blm ada disini. sy harus kirim ke email anda kemana ? tlg alamatnya ke e mail saya : jackfais@telkom.net
minggu kemarin sy hunting catping edisi 1-6 ke salah satu ‘teman’ di mojokerto, namun sayang beliau belum berkenan,
saya cuma punya catping jilid 3 dan 5.
kata robert teman saya, catping tentang ‘kakbah’ judulnya KUBUS atau KUBISME ? tapi sy cari blm ketemu
suwun mas anick

134. anick - Maret 25, 2008

Anda bisa kirim ke ngeditors@yahoo.com.

135. rumahteduh - April 8, 2008

mas Anick (bukan Mbak)…
kalau bisa kutipan-kutipan dari GM dipisahin dong. seperti satu halaman khusus untuk itu. saran saya…

terimakasih, Mas.
salam

136. am34r - April 14, 2008

makasih banget ada blog ini. rasanya tenang dan sangat kontemplatif membaca (lagi) caping…di tengah-tengah hiruk pikuk perseteruan dunia maya (blogger vs bukan blogger)..heheheh

btw, kalau mas anick termasuk blogger negatif atau positif? heheheh…pisss….

137. nikenike - April 15, 2008

wah, sudah lama saya mencari blog seperti ini
sangat informatif
terima kasih banyak🙂

138. anick - April 15, 2008

@rumahteduh
saran ditolak. kurang meyakinkan🙂

139. Ade Rachman - April 29, 2008

Bagaimana cara mem Post nya. Jika saya punya. Tks U.

140. postiera - Mei 7, 2008

Terima kasih untuk blog yang sangat HEBAT ini.

GM memang maestro sastra Indonesia.
Penuturan yang sederhana namun setiap alur penuh makna.

*postiera*

141. faridyuniar - Mei 26, 2008

wow. Blog nya bagus banget. Kudu sering-sering berkunjung…

salam kenal

*bukan komen spam…🙂

142. moch faisol - Mei 27, 2008

mas anick
sebetulnya saya ingin menulis sejak dua bulan lalu
yaitu ketika melihat anda di tv sedang diwawancarai soal ‘ahmadiyah’
wah apa betul ini mas anick yg punya blog itu
eh ternyata betul
terus kemarin saya lihat iklan di koran aliansi kebangsaan
yah, kalau dulu mungkin saya segera mencap anda ikut-ikutan ber pulitik, jadi saya akan menghindari blog anda. sebab saya apolitik
tapi saya juga ingat tulisan GM bahwa bukannya kita tidak harus memihak. sebab kita memang harus memihak yaitu : kebenaran
tapi apakah kebenaran itu ? (masih kata GM ….)
betapa sublimnya…

143. Rivai - Mei 31, 2008

salam kenal ya mas😀

144. yasa - Juni 3, 2008

Btw..gmn kabarnya mas setelah insiden kemaren? Gregetan rasanya melihat di tv ketika melihat perilaku premanisme seperti itu, bawa2 agama lagi, selalu beralasan tidak ada asap kalau tidak ada api. Semoga perbuatan anarkis seperti kemaren tidak terulang lagi dan pelakunya di tindak sesuai hukum yg berlaku. Memalukan. Tetap berjuang demi kebebasan beragama di Indonesia…(sory..cuma lagi pengen ngluarin uneg2)

145. padjar - Juni 3, 2008

Mas Anick, saya turut sedih atas insiden Monas 1 Juni kemarin.Mudah2an tidak terpancing adu kekerasan.
Masih susah juga ya di negeri ini hidup rukun dalam beda keyakinan.

146. moch faisol - Juni 4, 2008

waduh, mas anick makin sering nongol di tv wajahnya
ati-ati mas, ntar front preman itu jadi hafal wajah pean
trus siapa nanti yang nerusin blog catping ini nek ada apa-apa…
benar ya mas, ati-ati, semoga alloh sellau melindungi, amin

147. JejakBlog.COM :: Petualangan dari Blog ke Blog » Blog Archive » Blog Caping dan Kekaguman pada GM - Juni 6, 2008

[…] ada posting lain kecuali tulisan-tulisan GM. Pengelolanya mengatakan blog ini memang dibuat sebagai penghargaan dan sebentuk kekaguman kepada GM, yang disebutnya sebagai “guru […]

148. shofwan - Juni 15, 2008

salam kenal,
senang rasanya bisa berkunjung disini..
saya pernah membaca catatan pinggir 1,2 dan 3. serta yang terdapat pada majalah tempo. bahkan beberapa diantaranya saya buat kliping, saat ini saya sedang mencari tulisan GM dalam salah satu caping-nya yang pernah saya koleksi, yang isinya kurang lebih tentang seorang gadis amerika yang menjadi sukarelawan kemanusiaan di palestina yang kemudian gadis tersebut tewas oleh tank israel, dan amerika bungkam tidak bereaksi apa apa……kurang lebih….nama gadis itu anne….atau anna…( nama lengkap dan nama belakangnya saya lupa ).
mungkin sdr. anick bisa mengusahakanuntuk bisa menuliskan kembali artikel tersebut disini…
terima kasih

149. Hambz - Juni 16, 2008

punten..

numpang lewat euy..

ini semua kumpulan capingnya gunawan muhammad yah??

salam kenal..

150. sufimuda - Juni 18, 2008

Tulisan2 Goenawan Muhammad amat mencerahkan, apalagi dikumpulkan dalam sebuah blog seperti ini,

salam kenal

151. sufi tua - Juli 5, 2008

Melihat Catatan dan Tulisan GM, saya menjadi takjub. Saya benar-benar kagum pada keluasan referensinya, bahkan keindahan kata-katanya. Namun tidak ada iman di sana. Bahkan ketundukan pada agamanya

Ahh, membicarakan diri-diri kalian hanya akan membuat hidup suram. gelap..

152. joemardi Poetra - Juli 6, 2008

rasanya tidak berlebihan, jikalau saya ditempatkan salah satu dintara buuuuaaanyak pengagum dari catatan pinggir GM. keberadaan media ini telah membantu saya untuk lebih memahami siapa GM dari sudut maha karya yang tercantum secara konsisisten pada halaman terakhir di Majalah Tempo.terimakasih

153. qwerty - Juli 7, 2008

@sufi tua
Ada banyak tuh yang namanya Iman. Ada kok pak yang namanya Iman di sini. Disini namanya Iman K.P (kerinduan dan pengharapan). Iman yang sampeyan cari apa?😛

154. arif - Juli 8, 2008

@qwerty:
tidak ada salahnya njenengan menjadi pengagum GM. saya cuma pesen bahwa kekaguman kita terhadap seseorang hendaknya tidak membuat kita kehilangan nalar kritis.

155. Rahma Melina - Juli 25, 2008

🙂 wah…baru tau nih ada blog ini..😀 tadinya lagi nyari catatan pinggirnya GM di tempointeraktif.com karena sebuah permintaan teman yg kebetulan juga nge-fans bgt ma GM (setiap dia beli majalah tempo, yg pertama dia cari itu selalu catatan pinggir GM duluan) tapi ternyata gak ketemu2…searching pake google “goenawan muhammad” sama “catatan pinggir”..eh ketemu deh…😀

salut…keep up the good work..!! salam

156. rumahteduh - Juli 26, 2008

mas anick
saya faiz, saya baca mas terlibat aksi dan daigebrak ef pe i…saya baca di tempo yang terrbit beberapa minggu lalu (karena saya baru keluar dari pelosok kampung yang jauh dari listrik).
bagaimana keadaanmu, mas?
semoga “kita” lebih bisa damai di negeri berhala ini…
salam, mas

157. Ari - Juli 27, 2008

@Arif
Justru GM atau caping menjadikan kita lebih bisa berpikir kritis. Saya yakin banyak pembaca GM tak selalu meng ‘iya’ kan GM dengan Capingnya

158. anick - Juli 28, 2008

@ Faiz

I’m fine. sempet keluar masuk polda. Totalnya sekitar 21 jam penyidikan…

159. padjar - Juli 29, 2008

Untuk Goenawan Mohamad:

Selamat ulang tahun.

Mudah2an masih tetap bunyi di usia 67 ini, dan bunyi itu tetap memberi saya getar energi, inspirasi, dan kesadaran berendah hati.

Terima kasih untuk kerja yg sangat berarti selama ini.

160. herdiana - Juli 30, 2008

honestly, for me, GM is the best writer in Indonesia.I am always touched by his essays.I can’t imagine Tempo without caping………….

161. Liez NF - Agustus 9, 2008

Bung Anick🙂
– wah, saya kok baru “izin” sekarang ya, padahal dah lama saya “mempromosikan” blog yang bagus ini lo…he2…

– oya, apa milis-nya sudah dibikin, Bung Anick? Kalo sudah, gimana daftarnya? Tentu saya ingin sekali dimasukkan ke dalam “kita” itu…🙂

– terimakasih…
Salam untuk Bung Anick&semua Caping-ers…

162. Bait Al Hikam - Agustus 15, 2008

Gunawan Muh. Emang mantap

163. Irfan Lubis - Agustus 24, 2008

Hi… Blog ini saya kunjungi sangat rutin sejak tahun lalu. Tentu jangan ditanya bagaimana antusiasnya saya terhadap Catatan Pinggir dan karya-karya GM yang lain.
Kenalkan, nama saya Irfan Lubis (irfan.lubis@gmail.com). Saya juga sedang belajar mengelola blog tentang gerakan konsumen (gerakankonsumen.blogspot.com). Saya ingin minta tolong, bisakah saya dijadikan salah satu “pelanggan” update dari blog ini? Maaf, saya masih gagap internet, jadi… harap maklum.
Sekali lagi terima kasih karena sudah menggagas dan merawat blog ini. SALUT!!!

164. Gimmmo - Agustus 29, 2008

Hi… Aduh ini yang saya cari2 dan ingin sekali saya baca: Catatan Pinggir GM. Sejak pindah ke luar negeri saya kangen sekali caping GM. Kadang saya baca berulang2 buku caping 1, 2, 3 yg saya miliki. Dan tak kutemukan buku caping yg lain di sini.

Terima kasih sekali yah.

165. sa'duddin sabilurrasad - Agustus 29, 2008

sejujurnya saya sangat membenci Goenawan Mohammad. saya membencinya karena setiap kali saya membaca caping, setelahnya saya tidak bisa menulis apa-apa. rasanya Goenawan Mohammad tidak menyisakan satu hal pun untuk di tulis orang lain. ia sudah menuliskan semuanya. tulisannya sangat kaya, berisi, dan dahsyat. salut…untuk anick, saya sangat gembira dengan adanya blog ini, he…he…he…

166. harisxyz - September 25, 2008

Saya mencalonkan GM menjadi Presiden RI. Bung GM harus mau !!!

167. abbas mochamad - Oktober 11, 2008

GM adalah penghalang keteguhan dan saya kagum GM adalah penghalang kepastian dan menurut saya necis GM seperti selalu sangsi terhadap banyak hal dan menurut saya karena terlalu banyak tahu. karena itu GM adalah idola saya dalam hal menulis essay.

168. coretanpinggir - Oktober 15, 2008

Salut untuk kerja mengkliping tulisan caping sang maestro kita ini.

Salam kenal

Popop
Coretanpinggir
(pemakai kata pinggir juga untuk coretan pinggir)

169. eko sudarsono - Oktober 25, 2008

Jum’at sore 24 Oktober 2008 tak sengaja aku ketemu dan diperkenalkan dengan “Sang Gibran” di rumah makan Coto Makasar Daeng Tata, Pejaten, Sorot matanya lembut, tak setajam penanya, senyum dan angukannya “wejangan Resi Kresna ke Pandawa”, Goenawan Muhammad “andai” senjatamu tak hanya pena cakra yang menghujam ke “Nalar”, kaumiliki juga “Pundi-pundi” agar kau tancapkan ke “Perut Liberalisme”, akan ku ingat kau sebagai “Nabi”.

170. tiphit - November 4, 2008

Mas GM..salam kenal

171. Abba - November 18, 2008

terima kasih pada editor blog ini karena melalui blog ini saya dapat membaca caping GM tanpa beli lagi majalah TEMPO. Terus terang saya suka baca Caping karena diksi dan gaya bahasanya yang renyah dan imajinatif, terutama “in the wee small hours”. Namun ada beberapa konsep pemikiran GM yang tidak saya sepakati, misalnya caping yg berjudul “LUTH” yang melegalkan homo seksual. Selain itu banyak pemikirannya yang terkesan memojokkan islam terutma mereka yang mencoba menegakkan syariat islam. Saya mafhum dengan itu semua karena GM adalah hasil didikan “paman Sam”. Seandainya GM tahu kondisi umat islam di Ambon, poso dan Afghanistan, tentang pembantaian umat islam, saya penasaran apa yang akan dia tulis.
Saya membaca hasil wawancara GM di salah sau majalah yang judulnya “saya tak bisa jadi Atheis” bahwa ia mengkritik bebarapa agama, diantaranya islam, hindu dan kristen tentang fundamentalismenya. Namun mengapa ia tidak konsisten dengan menulisnya di caping atau tulisan-tulisan yang lain.
GM selalu saja menulis tentang islam yang marah, bengis dan kejam tapi tak pernah menulis tentang agama yang lain yang juga tak menutup kemungkinan untuk bengis dan kejam -bahkan bisa lebih dari itu-.
Mana konsistensi GM ?, menulis caping tidak menganut “cover both side” !!.
Islam juga punya wajah yang lembut, ramah dan santun GM. Ataukah islam tidak berarti apa-apa bagi GM?

172. pandasurya - November 19, 2008

to Abba..

Ah, masa’ sih, mas Abba? Coba deh baca Caping dari mulai buku Caping 1 sampe yg terakhir Caping 6 dan buku GM yg laen juga..Coba deh baca2 lagi yaa..menurut saya, GM tidak seperti yg mas sangka itu kok..piss..🙂

173. judek - November 21, 2008

halo mbak(h) anick. caping, kirain “caping gunung” eh ternyata, catatan pinggir, (haha guyon). yaa… GM emang ngak ada matinya. apalagi dengan komunitas Salihara nya. ya… salam kenal mbak anick.

174. PMB Bandung - November 25, 2008

caping itu artinya apa??…… salam dari Perhimpunan Mahasiswa bandung….

175. iBnu - Desember 5, 2008

salam kenal
numpang liat2 yaaa

176. Arief Zein - Desember 5, 2008

wah.. bagus sekali mb. anick, keren betul, saya dari dulu sangat menyukai GM dengan catatan pinggirnya, kata-kata yang tidak biasa.. dan permisi pengen nge-link boleh?

177. heruls - Desember 24, 2008

mohon ijin pasang alamat situs ini di blog saya,
sudah dipasang baru ijin, hehehe…

178. Mhomank - Januari 1, 2009

Saya harus berterima kasih kepada admin blog ini yang telah membuat saya tak kan melewatkan tulisan GM yang khas. Saya pengagum gaya tulisan beliau. Terima kasih banyak!

179. Saut Situmorang - Januari 20, 2009

MEMBACA CATATAN PINGGIR GOENAWAN MOHAMAD ADALAH MEMBUANG-BUANG WAKTU DOANG! SIAPA AJA BISA MENULIS SAMPAH KAYAK GINI KALOK DIA BERSEDIA MERENDAHKAN DIRINYA MENJADI PEMULUNG IDE ORANG LAIN TANPA PERNAH MAMPU MENGELABORASINYA!!!

INI PERNYATAAN DARI SAUT SITUMORANG.

HAHAHA…

180. Saut Situmorang - Januari 20, 2009

CUMA MEREKA YANG MALAS MEMBACA BACAAN YANG BENAR-BENAR BERMANFAAT DAN INTELEKTUAL YANG AKAN SUKA MEMBACA CATATAN PINGGIR YANG MEDIOKER DAN PENUH RETORIKA OMONG KOSONG GINIAN!!!

HAHAHA…

181. Saut Situmorang - Januari 20, 2009

AKU SETUJU DENGAN KAU, ABBA!
GM ITU OVER-RATED!!!

KAU BISA JUGAK BILANG KE DIA KALOK DIA ADALAH SEORANG FUNDAMENTALIS ANTI-ISLAM, SEORANG NATIVE ORIENTALIST FUNDAMENTALIS, SEORANG PRETENSIUS TERBESAR DALAM SEJARAH INDONESIA!

PSEUDO-INTELEKTUALISMENYA DIA TUTUPIN DENGAN PEMAKAIAN BAHASA RETORIKA NEO PUJANGGA BARU BIAR PEMBACANYA GAK CEPAT NANGKAP KALOK DIA ITU SEBENARNYA GAK NGERTI APA-APA TENTANG TOPIK YANG KONON DIA TULISKAN!

DIA BERUNTUNG KERNA PEMBACANYA (YANG KELAS MENENGAH KOTA YANG GAK PERNAH BACA BACAAN INTELEKTUAL KELAS DUNIA ITU!) CUMAN PEMBACA NAIF YANG GAK PERNAH BACA LITERATUR DALAM BAHASA ASING HINGGA MENGANGGAP DIA ITU PINTER BANGET PADAHAL CUMAN TUKANG TEMPEL KUTIPAN-KUTIPAN DOANG!!!

HAHAHA…

182. Saut Situmorang - Januari 20, 2009

COBA BACA SITUS ZIONIS DI BAWAH INI, HAHAHA…

http://www.dandavidprize.org/index.php/laureates/laureates-2006/62-2006-present-journalists-of-print-media/85-goenawan-mohamad.html

(JADI GM ITU SUARA “ISLAM” YANG MODERAT YA! DAHSYAAT!!! BOONG MULU SIH OBSESI KALIAN! HAHAHA…)

Goenawan Mohamad is one of the world’s leading voices of moderate Islam. He has written extensively and eloquently about the power of the press and the importance of free speech. For Mohamad, “the issue of freedom of expression is not about certain collective precepts and principles, or the formulation of common values, but like other issues related to human rights, in the beginning it is about violence and suffering.”

Mohamad’s role in advocating for press freedom has not been limited to the printed word. He established the Institute for Studies in the Free Flow of Information, which in addition to training young journalists, documents attacks on press freedom. Mohamad has received a number of awards for his outstanding work in journalism.

Goenawan Mohamad is awarded the 2006 Dan David Prize for having spent the last 30 years as a poet, writer and journalist fighting for press freedom and the advancement of independent journalism. He continues to write columns, poetry, experimental theatre and prose and has received a number of awards for his persistent courage and vision.

183. inda suhendra - Januari 20, 2009

Tak ada hal yang benar-benar baru di bawah matahari kita.
Demikian halnya tulisan. Setiap ide, bahasa, dan polanya menurut saya bersumber dari pengalaman intelektual penulisnya.
So, jika ada sebuah tulisan hasil tempel-menempel dan comot mencomot, hasil membaca dan diskusi (asal bukan plagiat murni lho ya), bukankah itu memang fakta yang dilakukan setiap penulis. Disadari atau tidak. Karena bentuk bangunan intelektual kita –langsung atau tidak– juga disusun oleh batu bata hasil persentuhan kita dengan literatur orang lain.
Bagi saya –di samping keindahan bahasa dan makna– Caping adalah pintu gerbang untuk menyelam ke laut yang lebih luas dan dalam, di tempat lain. Dan saya juga tidak melahap semua yang terpantul dari Caping. Saya boleh setuju atau boleh pula mendebat Caping!! Tapi sebisa mungkin saya hindari tindakan meremehkan orang lain. Salam untuk semuanya yaaaaaaa …..

184. isoelaiman - Maret 2, 2009

Dalam kenyataannya, caping itu adalah “brand image”-nya majalah Tempo. Jadi, seperti gambar billboard rokok marlboro, “come to where, come to flavor is”. Maka, Tempo akan hambar rasanya, tanpa caping. Sebagai “brand image”, GM harus selalu kreative, menyajikan ide segar, agar enak dibaca dan perlu. Bahkan kata Abba di atas, tak apa bila harus melegalkan homo seksual atau mengata-ngatai Islam bengis, kejam apa pun, agar brand image tetap enak atau sebagai Islam moderat, meng-halalkan itu. Bisa juga dipahami secara sederhana, ini dorongan bisnis. Ada analisa kritis, referensi kaliber internasional, campur-campur filsafat, agama, teologi, puisi, maki-maki. Itulah isi dunia.
Sehingga Saut merasa “muak” dengannya. Saya melihat hal lain dari “kemuakan” Saut. Yakni, potensinya untuk mendorong dirinya berkarya “menandingi” atau bahkan “lebih” dari GM. Referensinya lumayan juga. Ketimbang energinya untuk “ngata-ngatain” GM dan “pengikut”-nya. Ada banyak media “pasar” yang lain. Atau, kalau mau, Saut bisa mengulas tulisan atau buku GM yang mana aja sehingga pembaca bisa tahu “keunggulan” nalar dan referensinya. Bila ini terjadi, akan menunjukkan “kebesaran hati” Saut, bila memang ia “besar.” Yang saya yakin, dia punya potensi.
Di Indonesia ini, bila ada yang berani “mengkritisi atau pun juga mengatai” Islam, akan cepat populer. Sebab, Islam pemeluk mayoritas penduduk ini. Itu daerah peka “pasar”. Itulah makanya, JIL (Jaringan Islam Liberal) untuk promosinya, juga menempuh jalan ini, –lepas benar-tidaknya daya kritisnya–. Meski unjuk kreasinya belum muncul, yang penting “hantam” dulu Islam konservative. Pokoknya, gue maunye Islam Liberal, he-he.

185. isoelaiman - Maret 2, 2009

Saya sangat terkesan beberapa komentar Saut, nadanya sama, menghujat GM. Ya, itu sah-sah saja. Tapi, sebenarnya belum jelas benar analisanya tentang buku atau tulisan GM. Misalnya apakah mengutip pendapat orang itu merupakan suatu kejahatan? Bukankah itu menunjukkan bahwa GM membaca buku itu dan terkesan atau ingin membagi dengan pembaca yang mungkin belum sempat membaca?
Saya melihat hal lain dari tulisan atau kemuakan Saut. Yakni, potensinya untuk mendorong dirinya berkarya “menandingi” atau bahkan “lebih” dari GM. Referensinya lumayan juga. Ketimbang energinya untuk “ngata-ngatain” GM dan “pengikut”-nya. Ada banyak media “pasar” yang lain. Atau, kalau mau, Saut bisa mengulas tulisan atau buku GM yang mana aja sehingga pembaca bisa tahu “keunggulan” nalar dan referensinya. Bila ini terjadi, akan menunjukkan “kebesaran hati” Saut, bila memang ia “besar.” Yang saya yakin, dia punya potensi.

186. smrtono - Maret 5, 2009

Inilah gurihnya tulisan GM. Selalu ada sisi lain di luar maintream yang menambah pemahaman dan membuka sisi lain atas sesuatu masalah. Jadi menunya selalu terasa ‘maknyus’. Untuk para pembenci tulisan GM, sebaiknya tidak berteriak verbal, tapi cukup buka ‘warung’ dengan menu andalannya sendiri. Pembeli akan memutuskan mau makan dimana. Salam untuk mas GM.

187. lukman - Maret 11, 2009

wah bgs bgt dr mana tuuuu ksh tau donkkk

ilmu nya

slm knl yaa

188. syamsul - Maret 11, 2009

Saya pelanggan majalah TEMPO. Ada bagian catatan pinggir yang saya suka dan sepakati dan ada juga yang tidak saya suka dan tidak sependapat. Saya rasa hal-hal seperti itu wajar saja.

@Abba

Buat Bung Abba, saya sebagai orang Islam akan menyikapi tulisan yang mengetengahkan Islam yang diidentikan dengan kekerasan – walaupun tulisan tersebut ditulis oleh pihak manapun, termasuk orang Islam sendiri – sebagai kritik yang membangun. Tapi mungkin Bung Abba benar kalau mengharapkan GM menuliskan tentang wajah Islam yang lemah lembut. Atau caping hanyalah kritik dan sindiran selalu ?

@ Saut

Buat Bung Saut, mungkin anda adalah intelektual tingkat tinggi, tidak medioker seperti saya yang membaca catatan pinggir. Tapi ya biarkanlah medioker seperti kami ini menyukai tulisan yang menurut Anda medioker juga. Atau mungkin Anda bisa menunjukkan intelektualitas tinggi itu yang mana dengan tulisan2 yang “tingkat tinggi” misalnya dengan merangkum di BLOG seperti yang dilakukan Anick?

Saya suka tulisan dan gaya menulis GM. Saya mengagumi sebagai penulis hebat. Sah-sah saja tapi kalau saya merasa ada sebagian tulisan yang tidak berguna bagi saya, maka tidak akan saya baca atau akan cepat saya lupakan. Namun saya tidak akan mencap dia dengan julukan yang provokatif. Kalau GM itu adalah fundamentalis anti-islam, atau “native orientalist fundamentalist” karena tulisan dia dalam pencernaan intelektual Anda, lalu kalau Anda menulis seperti di atas, apa kira-kira julukan yang tepat ?

189. podolisasi prima - Maret 16, 2009

Lengkap sudah! hahaha SAUT CAPER! GEJALA JARANG KERAMAS BANYAK KUTU DI RAMBUT GIMBALNYA!
wuihh. mungkin dia ya yg berhasil menemukan pandora box.
CASTING UT! ahh kalah juga auranya sama LARA CROFT!

190. bocahbancar - Maret 18, 2009

Wah ternyata Anda ini orang hebat to Mas…

Mmm..salam hangat Bocahbancar yang sedang belajar memaknai kehidupan…

Salam…..

191. arkandas - April 30, 2009

Hebat bener PRnya uda 5. Salam kenal om

192. F Moses - Mei 20, 2009

Membaca Caping ialah menbaca keseharian penuh kebersahajaan; Seperti membaca pertukaran getar antara aku, kau, dan keseharian itu sendiri.

Terima kasih, Mas Gun..

193. masdjoen - Juni 16, 2009

salam kenal ya…. wahh blognya mantafff… semoga tetep keren.. amienn..🙂

194. RM.PANJI - Juni 20, 2009

blog & caping yang ….. oke/bagus! makkasih dah boleh ikutan corat coret!!!!

195. Rotua Siagian - Juli 3, 2009

Terimakasih telah membuat blog ini. TerimakasihBpk GM untuk esay-esay Anda yang memperkaya wawasan.

196. Taufik Al Mubarak - Juli 17, 2009

Salam kenal buat semuanya…mari menikmati tulisan yang mencerahkan secara bersama-sama

197. Deni_borin - Juli 24, 2009

salam dari Karawang🙂
main2 atuh ke karawang.. hehe

198. ASAH - Juli 24, 2009

salam dari bandung

199. R.M.A. Ahmad Said Widodo, A.G. - Juli 29, 2009

Aku adalah salah seorang pembaca setia “Catatan Pinggir”-nya mas Goenawan Mohamad, baik di dalam bentuk esai di Majalah Tempo maupun di dalam bentuk buku kumpulan esainya “Catatan Pinggir” Jilid 1, 2, 3, 4, 5 dan 6. Aku begitu terkagum-kagum dibuatnya. Salut buat mas Goen. Teruslah berkarya dan berkarya. Anda sejajar dengan para penulis handal Indonesia lainnya bahkan di dunia.Terimakasih.

200. adhymantovani - Agustus 23, 2009

blog yang sangat mendidik, ciamik, dan benar2 menunjukkan kesahajaan.. tetap posting mas..

wassalam

201. saepul iman - Agustus 28, 2009

saya pertama kali baca buku caping pada tahun 2000 (ato 2001?) secara gk sengaja ada warisan buku2 lusuh dari kakak kos dulu..
setelah saya baca ternyata isinya luas banget.. saya jadi heran, Mas GM ini baca buku sehari ada berapa biji ya?
terus saya baru baca caping lg di caping ke-6..
mg2 caping memberi inspirasi bagi para penikmat sastra..

202. penjual kopi - Agustus 29, 2009

saya berlangganan ya….

203. strez - Oktober 8, 2009

Pada awalnya saya cukup menggemari Caping2 nya, namun entah kenapa , saya jadi heran dari mana Goenawan Mendapat data sedetail itu tentang Indonesia, segala pengetahuan kultur, ekonomi, sejarah, antropologis, hingga Politik Taik Kucing di negara ini, dia begitu lihai mengendusnya. saya jadi mual serasa seperti membaca tulisan yang disadur dari beberapa laporan, entah agen rahasiakah mungkin di Paman SAM atau Paman Abu.. Uhh, semoga tidak…

Sungguh janggal, anda dapat menilai dimana ia menempuh studi? dari mana saja penghargaan-penghargaan penulisan ia dapatkan? seragam bukan?

onet - November 13, 2009

anda itu memang orang stres, yg slalu curiga karya orang lain!!

204. zombie idup - Oktober 22, 2009

“Si Lalat Pengganggu”,tlong dipostingin dong caping ni.. thanks alot!

205. Maren Kitatau - November 13, 2009

Bagiku,
Caping itu puitisasi pengetahuan.
Enak bacanya dan perlu … hehe!

Salam!

206. zainul abidin - Desember 28, 2009

saya penggemar caping GM….gimana klo dibuat bukunya

207. pandasurya - Desember 30, 2009

bukunya sudah ada, mas zainul. Sudah ada 6 buku, Caping 1 sampe 6. silakan cari-cari di toko buku..:-)

208. volaris - Januari 7, 2010

ehmm..kunjungan perdana neh,komen ketika pertama kali membaca blog inin adalah blog ini punya daya tarik tersendiri,penuh dengan ide2 kreatif dan jg detail cerita yg lengkap..ilmu yang anda miliki sungguh luar biasa bagi saya..maju terus..oh y,jgn lupa kunjungan balik y mas,maju terus blog indonesia..

209. tegoeh tr - Januari 27, 2010

Barusan mampir ke blog Sukab, yang memuat karya penulis favorit saya SGA. Lalu dapat info adanya blog Caping, dedicated to GM, my other favourite writer.
Terima kasih atas upaya keras editor membangun blog ini. Sangat bermanfaat.
Saya mengagumi karya Gm sejak kuliah, ketika membaca Caping dlm bundel Majalah Tempo di perpustakaan kampus.
Tapi, jujur saja, saya lebih menyukai puisi2 GM yang sederhana tapi dahsyat. Salah satunya: “Pada Sebuah Pantai”. Indah sekali.

210. cobaberbagi - Maret 6, 2010

salam kenal pak, agaknya saya telat menemukan blog ini

211. iwan koswadhi - Maret 21, 2010

CAPING itu Indah, seperti CUPANG..
Sebuah Catatan Kecil,
Seperti Ikan Kecil, meliuk ke Depan ke SAMPING…
CAPING memang Catatan COMPANG-CAMPING..
Tetapi ia mampu masuk setiap lobang KUPING..
CAPING coba MENGAPING..
Jiwa-jiwa yang haus DOPPING..
……. PING!!!

FIP - Juni 23, 2010

Sangat mengena.

212. tengkuputeh - April 8, 2010

Saya tertarik membeli buku caping,,, sayang di Aceh sulit mendapatkannya… Kira2 dimana bisa mendapatkannya….

213. Mardijker - Juni 23, 2010

Tidak sengaja menemukan blog ini. Saya bersyukur, saya mempunyai banyak teman yang mencintai Catatan Pinggir🙂 Sebuah buku yang sudah menampar hati saya sejak masih duduk di bangku kuliah…

Salam

214. FIP - Juni 23, 2010

Saya baru tahu kalau caping ada weblognya.

215. harry.uncommon - Agustus 7, 2010

Membaca caping, sebuah kreatifitas dari imajinasi otak kanan..

216. gigih - September 4, 2010

kunjungi blk blogku y?

217. anung - September 17, 2010

tapi kayaknya ini nggak lengkap, ada caping yang nggak masuk ke sini

218. M. Nurul Ikhsan Saleh - Januari 23, 2011

blog ini benar-benar memberi insprirasi yang mencerahkan.

219. unlock iphone for free - Februari 15, 2011

‘ye firron loccust himen, aly whis withere!’ sup thereand offilegs. `You’ve wheir his as cloo hathery makine. Therv

220. Delhi escort girls - Februari 24, 2011

Thanks a lot because of it! I really haven’t already been this approach went by way of a web log for an extended time! You’ve got the situation, regardlesss of that implies throughout operating. Clearly, You’re unavoidably some people that have another thing to imply we might know. Carry on beneficial financial effort. Proceed noble affiliates!

221. Dyah Iswardhani - Maret 28, 2011

pak GM…. I love You

222. hidatte - Mei 12, 2011

waah..ini to blognya pak GM
salam kenal,
saya sangat tertarik dengan tulisan2 bapak, inspiratif!

223. Azhar - Juni 18, 2011

Assalamualaikum Pak Gunawan Muhummad,
Saya Penggemar Setia di Aceh dan sumber inspirasi berkreasi dalam jurnalisme,,
Jika bapak ada kesempatan dan waktu agar dapat mampir Ke Blog Saya,
saya merupakan jurnalis blog lepas dan bebas, , alamat blog saya adalah http:acehindiephoto.blogspot.com, blog photo ttg Kritik sosial budaya ekonomi, mohon masukannya pak

Saleum
Azhar

224. serba serbi - Juni 27, 2011

blognya bagus sangat menggugah… trims

225. Gnonrtkt - Juli 4, 2011

ying yang symbol,

226. Loker Seni - Agustus 5, 2011

GM sangat memotivasi para penulis di indonesia utuk tetap kritis terhadap sesuatu yang terjadi….terimakasih GM…

227. Kampung Teknologi - Agustus 5, 2011

Terimaksih mas Goen atas tulisan2nya….

228. kabayantumaritis - Agustus 7, 2011

nice blog…..

229. kang mamat - Agustus 13, 2011

dalam sekali tulisannya,belajar lewat tulisan om goen..

230. Puisi - Oktober 28, 2011

GM adalah seorang Inspirator Modern Indonesia………

231. Loker Seni - Oktober 28, 2011

GM memang tidak ada duanya…
maju terus GM…
MAju TErus Indonesia

232. christie - Juni 14, 2012

Hi Mba Anick, mba punya versi inggris dari caping edisi 10 may ga, judulnya ‘mall’? Tolong dishare ya mba kalau ada, karena saya coba googling tapi belum ketemu🙂

christie - Juni 14, 2012

sorry, maksudnya 10 may 2007🙂

233. lwijiwidodo - Juli 27, 2012

Indonesia, berhutang terhadap GM..!

234. Immigration Solicitor in Ashford - Oktober 25, 2012

Thanks , I have recently been searching for information about this topic
for ages and yours is the greatest I’ve discovered till now. However, what in regards to the conclusion? Are you sure in regards to the supply?

235. puisiilmuini - Oktober 31, 2012

tapi bukan caplin kan,hehe

236. cara diet - Januari 15, 2013

blognya bagus..
salam kenal

237. HP ElitePad 900 G1 - Juni 28, 2013

Hi it’s me, I am also visiting this site regularly, this website is truly pleasant and the users are really sharing fastidious thoughts.

238. Monica - Agustus 13, 2013

Halo Setiap tubuh, Nama saya Ibu Monica Roland. Saya tinggal di London Inggris dan saya seorang wanita senang hari ini? dan saya mengatakan diri saya bahwa setiap pemberi pinjaman yang menyelamatkan keluarga saya dari situasi kita miskin, saya akan merujuk setiap orang yang sedang mencari pinjaman kepadanya, dia memberi saya kebahagiaan bagi saya dan keluarga saya, saya sedang membutuhkan pinjaman sebesar $ 250,000.00 untuk memulai hidup saya seluruh karena saya seorang ibu tunggal dengan 3 anak-anak saya bertemu takut pemberi pinjaman kredit orang yang jujur ​​dan ALLAH yang membantu saya dengan pinjaman sebesar $ 250,000.00 US Dollar, ia adalah seorang takut ALLAH, jika Anda membutuhkan pinjaman dan Anda akan membayar kembali pinjaman silahkan hubungi dia memberitahu kepadanya bahwa adalah Ibu Monica Roland yang merujuk Anda kepadanya. Mr.James kontak tulang melalui email: (easyloans03@gmail.com)

239. aljuna - Februari 1, 2014

halooo.. blog nya ini gak di updet lagi ya? karena sudah ada blognya pak goen yang lain?
wahh… sayang sekali…

240. Inayatul Asmaiyah - April 28, 2014

pagi mas anick, maaf mengganggu

boleh mintak alamat emailnya gak mas??

saya ingin bicara banyak tentang goenawan mohamad, saya ingin buat skripsi tentang goenawan mohamad….

makasih mas…..

241. Adit - Juli 22, 2016

Bismillah..

Saya memulai perjalanan diblog ini semenjak menulis komentar ini ya.

Walaupun terlamba, sangat terlambat namun ingin ucapkan.. Terimakasih banyak!

242. sant7307 - September 8, 2016

saya ingat ada salah satu catatan pinggir GM yang bercerita seseorang pernah menolong orang yahudi saat Perang Dunia 2, lalu saat terjadi pembantaian Muslim di Serbia, anak dari orang Yahudi itu menolong keluarga yang dulu menyelamatkan orang tuanya. Bisa dibantu nggak ya kira2 catatan pinggir itu tahun berapa bulan apa?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: